Langsung ke konten utama

#cumangomong Sebuah Pemikiran Tentang Lagu dan Musik (1)

Sudah sangat lama keinginan menulis sesuatu tentang lagu atau musik itu ada. Taapiii... karena mood yang sering hilang waktu ingin menulis, maka, sampai dengan beberapa bulan bahkan mungkin lebih setahun, ide tentang lagu dan musik itu hanya berupa lembar dengan judul saja :)

Akhirnya, setelah membulatkan tekad, tulisan ini pun tercipta walaupun sangat berbeda dari konsep awal yang ingin aku tulis, namun intinya tetap sama, yaitu pandanganku terhadap lagu dan musik. Tapi, mungkin lebih dikhususkan lagu saja ya.

Tulisan ini akan menjadi beberapa bagian, tergantung mood menulis dan apa yang aku ingat saja.
Oke, inilah dia pemikiran saya tentang lagu tersebut...


- 1 -

Lagu dan Musik itu sama halnya dengan Film dan Buku, adalah masalah selera. Pakaian dan makanan juga termasuk masalah yang berkaitan dengan selera. Jadi masalah suka atau tidak, itu tergantung masing-masing personal. Karena masalah selera juga, maka musik itu tidak dapat dipaksakan kepada orang lain agar menyukai musik yang sama dengan yang kita sukai. 

Kalaupun aku suka dengan suatu lagu, entah yang hampir semua temanku gak kenal lagu dan penyanyinya, mau lagu mainstream yang pasaran dan menurutku keren banget, belum tentu orang lain akan suka. Dan memaksakan sesuatu berdasarkan selera itu susah. Kalau gak lapang dada (eissh) bisa-bisa malah cuma bikin sakit hati (pengalaman dikit sih). 

Pernahkan suka banget sama lagu atau film trus temenmu gak suka? Kamu sarankan untuk dengerin atau ditonton, trus bilang bagus kok, coba didenger dulu, dan dia tetep menolak trus bilang jelek kan itu bikin dongkol. Jadi, biarkan saja kamu nikmati lagu-lagu yang kamu suka dan biarkan orang lain dengan lagu kesukaan mereka. Jangan saling ejek karena hanya akan menimbulkan sakit hati dan bahkan mungkin permusuhan (*bijak banget saya ini :P)

Eh, ngomong-ngomong, masalah 'tidak suka' itu kadang aneh ya. Aku katakan aneh karena kadang bilang 'tidak suka' sesuatu namun  tidak suka tanpa alasan yang benar-benar ada, nyata, atau alasan yang cukup kuat untuk tidak suka. Malah kadang 'tidak suka' karena gak suka aja. kalau ditanya alasannya malah bingung karena emang ngerasa 'gak suka aja'. Ya emang begitu sih. Hahaha :D

Komentar

  1. dan bahkan ada yg bilang ga suka padahal tahu aja belum

    BalasHapus
  2. iya ya?
    kadang yang namanya ga suka susah dijelaskan.

    BalasHapus
  3. salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
    Pikiran yang positiv dan tindakan yang positiv akan membawamu pada hasil yang positiv.,.
    ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Homunculus Vol.11 (Bayangan?)

Hari Kamis, 23 Juni 2011 kemarin aku membaca komik Homunculus Volume 11. Komik Homunculus ini adalah manga karya Yamamoto Hideo *gak kenal sih sama pengarangnya, dan bercerita mengenai seorang tokoh utama dalam komik ini yang bernama Susumu Nakoshi. Susumu Nakoshi merupakan seorang gelandangan yang hidup dan tinggal di dalam mobilnya yang berada di antara sebuah gedung mewah (hotel) dan taman (tempat banyak gelandangan tinggal) - dua tempat yang dapt menggambar dunia dengan sangat kontras, bertolak belakang. Susumu memiliki kebiasaan unik, yaitu tidur layaknya seorang bayi yang butuh perlindungan (meringkuk sambil menghisap jempol). Suatu hari, dia mendapat tawaran dari seorang yang mengaku sebagai mahasiswa kedokteran bernama Manabu ito. Penampilannya padahal urakan dan metal *gak yakin sama penggambarannya. Manabu menawarkan akan memberikan uang sebesar 700 ribu yen asal bersedia tengkoraknya dilubangi. Jika tengkoraknya dilubangi, maka indera ke

[Book Review] Penjelajah Antariksa #5 : Kapten Raz - Djokolelono

Penjelajah Antariksa #5 : Kapten Raz Penulis : Djokolelono Penyunting : Yessi Sinubulan Desain Sampul dan Ilustrasi : Oki Dimas Mahendra Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) Cetakan Pertama Juni 2016 KPG 59 15 01201 ISBN 978-602-424-061-5 Tebal v + 189 halaman Buku ke-5 seri Penjelajah Antariksa dari Djokolelono berjudul Kapten Raz akhirnya terbit juga setelah menunggu sekitar setengah tahun. Buku ke- ini pun masih menceritakan petualangan empat bersaudara Vied, Veta, Stri, dan Raz. Lebih tepatnya melanjutkan kisah buku ke-4 secara langsung di mana akhir buku keempat yang 'nanggung' banget. Setelah kecelakan pesawat yang mereka naiki, Veta, Stri, Mesi, Omodu, dan Kolonel Verea harus terdampar di suatu tempat tanpa ada alat komunikasi apapun. Bab pertama buku kelima ini menyuguhkan pergulatan hati Mesi yang cenderung berubah-ubah terutama sikap dan pandangannya terhadap Veta. Selain itu pula, badai Radiasi Rho-M mengancam keberadaan Starx sebagai

Our Town (The Town That You Live In - Sebuah nostalgia tentang kampung halaman)

Our Town - James Taylor (Cars OST) Long ago, but not so very long ago The world was different, oh yes it was You settled down and you built a town and made it live And you watched it grow It was your town Time goes by, time brings changes, you change, too Nothing comes that you can't handle, so on you go Never see it coming, the world caves in on you On your town Nothing you can do. Main street isn't main street anymore Lights don't shine as brightly as they shone before Tell the truth, lights don't shine at all In our town Sun comes up each morning Just like it's always done Get up, go to work, start the day, Open up for business that's never gonna come As the world rolls by a million miles away Main street isn't main street anymore No one seems to need us like they did before It's hard to find a reason left to stay But it's our town Love it anyway Come what may, it's our town. *** Saya foto 22/7/2009 setelah