19 Mei 2017

[Just a Thought] Selamat Hari Buku Nasional



Maka membacalah. Sesungguhnya membaca itu menyehatkan jiwa sebagaimana olah tubuh menyehatkan raga." - anonim.

"Baca baca majalah, koran, buku.
Baca baca lah selalu.
Banyak baca, banyak tahu, banyak ilmu, makin maju."


Itulah sepenggal nyanyian iklan yang dulu aku saksikan di televisi. Aku lupa iklan apa karena waktu itu aku masih kecil.

Pentingnya buku / manfaat buku untuk kita hari ini dan masa depan kita.

Buku adalah jendela dunia. Buku adalah portal/gerbang yang bisa membuatmu menjelajah ke berbagai tempat, berbagai pengalaman, dan berbagai rasa tanpa harus beranjak atau bepergian ke mana pun. Cukup hanya dengan duduk membaca buku.

Buku membantu kita untuk mengetahui banyak hal di dunia ini, baik yang terjadi di masa lampau, masa sekarang, bahkan mungkin masa depan. Buku pun membantu kita untuk berkeliling di dunia ini maupun dunia lainnya (imajinasi).

Buku membuat kita mengenal dunia. Dunia yang asing bagi kita bisa kita kenal melalui buku.

Buku membantu kita mengerti banyak hal.

Buku membuat kita mengerti apa yang ada di dalam pikiran seseorang, mengajarkan kita bersimpati dan berempati, dan mengenal karakter orang lain.

Buku bisa membuat pikiran kita semakin berkembang, semakin bijaksana, dan tentu saja semakin matang.

Buku menyehatkan pikiran dan jiwa. Buku juga merupakan makanan buat pikiran dan jiwa. Tanpa buku dan membaca, maka pikiran dan jiwa kita akan tumpul tak terasah.

Buku adalah sumber ilmu pengetahuan.
Buku adalah sahabat dan semakin banyak kita baca, akan semakin bermanfaat luar biasa.

Buku dan membaca dua hal yang tidak terpisahkan.

Well, setidaknya hal ini yang aku rasakan.

Masalahnya adalah, buku itu tidak akan bermanfaat jika tidak dibaca. Oleh karena itu, yuk baca buku!

Eh, bisa sih sebagai hiasan/pajangan, nimpuk tikus, nangkal peluru, bantal, tembok rumah, atau buat bahan bakar. Tapi, tentu bukan hal-hal tersebut dicetak bukan?

Mulailah membaca buku mulai dari sekarang. Jangan tunda lagi.

Gak suka baca buku? Coba saja. Mungkin kamu belum menemukan buku yang tepat buatmu.

Aku menyukai berbagai macam buku walaupun sekarang lebih banyak membaca buku fiksi. Banyak buku yang menjadi favoritku, bahkan sebagian besar buku di foto ini (dan yang kau miliki) adalah favoritku.

Buku membuat hidup kita lebih BERWARNA juga kan? 😊😊.

AYO BACA BUKU!

 

"Tidak perlu membakar buku untuk menghancurkan peradaban sebuah bangsa. Cukuplah dengan melarang mereka membaca." - Ray Bradbury.


Jika "Menulis adalah sebuah keberanian" (Pramoedya A. Toer), maka "Kegemaran membaca adalah sebuah kebahagiaan." (Goenawan Mohamad).


Selamat HARI BUKU NASIONAL (17 Mei 2017) 😊📚❤📖.

 

Regards,

Sulhan Habibi


3 April 2017

[Giveaway] An Ember In The Ashes (Sabaa Tahir) - Penerbit Spring



Hallo...
Sudah baca ulasan dan uneg-uneg dariku tentang novel "An Ember in The Ashes" karya Sabaa Tahir yang kece itu? Apa? Belum? Sana baca dulu kalau belum. Baru setelah itu balik ke postingan ini lagi *galak.

Nah, Penerbit Spring berbaik hati memberikan kepada kalian yang beruntung berupa merchandise set An Ember in The Ashes. Aku juga mau lho sebenarnya.

Nah, caranya gampang kok:
  1. Ikuti blog "Just a Though" via Google Friend Connect (GFC), Google+. Follow akun Twitter @sulhanhabibi dan Twitter @penerbitspring (wajib). Atau bagi yang punya IG boleh juga ikuti IG @PenerbitSpring dan IG @sulhanhabibi (yang ini tidak wajib. Tapi boleh lho intip-intip instagram saya #sekalianpromosi).
  2. Bagikan tautan giveaway ini via akun media sosialmu (twitter) dan boleh juga instagram (baca ketentuannya di IG-ku) dengan mention akun di atas.
  3. Tulis jawaban kalian atas pertanyaan yang aku ajukan beserta akun Twitter/Instagram, kota domisili, dan tautan share tweet pada kolom komentar di bawah ini.
  4. Pertanyaannya adalah, "Berapa poin kelebihan/hal yang aku sukai dari novel An EMber in the Ashes ini?" - Kalau kalian sudah membaca ulasanku sebelumnya, kalian pasti tahu kok. Gampang kan?
  5. Giveaway ini berakhir pada 8 April 2017 pukul 24.00 WIB. Pengumuman pemenang secepatnya (paling lambat 3 hari setelahnya).
Semoga beruntung ya!
---
Kalian mau novel Ember juga?
Tenaaaang....
Masih ada satu giveaway berhadiah satu buah novel "An Ember in the Ashes" dari Penerbit Spring yang menunggu kalian di Fanpage Penerbit Spring tanggal 4 April nanti. Makanya follow juga ya FP-nya Penerbit Spring. Ketentuannya bisa kalian temukan di sana juga.
Aku kasih sedikit bocoran ya.
Kalian harus mengumpulkan kepingan puzzle yang tersebar di 6 host blog tour novel Ember ini. Makanya, intip-intip juga ulasan di blog lainnya ya.

Dari blog-ku sih kalian akan menemukan 4 kepingan puzzle. Tiga kepingan puzzle ada di laman ini.
Satu lagi ada di mana hayooo?

Satu lagi ada di post ulasan ya *sengaja biar kalian berkunjung ke sana juga. :P




** UPDATE PEMENANG ** 

Selamat kepada

Ulfa Yusfia ( @AdinRim )

Mohon kirim nama, alamat, dan no HP ke email soulhahnmail@gmail.com


Buat yang lain yang sudah ikutan dan belum menang, tetap semangat ya.
Semoga beruntung lain kali. Terima kasih.

[Blog Tour + Ask Author] An Ember in the Ashes (Sabaa Tahir) - Penerbit Spring




Judul Asli : An Ember In The Ashes 
Penulis : Sabaa Tahir 
Penerbit : Spring 
Penerjemah : Yudith Listiandri 
Penyunting : Mery Riansyah 
Desain Cover : Aufa Aqil Ghani 
Cetakan Pertama November 2016 
Tebal : 520 halaman

*sinopsis*

Laia seorang budak, Elias seorang prajurit.
Keduanya bukan orang merdeka.

Laia, seorang gadis berusia tujuh belas tahun mengalami perubahan nasib drastis hanya dalam satu malam ketika kakaknya, Darin, ditanggap prajurit Mask karena dituduh melakukan pemberontakan. Pop dan Nan (kakek dan nenek) Laia pun tewas di bunuh. Demi menyelamatkan kakak satu-satunya, dia rela bergabung dengan para pemberontak Resistance Scholar dan menjadi budak di Blackcliff sebagai mata-mata yang sangat berisiko menewaskannya dengan cepat.

Di satu sisi, Elias Veturia, seorang prajurit Mask mengalami pergulatan batin ingin melarikan diri dari cengkraman imperium dan tidak tahan akan kehidupan sekolah militer di Blackcliff yang kejam. Selain itu, ibunya, Keris Veturia adalah sang komandan berhati dan bertangan dingin. Keinginan melarikan diri sudah ada sejak lama dan selalu terbersit. Dia tahu bahwa risiko kalau ketahuan maka dia akan dicambuk sampai mati. Dia hanya ingin bebas.

Lambat laun, nasib Laia dan Elias saling berkaitan, saling mempengaruhi, dan juga akan menentukan nasib Imperium, bangsa mereka dengan keputusan dan tindakan yang mereka ambil. Baik mereka sadari maupun tidak.

Ujung pedang adalah pendetaku. Tarian kematian adalah doaku. Pukulan mematikan adalah pembebasanku.” – Hal.18

Sebagai perhentian terakhir rangkaian blog tour dan ask author novel “An Ember in the Ashes” ini, semoga masih belum bosan membaca ulasan dariku. Aku tidak akan bercerita terlalu banyak karena kalian bisa mendapatkan ringkasan lebih detail di blog-blog sebelumnya, yaitu : Aruki WordsThe Book ConsultantNtarieNovrizalPeek the Book, dan Umi Marfa. Apalagi yang bisa aku tuliskan jika kalian sudah mendapatkan ulasan lengkap di blog-blog kece tersebut - bilang saja malas tulis ulasan panjang-panjang. Makanya, aku tuliskan yang menarik dan inti-intinya saja ya. Hehehe...

Awal mula aku mengenal kata 'Ember' adalah film "City of Ember" yang tayang tahun 2008 lalu. Aku dulu mengira "Ember" adalah ember untuk nampung air, katrok sekali kamu Bie, jadi aku membayangkan kota yang penuh ember. Hahaha...

Tapi, tidak demikian dong dengan novel ini.


"Dari kalangan pemuda yang ditempa oleh pertempuran, akan bangkit Dia Yang Telah Dinubuatkan, Kaisar Agung, momok bagi musuh-musuhkita, panglima militer terhebat. Dan, imperium akan menjadi utuh." - Hal 76


Sejak pertama kali Penerbit Spring mengumumkan akan menerbitkan novel “An Ember in The Ashes” karya Sabaa Tahir, aku tertarik. Melihat cover-nya, aku pun semakin tertarik. Namun, begitu membaca ulasan beberapa pembaca yang aku kenal, sempat muncul keraguan untuk membaca buku ini. Ulasan yang aku baca ada yang suka, ada yang suka banget, biasa saja, ada pula yang kurang menyukainya. Aku semakin ragu karena ada pertanyaan dalam diriku, “Akankah aku menyukai buku ini?”

Sebenarnya keraguan ini tanpa alasan sih. Ada novel yang terkenal, banyak yang suka, promonya bagus, premisnya menjanjikan, dan aku sangat menantikannya. Namun, setelah membaca buku tersebut, aku kecewa karena jauh dari ekspektasiku. Makanya, aku sempat was-was dan takut aku merasakan hal yang sama terhadap novel Ember ini.

Untunglah Spring membuka penawaran untuk menjadi host blog tour buku ini. Aku pun mendaftarkan diri karena aku berprinsip, “Baiklah! Mari coba baca buku ini.”. Syukurlah Spring memilihku. Aku senang. Aku bahagia.

Setelah bukunya aku terima, aku pun langsung membaca Ember ini tanpa pikir panjang lagi. Bahkan buku lain yang sedang aku baca, aku sisihkan dulu demi Ember. Membaca dua bab awal cukup membuatku merasa bahwa aku akan menyukai novel ini. Aku suka dan aku pun puas karena ketakutanku tidak terbukti. Hehehe…


Wah, malah curhat ya.

"Aku tidak percaya kisah itu sedikit pun, karena itu hanya mitos sampah." - Hal.77

Sebagai penutup rangkaian Blog Tour and Ask Author buku “An Ember in The Ashes” karya Sabaa Tahir ini, seperti biasa aku ingin menuliskan hal-hal yang aku suka dari novel ini. Daripada kalian membaca sinopsis atau ulasan lagi, mending aku tuliskan hal-hal yang aku sukai dan menjadi kelebihan novel ini, menurutku. Inilah dia…
  1. Aku suka setting negeri dengan didominasi oleh padang pasir. Setting padang pasir dan daerah kering sangat pas dengan tema cerita yang diciptakan oleh Sabaa Tahir karena lebih terasa menantang dan ‘kejam’. Selain itu aku pun membayangkan kebanyakan rumah penduduk di Imperium (Tribe maupun Scholar) didominasi oleh rumah batu/tanah dan tenda-tenda para pengungsi. Entah mengapa aku membayangkan hal tersebut.
  2. Aku suka tokoh-tokoh di buku ini dan perkembangan karakter mereka. Aku suka dengan kepolosan Laia, keberanian dan perubahan yang dia lakukan walaupun tidak banyak namun terasa pas. 
    Aku suka karakter Elias yang memiliki sifat memberontak dan kepedulian terhadap orang lain.
    Aku pun suka karakter Helene yang tegas, kuat, namun memiliki kerapuhan dan kepedulian. Kekuatannya patut dinanti perkembangannya.
    Karakter Keenan menurutku belum ada yang special sih. Biasa saja, namun ada yang bilang karakternya berkembang di buku selanjutnya. Jadi penasaran.Aku pun suka karakter Keris Veturia yang dingin, jahat, dan ada yang misterius dalam dirinya.
    Tokoh-tokoh pendukung lainnya, bahkan tokoh antagonis lainnya juga menarik untuk dikembangkan lebih lanjut.
  1. Aku suka kadar romance yang pas dan tidak berlebihan. Aku sempat khawatir lho ada yang mengatakan tidak suka asrama, eh, asmara yang terjadi di antara tokoh-tokohnya. Kalau bagiku sih sudah pas. Malah terasa sangat masuk dalam membangun ceritanya.
  2. Aku suka ujian-ujian yang harus dijalani para kandidat menjadi seorang kaisar agung. Penceritaan selama ujian berlangsung memang tidak panjang, namun keseruan dan kengeriannya sangat terasa. Good job Sabaa Tahir.Ada 4 ujian yang harus di taklukan 4 kandidat agar dapat membuktikan dirinya menjadi Kaisar Imperium. Ujian yang sangat menguras energi dan emosi.
    Aku suka  ujian untuk mencari kaisar baru. Memang setiap tahapan ujian tidak diceritakan secara panjang lebar, namun tetap menguras emosi dan jiwa. Aku salut akan penggambaran ujian oleh Sabaa Tahir ini.

Mereka berempat, dan empat sifatlah yang kami cari:
Keberanian untuk menghadapi ketakutan tergelap mereka
Kecerdikan untuk mengecoh musuh mereka
Kekuatan senjata, pikiran dan hati
Kesetian untuk memecahkan jiwa.
Kematian menggantikan segalanya.Persahabatan, cinta, kesetian. Kenangan indah yang kumiliki tentang orang-orang ini—tawa-tawa berderai, taruhan-taruhan yang dimenangkan, dan kenakalan-kenakalan yang direncanakan—semuanya telah dicuri. Yang bisa kuingat hanyalah hal-hal terburuk, hal-hal terkelam.
– Hal 397
  1. Aku suka cover novel ini. Jujur, cover berwarna hitam dengan percikan-percikan (api) berwarna keemasan terlihat sangat elegan. Kalian pasti setuju kan kalau cover “An Ember in The Ashes” ini elegan sekaligus indah.
  2. Mungkin sudah aku gambarkan sedikit di poin nomor dua. Aku suka perkembangan tokoh Laia. Perkembangan tokoh dari gadis lugu dan lemah bisa berubah dengan cara yang perlahan namun berkesan. Aku bersyukur penggambaran karakternya tidak dibuat menyebalkan, lemah, dan cari perhatian. Banyak tokoh utama perempuan yang membuatku illfeel dan ingin mendorong mereka ke jurang saking kesalnyaSelain itu, Helene pun tangguh dan bukan perempuan yang menyebalkan juga. Intinya, aku suka karakter perempuan tangguh.

Membicarakan kelebihan dan hal-hal yang aku sukai, tentu dibarengi dengan hal-hal yang kurang aku sukai dong. Ah, bukan kurang suka sih sebenarnya, cuma menurutku yang lemah dari buku ini. Hal yang menurutku kurang dari buku ini adalah…
  • Ada yang bilang awalnya terasa lambat dan ke belakang semakin seru. Justru buatku, awalnya terasa pas dan menarik, namun sempat terasa lambat dan agak membosankan di pertengahan, kemudian tensi menanjak lagi hingga akhir.

Hmmm...
Cuma ini saja sih. Hampir semua novel memiliki bagian yang menurun dan membuat pembaca bosan.
"Kau adalah bara di tengah abu. Kau akan menyala dan membakar, merusak dan menghancurkan. Kau tak bisa mengubahnya. Kau tak bisa menghentikannya-“ - Hal. 80

--- ** ---


Sebagai pemberhentian terakhir, maka aku pun akan menuliskan pertanyaan yang aku ajukan ke Sabaa Tahir. Cukup sedih sih dari empat pertanyaan yang aku ajukan hanya dijawab satu saja. Tiga pertanyaan lainnya keren, namun yang dijawab malah pertanyaan ini yang bikin sedih karena pertanyaan ini yang paling biasa tapi malah cocok untuk penutup. Hehehe... *labil.


Ini dia pertanyaannya: 

  • Any new book project? What kind of book you want to write in the future?

I am working on the third book in the Ember series. There will be a fourth after that, and then I will start on something new, I hope.
Aku sedang mengerjakan buku ketiga dalam serial Ember. Akan ada buku keempat juga, dan mungkin setelah itu aku akan memulai buku yang baru. Semoga.
Jadi, mohon bersabar ya untuk karya terbaru selain Ember series dari Sabaa Tahir. Jujur, aku penasaran sih kira-kira bakal menulis cerita yang seperti apa setelah Ember series berakhir.

Eh, bocoran juga nih buat kalian.

  • What should we expect that is going to happen on A Torch Against the Night?

Well, expect the story to get more grim, certainly! Bad things are happening in the Empire and our heroes will find it very difficult to stop them! And maaaaybe expect a bit of romance…. 
Yah, ceritanya akan menjadi lebih kelam, tentu saja. Hal-hal buruk terjadi di Imperium, dan pahlawan kita akan kesulitan untuk menghentikannya! Dan muuuungkin, kau bisa mengharapkan sedikit romansa…
  • Are there any message for your Indonesian readers?

I hope you guys enjoy the book, and thank you so so much for all of your support. I hope I will come to Indonesia one day and meet many of you in person! 
Aku harap kalian menikmati buku ini, dan terima kasih sebanyak-banyaknya untuk support kalian. Aku harap, suatu hari nanti, aku bisa datang ke Indonesia dan bertemu dengan kalian secara pribadi!

Untuk GIVEAWAY mohon klik banner di bawah ini saja ya :)


 Rating
 ★★★★☆










Regards,
Sulhan Habibi

8 Februari 2017

[Blogtour + Giveaway] Simon Vs. The Homosapiens Agenda (Becky Albertalli) - Penerbit Spring



Simon Vs The Homosapiens Agenda

Penulis : Becky Arbertally
Penerjemah : Brigida Ruri
Penyunting : Selsa Chyntia
Desain Sampul : Marla Putri
Penerbit : Spring
Tebal :  324 halaman
Cetakan Pertama : Januari 2016
ISBN : 978-602-60443-0-3

Rating : ★★★☆☆


*blurb*

"Gara-gara lupa me-logout akun E-mailnya, Simon tiba-tiba mendapatkan sebuah ancaman. Dia harus membantu Martin, si badut kelas, mendekati sahabatnya, Abby. Jika tidak, fakta bahwa dia gay akan menjadi urusan seluruh sekolah.

Parahnya lagi, identitas Blue, teman yang dia kenal via E-mail akan menjadi taruhannya.
Tiba-tiba saja, kehidupan SMA Simon yang berpusat pada sahabat-sahabat dan keluarganya menjadi kacau balau."

---

Nah, inilah awal mula konflik yang akan menjadi inti cerita dalam buku "Simon vs. The Homosapiens Agenda" karya Becky Arbertally ini. 

Punya email (surel) - memakai fasilitas umum untuk mengaksesnya - lupa log out (karena tidak sengaja ata kebiasaan) - ada rahasia di dalamnya yang tidak ingin diketahui orang lain (tidak selama kamu ingin itu rahasia) - diketahui orang lain - digunakan sebagai alat pemerasan.

Simon Spier setidaknya memiliki ke-sial-an tersebut karena ketidaksabarannya untuk berkomunikasi dengan Blue, teman berkirim pesan, yang sama-sama memiliki orientasi menyukai sesama jenis. Blue ini 'ditemukan' oleh Simon melalui postingan di "Tumblr Creeksecrets" sekolahnya (jujur aku gak tau Tumblr creeksecrets apaan. Kalau sekadar tumblr sih tahu - dasar katrok). Melalui keberanian dan kenekatan, Simon mencari tahu email Blue. 

Martin, teman sekolah dan teman satu klub drama, adalah orang yang mengetahui rahasia Simon tersebut melalui email yang dia 'temukan'. Selama ini tidak ada yang mengetahui Simon 'gay' kecuali dirinya sendiri dan Blue.
Martin, orang yang kikuk dan tidak populer, menggunakan rahasia Simon untuk memanfaatkan Simon mendekatkan dia dengan Abby (teman dekat Simon). Screenshot email antara dSimon dan Blue-lah senjata yang dia gunakan. Namun, Simon menanggapinya dengan setengah hati yang akhirnya membuat perubahan yang sangat besar dalam kehidupan sekolahnya, hubungannya bersama keluarga dan teman-temannya, serta yang paling dia khawatirkan yaitu identitas Blue dan juga perasaan Blue apabila semua ini terbongkar.

Makanya jangan lupa "log out" email maupun media sosialmu ya! :)

---

"Ini persoalanmu, Simon." - Leah.
"Tapi kau punya hak terhadap emosimu." - Simon 
"Meski begitu, ini bukan tentang aku." - Leah 
     -hal. 191-

Ada alasan mengapa aku tertarik untuk membaca buku ini.
Sejak tahun lalu, aku pernah melihat buku ini di toko buku, goodreads, maupun media sosial para 'bookish' dan membaca judulnya membuatku tertarik.

"Buku tentang apa ini? Kok judulnya ada homasapiens-nya?" Setidaknya, hal inilah yang pertama muncul dalam benakku. Homosapiens kan nama makhluk purba waktu belajar sejarah dulu.
Kemudian aku pun mencari tahu. Penasaran soalnya.

Selanjutnya Penerbit Spring mengumumkan akan menerbitkan buku ini. Aku tertarik apalagi cover yang ditawarkan untuk di-vote jauh lebih menarik dibandingkan cover aslinya.

Buku ini tentang LGBT, lebih tepatnya “gay” yang sangat sensitive, terutama di Indonesia. 

Beneran nih Penerbit Spring menerbitkan buku ini? Aku penasaran buku ini menceritakan apa lebih tepatnya dan penasaran untuk mengetahui, buku dengan tema LGBT ini mau di bawa ke arah mana? Aku merasa cerita remaja, romansa, apalagi LGBT palingan akan bercerita dengan formula yang hamper sama. Aku penasaran, apakah buku ini akan menawarkan sesuatu yang unik atau berbeda? Oleh karena itu, aku pun semakin penasaran.

Seperti kutipan di atas, buku ini memang fokus terhadap kisah hidup Simon yang mencakup dirinya sendiri, keluarganya, sahabat-sahabatnya, rahasianya, asmara dan orang dia sukai, dan problematika di dalamnya. Jadi, buku ini tidak hanya fokus terhadap rasa suka sesama jenis, jika kita bisa lebih terbuka, akan ada makna kekeluargaan dan persahabatan di dalamnya.

siapa suka Oreo?? Aku suka :P

Kalian mungkin sudah membaca postingan blogtour hari pertama di blog @raafian dan hari kedua di blog @widywenny yang lebih lengkapnya. Oleh karena itu aku akan membahas apa yang menarik bagiku dari buku ini.


  • Buku ini berkisah tentang fase "coming age" atau masa remaja karena kisahnya sendiri mengenai kisah anak SMA. Bagiku tidak ada masalah dengan tema ini karena kisah masa sekolah selalu punya cerita terseniri walaupun kisahnya hampir sama. Kisah cinta masa remaja pun pasti berkutat masalah 'itu-itu saja', yaitu masa kasmaran, pendekatan, tingkah konyol, dan persaingan perebutan hati, dan drama yang 'dilebih-lebihkan'. Yah, namanya juga remaja. Aku sudah melewati fase tersebut dan sekarang palingan senyum saja membaca kisah para remaja.
  • Kisah hubungan Simon dengan keluarganya (Orang tua dan saudara perempuannya) menarik. Hubungan mereka terasa sangat real dan alamiah layaknya hubungan dalam keluarga. Bagaimana orang tua atau saudara kita selalu melebih-lebihkan suatu hal sehingga kita malas untuk bercerita dan cenderung menyimpannya buat diri sendiri. Ada pula bagaimana orang tua menetapkan aturan yang ketat untuk anak-anaknya. Tapi, yang namanya keluarga pasti akan selalu mendukung anggota keluarganya yang lain.
  • Kisah hubungan Simon dan sahabat-sahabatnya (Nick, Leah, dan Abby) juga menarik. Hubungan persahabatan yang lama kadang justru membuat kita tidak nyaman untuk langsung bercerita. Hal ini bisa disebabkan karena kita menganggap terlalu banyak hal yang mereka ketahui tentang kita. Persahabatan yang telah bertahun-tahun pun sering tidak menyadarkan kita bahwa banyak hal yang (kadang) tidak kita ketahui tentang sahabat kita. Hal inilah yang dialami Simon Spier. Rahasia membuatnya harus lebih memperdulikan sahabat-sahabatnya dan memperjuangkan kebersamaan mereka.
  • Simon suka OREO. Banyak Oreo yang dibahas di buku ini sebagai makanan kesukaan Simon. Bahkan dibahas mengenai Oreo goreng. Aku sampai berpikir bentuk dan rasanya seperti apa. Hehehe...

Harry Potter - suka dong!
  • Simon suka Harry Potter (siapa sih yang tidak suka? Siap-siap dikatai yang pedas sama Simon kalau gak tahu Harry Potter) dan suka superhero. Aku juga suka sih. Membaca hal yang kita sukai dibahas dalam sebuah buku tentu saja menyenangkan.
  • Identitas Blue dirahasiakan hingga akhir cerita. Sama seperti para pembaca lainnya, aku pun ikutan menebak sosok Blue yang sebenarnya. Aku beberapa kali menebak orang yang aku curigai sebagai Blue, namun ujung-ujungnya salah. Identitas Blue yang susah ditebak (bagiku) ini menarik sih.
  • Komunikasi melalui email. Aku suka hal ini. Entah mengapa, namun sejak dulu aku suka konsep cerita yang bertukar pesan dengan orang yang tidak mereka kenal dan timbul rasa ketertarikan di sana. Banyak cerita dan film dengan konsep seperti ini dan aku selalu suka. Bahkan aku akui bahwa percakapan melalui email antara Simon dan Blue adalah salah satu hal yang paling aku sukai di buku ini.
  • Sikap Simon dalam menghadapi situasi yang dia hadapi aku suka. Reaksinya terhadap segala sesuatu tidak berlebihan, malah cenderung "nyantai". Well, ini lebih baik sih, daripada remaja emosi dan baperan (#eh).
Ada adegan Simon dan kopi yang cukup menarik di buku ini

Kalau catatan penting lainnya terhadap buku ini adalah:

Kisah yang ditawarkan sebenarnya biasa saja dengan konflik yang biasa saja sebenarnya. Tidak ada sesuatu yang baru, tidak ada sesuatu yang spesial. Namun, tema 'gay' inilah yang membuatnya cukup berbeda. Bukan berarti aku setuju/mendukung tentang hal ini sih. Seandainya ini kisah antara remaja putra dan putri, maka terasa 'sweet'-nya, namun karena ini antara dua remaja laki-laki, ya aku akui ada perasaan yang agak 'geli' gimana gitu sewaktu membacanya. Dibutuhkan kedewasaan dan pikiran yang terbuka untuk membaca buku ini.

Namun, terlepasa dari semua hal tersebut di atas, buku ini layak kok dibaca sebagai bacaan yang menghibur, menyegarkan, dan menyenangkan. Setidaknya beberapa kali dibuat tertawa oleh buku ini.

"Ada sebagian besar dari diriku yang sedang kuuji coba. Dan aku tidak tahu bagaimana bagian diriku berjalan selaras. Bagaimana aku harus menjalaninya. Ini seperti versi baru diriku. Aku hanya perlu seseorang yang bisa menemaiku menjalaninya." -hal. 302-



**GIVEAWAY**
**UPDATE PEMENANG**



Ada satu buah bookmark Oreo persembahan dari Penerbit Spring buat kalian nih. Kalau giveaway buku "Simon" sepertinya akan bisa kalian ikuti setelah mengikuti seluruh rangkaian blog tour.
Siapa yang mau bookmark Oreo? Angkat tangan!! *aku sebenarnya mau juga sih.

Nah, caranya gampang kok:
  1. Ikuti blog "Just a Though" via Google Friend Connect (GFC), Google+. Follow akun Twitter @sulhanhabibi dan Twitter @penerbitspring (wajib). Boleh juga ikuti IG @PenerbitSpring dan IG @sulhanhabibi (yang ini tidak wajib. Tapi boleh lho intip-intip instagram saya #sekalianpromosi).
  2. Bagikan tautan giveaway ini via akun media sosialmu dengan mention akun di atas.
  3. Tulis akun Twitter, kota domisili, dan tautan share tweet pada kolom komentar di bawah ini. 
  4. Giveaway ini berakhir pada 12 Februari 2016 pukul 24.00 WIB. Pengumuman pemenang secepatnya (paling lambat 3 hari setelahnya).
Semoga beruntung ya!




Jangan lupa besok mampir di blog noeranggadila.blogspot.co.id ya di pemberhentian terakhir rangkaian blogtour "Simon vs The Homosapiens Agenda" dari Penerbit Spring.


Terima kasih banyak buat yang telah membaca review dan mengikuti giveaway Simon dari Penerbit Spring ini. Ada 31 orang yang mengikuti giveaway perdana di blog-ku. Banyak juga sih.

Nah, karena ada satu orang pemenang, aku memilih secara acak. Maunya sih menangin semua, tapi apa daya hadiahnya cuma buat satu orang.

Pemenang GA Simon Blog Tour kali ini adalah...

Kiki RizRyeo (@Kikii_Rye)

Selamat untuk pemenang!!

Data diri berupa nama, alamat, dan nomor HP mohon segera kirim ke email soulhahnmail@gmail.com ya.

Buat yang lain semangat dan semoga beruntung di kesempatan lain.

**


Regards,



Sulhan Habibi