26 Januari 2015

KISAH SEBATANG PENSIL (Seperti Sungai yang Mengalir – Paulo Coelho)

Rasanya tangan gatal sekali pengen menulis sesuatu, mencurahkan sesuatu, apapun itu.

Tumben, setelah sekian lama, aku ngerasa haus akan buku. Ditengah banyaknya kesibukan, kadang rasanya terlalu lelah untuk melihat rangkaian huruf-huruf dan kata-kata. Minat baca buku dikalahkan oleh rasa lelah. Tapi, entah kenapa, kali ini aku ingin menulis sesuatu. ingin membaca sesuatu. Makanya, aku butuh untuk posting sesuatu di blog dalam waktu yang singkat (*ada apa pula yang terjadi dengan diriku? Hehehe...)

Tulisan ini kutipan dari kisah-kisah inspiratif. buah pikiran dan renungan Paulo Coelho. Aku pernah membaca beberapa buku karangan beliau, tapi lupa judulnya. Judul yang paling aku ingat sih The Alchemist (tentu saja - populer banget). Di tengah hasrat ingin membaca buku, aku pinjam nih bukunya teman kantor "Seperti Sungai yang Mengalir - Paulo Coelho".
Baru baca sekitar 20-an halaman sih, tapi ada salah satu tulisan yang menurutku menarik.

Kenapa aku memposting tulisan ini?
Bagiku "Kisah Sebatang Pensil" ini menarik. Mungkin ada beberapa tulisan tentang kehidupan yang mirip dengan kisah sebatang pensil ini, tapi tetap saja (menurutku) kisah sebatang pensil ini menarik dan patut untuk direnungkan lebih dalam.

Kisah sebatang pensil ini menarik dan lengkap. Lengkap dalam artian bahwa tulisan ini mencakup 3 hal, Tuhan dan segala kuasa-Nya, diri sendiri, dan orang lain. Inilah yang menurutku salah satu alasan kisah sebatang pensil ini menarik.

Selain itu, aku suka analogi yang dipakai untuk bekal dalam bertindak dalam hidup, sebatang pensil. Menarik bukan? Kadang hal-hal kecil itu bisa menjadi luar biasa jika bisa dianalogikan dengan sesuatu yang tepat.

Halaaah... Sudahlah, daripada terlalu banyak basa-basi, berikut kutipan kisah sebatang pensil tersebut. Semoga siapa pun yang membaca tulisan ini mendapatkan sesuatu yang berharga dalam hidupnya. Amin..


Seperti Sungai yang Mengalir - Paulo Coelho
(image sumber google.com)


Kisah Sebatang Pensil - Paulo Coelho



Si anak lelaki memandangi neneknya yang sedang menulis surat, lalu bertanya,
“Apakah Nenek sedang menulis cerita tentang kegiatan kita? Apakah cerita ini tentang aku?”

Sang nenek berhenti menulis surat dan berkata kepada cucunya,
“Nenek memang sedang menulis tentang dirimu, sebenarnya, tetapi ada yang lebih penting daripada kata – kata yang sedang Nenek tulis, yakni pensil yang Nenek gunakan. Mudah – mudahan kau menjadi seperti pensil ini, kalau kau sudah dewasa nanti.”

Si anak lelaki merasa heran ; diamat – amatinya pensil itu, kelihatannya biasa saja.
“Tapi pensil itu sama saja dengan pensil – pensil lain yang pernah kulihat!”

“Itu tergantung bagaimana kau memandang segala sesuatunya. Ada lima pokok yang penting, dan kalau kau berhasil menerapkannya, kau akan senantiasa merasa damai dalam menjalani hidupmu.

Pertama, kau sanggup melakukan hal – hal yang besar, tetapi jangan pernah lupa bahwa ada tangan yang membimbing setiap langkahmu. Kita menyebutnya tangan Tuhan. Dia selalu membimbing kita sesuai dengan kehendak-Nya.

Kedua, sesekali Nenek mesti berhenti menulis dan meraut pensil ini. Pensil ini akan merasa sakit sedikit, tetapi sesudahnya dia menjadi jauh lebih tajam. Begitu pula denganmu, kau harus belajar menanggung beberapa penderitaan dan kesedihan, sebab penderitaan dan kesedihan akan menjadikanmu orang yang lebih baik.

Ketiga, pensil ini tidak keberatan kalau kita menggunakan penghapus untuk menghapus kesalahan – kesalahan yang kita buat. Ini berarti, tidak apa – apa kalau kita memperbaiki sesuatu yang pernah kita lakukan. Kita jadi tetap berada di jalan yang benar untuk menuju keadilan.

“Keempat, yang paling penting pada sebatang pensil bukanlah bagian luarnya yang dari kayu, melainkan bahan grafit di dalamnya. Jadi, perhatikan selalu apa yang sedang berlangsung di dalam dirimu.

“Dan akhirnya, yang kelima, pensil ini selalu meninggalkan bekas. Begitu pula apa yang kau lakukan. Kau harus tahu bahwa segala sesuatu yang kau lakukan dalam hidupmu akan meninggalkan bekas, maka berusahalah untuk menyadari hal tersebut dalam setiap tindakanmu.”

24 Januari 2015

[Book Review] The Silkworm - Robert Galbraith

The Silkworm - Koleksi Pribadi

Pengarang : Robert Galbraith
Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama 2014
536 halaman
Harga Rp119.000,- (Soft Cover)
ISBN 978-602-03-0981-1

Alih Bahasa: Siska Yuanita ; Alih Bahasa Kutipan : M. Aan Mansyur.
Desain sampul mengikuti novel asli, dengan beberapa perubahan oleh Marcel A.W.


Aku jatuh cinta dengan The Cuckoo’s Calling. Oleh karenanya, setelah 3 hari perilisan resmi novel ke-2 kisah detektif partikelir Cormoran Strike dan asistennya Robin Ellacott akhirnya aku dapatkan. Senang banget karena rilis edisi bahasa Indonesia-nya tergolong cepat. Yey..!!

Buku kedua kisah Cormoran Strike dan Robin berjudul The Silkworm atau dalam bahasa Indonesia Ulat Sutra.

Ada apa dengan Ulat Sutra?
Mengapa judulnya ulat sutra?
Kasus apakah yang akan dihadapi oleh Cormoran Strike kali ini?

Penasaran.

Kisah dalam buku ini bercerita tentang Cormoran yang kini namanya sudah dikenal (terkenal) banyak orang setelah mengungkapkan kebenaran dibalik kasus pembunuhan model ternama Lula Landry. Banyak kasus yang datang kepada mereka, namun kebanyakan masalah perselingkuhan dan harta. Kasus-kasus seperti membuat Cormoran jenuh dan tidak terlalu bersemangat.

Di tengah beberapa kasus perselingkuhan yang ditangani, Cormoran justru tertarik untuk menerima tawaran dari seorang wanita yang kelihatannya tidak akan mampu membayar upah penyelidikan Cormoran. Cormoran dimintai tolong untuk mencari suaminya yang menghilang dan membawanya pulang. Seorang yang hilang ini adalah novelis bernama Owen Quine. Sang istri, Leonora Quine, mengira suaminya pergi begitu saja seperti yang pernah dilakukan sebelumnya, jadi dia sebenarnya gak terlalu khawatir. Tapi tetap membutuhkan suaminya untuk pulang apalagi kondisi anak mereka yang ‘berbeda’ dan mebutuhkan kehadiran ayahnya.

Ternyata, kasus hilangnya Owen Quine bukanlah kasus menghilang sejenak yang biasa saja. Kenyataan di balik menghilangnya sang penulis jauh lebih kompleks dari dugaan sang istri dan Cormoran. Apalagi ketika Cormoran menemukan sang penulis tewas terbunuh dengan cara yang keji, sadis dan dilakukan dengan perencanaan yang sangat matang.

Owen Quine sedang mengerjakan sebuah novel yang kontroversial yang berjudul Bombyx Mori alias ‘Ulat Sutra’.

Mengapa kontroversial?

Hal ini disebabkan karena isinya menyinggung dan menghujat banyak orang, terutama orang-orang yang dekat dengannya. Rahasia dan keburukan mereka diungkapkan secara simbolik melalui tokoh-tokoh yang ‘aneh’ di dalam novel tersebut dan kata-kata yang vulgar dan menjijikkan.

Hanya sedikit orang yang mengetahui keberadaan novel ini karena belum diterbitkan. Namun, orang-orang yang disinggung dalam novel tersebut sebagian besar sudah mendapatkan salinan naskahnya. Jadi wajar banyak orang yang terkait novel itu dicurigai membunuh sang novelis karena cara pembunuhannya mengikuti cara pembunuhan yang digambarkan dalam novel Bombyx Mori tersebut. Kalau menelusuri kisah Owen dan hubungannya dengan orang-orang sekitarnya, orang-orang tersebut masing-masing punya alasan untuk membunuh sang penulis.

Siapa saja yang disinggung dalam novel Bombyx Mori tersebut?
  • Leonora Quine : istri Owen Quine
  • Kathryn Kent : Pacar rahasia Owen Quine
  • Pippa Midgley : Perempuan yang masih muda yang mengaku tahu apa yang sedang ditulis Owen
  • Elizabeth Tassel : Agen Owen Quine, dulu juga seorang penulis.
  • Jerry Waldegrave : Editor Owen Quine
  • Michael Francourt : Sahabat Owen yang juga seorang penulis. Namun hubungannya dengan Owen tidak terlalu baik.
  • Daniel Chard : Presiden penerbit Roper Chard.

Ada pula Nina Lascelles yang membantu Cormoran mendapatkan salinan naskah Bombyx Mori dan beberapa tokoh lainnya.

Leonora Quine dicurigai oleh polisi sebagai pelaku utamanya karena motifnya ada dan didukung alibi yang lemah. Namun, Cormoran tentu saja tidak percaya begitu saja, bahkan seolah berlomba dengan waktu untuk mengungkap pelaku sebenarnya sebelum Leonora dijatuhi hukuman.

Kebenaran apakah yang ada di balik kasus pembunuhan Owen Quine dan novel Bombyx Mori?

Siapakah yang membunuh Owen Quine? Kenapa?

Pertanyaan yang menimbulkan rasa penasaran hingga lembar terkahir dan layak didapatkan jawabannya di akhir setelah melalui proses penyelidikan oleh Cormoran dan Robin. Luar biasa!

Kisah The Silkworm menceritakan kehidupan para penulis dan persoalan yang ada di dalamnya. Menarik.


Opini Pribadi :

The Silkworm karya Robert Galbraith masih memiliki daya pikat yang kuat seperti halnya The Cuckoo's Calling. Bahkan level kasus pembunuhannya jauh lebih mengerikan dan kompleks dibandingkan dengan The Cuckoo's Calling.

Yang bikin suka :
  • Suka cerita detektif tentu saja. Apalagi kasus di buku ini lebih kompleks dibandingkan yang pertama, lebih seru, pembunuhannya lebih sadis, dan tentu saja lebih menegangkan.
  • Hubungan antara Cormoran Strike dan Robin semakin dekat. Bahkan Robin kini perannya tidak hanya sebagai asisten biasa. Hal ini disebabkan karena Robin ingin lebih dari asisten apalagi dia memiliki kemampuan yang bias diandalkan. Dia ingin sejajar dengan Cormoran, oleh karena itu konflik yang terjadi antara mereka sering bikin senyum-senyum sendiri. Apalagi kalau sudah berhubungan dengan masalah Cormoran – Robin – Matthew (tunangan Robin), aku suka banget. Hehe.. Robin bersikeras mempertemukan Cormoran dengan tunangannya, Matthew. Namun, hubungan yang terasa dingin cenderung bermusuhan tanpa sebab antara kedua lelaki itu membuat Robin serba salah.
  • Pelakunya mungkin bagi sebagian orang sudah bisa ditebak karena motif dan keterlibatannya tersebar di seluruh cerita, akan tetapi tetap saja, ada rahasia tak terduga yang luar biasa di akhir kisah, Selain itu, aku menyukai cara Cormoran mencari bukti, motif, dan pelakunya. Sama seperti The Cucukoo’s Calling, wawancara satu persatu dengan para tokoh yang terlibat sangat menarik untuk diikuti. Seolah-olah kita ikut dalam sesi wawancara tersebut.
  • Di buku ini, semakin banyak tokoh yang dimunculkan yang berhubungan dengan Cormoran Strike. Tokoh tersebut adalah teman dan juga saudaranya. Mereka tentu saja muncul dengan kontribusi membantu penyelidikan Cormoran. Rasanya senang tokoh-tokoh di sekitar Cormoran dimunculkan, apalagi orang-orangnya seru dan unik. Semoga nanti peran mereka semakin banyak dan menarik.
  • Lagi dan lagi, dalam cerita The Silkworm banyak digambarkan Cormoran mampir ke sebuah cafe, restoran atau tempat makan lainnya di sekitaran London. Ah, ini bagian yang aku suka juga karena penggambaran tokoh yang sedang makan selalu bikin lapar dan pengen nyobaingen. Sluurrrp..

Kelemahan :
  • Menurutku, bagian awal pembuka buku ini agak membingungkan. Pembukanya tidak ditampilkan dengan prima layaknya The Cukckoo's Calling. Kesannya terburu-buru (mungkin juga karena waktu baca aku tidak konsentrasi sepenuhnya).


Kesimpulan :
Suka dan tentu saja gak sabar nunggu kisah selanjutnya. Ayo Robert Galbraith, aku menunggu kisah Cormoran dan Robin selanjutnya :)


Nilai : 4 dari 5



*Baru tahu kalau ulat sutra itu tidak disiram zat asam ; Ulat sutra direbus untuk mendapatkan kepompongnya :(

16 Januari 2015

Next Project - Awal Tahun 2015

Karena alasan kesibukan banyak tulisan yang tertunda. Padahal banyak buku dan film yang mau aku review. Semoga aja dalam waktu dekat bisa nulis dan posting lagi...

Dalam rentang bulan Oktober 2014 - Januari 2015 cukup banyak novel bagus yang aku baca dan film yang menarik untuk diulas. Ada juga opini-opini lainnya. Janji sih akan posting secepatnya.

Ini nih daftar yang mau aku bahas...

Buku - Novel :

1. The Silkworm - Robert Galbraith (Buku ke-2 serial detektif JK. Rowling setelah The Cuckoo's Calling)
2. Supernova : Gelombang - Dee Lestari
3. Gone Girl - Gillian Flynn (Novel ini keren bangeeeeet. Mau bahas filmnya juga)
4. The Scorch Trials - James Dashner (Buku ke-2 serial The Maze Runner)
5. Manxmaouse
6. The Hobbit - JRR Tolkien

Movies:
1. Gone Girl (2014)
2. The Hobbit trilogy
3. The Maze Runner (2014) - barengan dengan novel ke-2nya

Opini - Artikel - Dll :
1. PPKCL - dari dulu pengen banget nulis tentang teman-teman PPKCL
2. Oscar 2015 (nominasi dan prediksi)

Yah, dalam waktu dekat list yang di atas dulu yang akan aku tulis.

Ayo semangat...!
Ayo semangat...!
Ayo semangat...!