28 November 2015

[Book Review] Fortunately, The Milk - Neil Gaiman



Judul Buku : Fortunately, the Milk – Untunglah, Susunya
Penulis : Neil Gaiman
Ilustrator : Skottie Young
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Alih bahasa : Djokolelono
Cetakan pertama : 2014
Tebal : 128 halaman
ISBN : 978-602-03-1225-5


Hmm... Buku yang ANEH!
Itulah yang terlintas di benakku sewaktu membaca buku ini. Aneh tapi seru dan juga lucu (karena aku sempat beberapa kali tertawa) membaca kisahnya.

Ceritanya sih sederhana, eh, aneh. Sebuah keluarga yang kehabisan susu di waktu pagi hari. Sang ibu sedang bertugas ke luar kota, sedangkan dua anaknya mencari susu untuk sarapan yang ternyata habis. Sang ayah akhirnya ke toko pojok untuk membeli susu dan ketika itulah terjadi petualangan sang ayah dengan sebotol susunya.

Sewaktu dalam perjalanan pulang, sang ayah diculik alien berlendir, bertemu komplotan bajak laut, diselamatkan profesor Steg – yang ternyata seekor Stegosaurus - dengan balon udaranya, ada suku pedalaman yang menunggu korban persembahan, ikan piranha, petapa gunung, kuda poni, wumpire (yang sepertinya sih Vampire). Dari makhluk-makhluk yang muncul saja bisa ditebak betapa ‘aneh’nya cerita ini. LoL. 

Aku suka buku ini. Selain ceritanya yang singkat, buku ini penuh ilustrasi yang menakjubkan. Ilustrasi ceritanya keren banget dan membuat buku ini semakin menarik.
Ilustrasinya ekspresif, style gambarnya keren dan unik. Lihat ilustrasi buku ini malah jadi pengen diwarnai sendiri biar semakin berwarna dan ceria. Sungguh menggoda :)

Membayangkan sang ayah bercerita tentang petualangannya dalam membeli susu sangat menyenangkan. Membayangkan kedua anaknya yang mendengar cerita sang ayah yang tidak masuk akal dan sesekali mereka menyela juga sangat menyenangkan. Aku membayangkan keceriaan di antara mereka dan membayangkan keseruan yang tercipta ketika dalam setiap bagian cerita sang ayah.

Pertanyaannya adalah, “apakah cerita sang ayah benar-benar terjadi?”

“Untunglah susunya disimpan baik-baik dalam kantong”


Nilai : 4/5

*Aku membayangkan membacakan cerita ini ke puteri-ku suatu saat nanti. Aku membayangkan ekspresinya yang takjub, heran, gembira, dan penuh antusias untuk berimajinasi. Bercerita itu memang menyenangkan...

8 November 2015

[Book Review] All Creatures Great and Small - Segala Makhluk Besar dan Kecil



ALL CREATURES GREAT AND SMALL
“Segala Makhluk Besar dan Kecil”

Judul Asli  : All Creatures Great and Small
Penulis  : James Herriot
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal  : 640 halaman
ISBN 978-602-03-0976-7
Cetakan Pertama 2014

Awalnya aku mengira novel ini adalah novel baru, karya yang terbit sekitar tahun 2000-an, tapi ternyata salah, buku ini ternyata ditulis tahun 1972. Lama juga ya. Hehehe...
Awal baca sinopsisnya yang bercerita tentang James Herriot muda yang berprofesi sebagai dokter hewan muda dengan segala kesenangan dan tantangannya, aku langsung membayangkan manga Dr. Koto – manga yang bercerita tentang dokter di pulau terpencil dan Wild Life - manga yang bercerita tentang dokter hewan yang ceritanya unik dan lucu. Kedua manga itu aku suka, oleh karenanya aku membayangkan novel All Creatures Great and Small ini merupakan perpaduan kedua cerita manga tersebut.

Membaca novel ini ternyata memerlukan perjuangan bagiku. Sekitar 6 bulan membaca barulah novel ini benar-benar habis aku baca. Bukan karena gak menarik sih, tapi karena kesibukan dan kegiatan lainnya membuatku sempat mengabaikan novel ini selama 4 bulan. Namun, setelah bertekad bulat, akhirnya selesai juga. Tsaaaaah....

Novel ini, tepatnya sebuah buku harian, yang menceritakan tentang seorang dokter hewan muda yang baru praktek bernama James Herriot. Praktek di pedesaan Yorkshire – sebuah daerah di Inggris. Keinginannya menjadi dokter hewan diawali karena kesukaannya dengan anjing dan kucing peliharaannya. Padahal alasan itu tidaklah cukup menjadi alasan menjadi dokter hewan. Herriot sendiri membayangkan menjadi dokter hewan untuk hewan-hewan peliharaan kecil dengan tempat praktik dan peralatan yang canggih. Namun, takdir memang berkata lain. Banyak pengalaman yang dialaminya selama bekerja, karena kenyataan di dunia kerja nyata sangat berbeda dengan yang dibayangkan/dipelajari selama belajar di bangku kuliah.
Gak Cuma dokter hewan aja sih, tapi hampir semua pekerjaan terasa sangat berbeda ketika sudah terjun ke dunia kerja dibandingkan pada saat di kampus (sudah, eh, sedang mengalaminya sih, jadi tahu).

Herriot bekerja sebagai bawahan seorang dokter hewan bernama Siegried. Sifat Siegfried ini cukup unik, seenaknya sendiri, sering lupa mencatat kunjungan dan tagihan pasiennya, tidak teratur, dan paling suka ‘menyiksa’ saudaranya sendiri, Tristan.
Tristan, adik Siegfried masih bestatus mahasiswa kedokteran. Dia sering menjadi sasaran amarah, protes, dan sindiran sang kakak. Sifatnya yang santai dan kadang sering berbuat kesalahan atas pekerjaan yang sepele membuatnya sering dimarahi Siegfried. Interaksi antara Siegfried dan Tristan terbilang unik. Begitu bertemu, pasti debatlah yang terjadi. Kisah perselisihan saudara ini salah satu kisah yang sangat lucu, karena beberapa kali aku tertawa membaca pertengkaran mereka.

Pengalaman adalah guru terbaik. Makna kalimat ini sangat terasa di buku ini. Pengalaman mengajarkan banyak hal. Teori itu sangat berbeda dengan praktek karena keadaan di lapangan tidak akan pernah sama walaupun untuk kasus yang sama.
Banyak sekali kejadian lucu ketika praktek dokter hewan. Ada kisah anjing peking yang bernama Tricki Woo yang terlalu dimanja pemiliknya. Segala jenis makanan diberikan dan bahkan mengangkat Herriot menjadi pamannya Tricki Woo.
Ada kejadian tentang sapi yang tidak bisa berjalan lagi setelah melahirkan. Ada pengalaman menjadi asisten pengganti seorang dokter bernama Grier yang seolah membencinya dan selalu mengerjainya dengan diagnosis yang aneh-aneh.
Ah, terlalu banyak kisah menarik, lucu, dan ajaib lainnya ketika menangani hewan dan juga berhadapan dengan pemiliknya. Tidak ada kisah yang membosankan.
                                              
Aku suka dengan novel ini.
Tema yang diangkat sangat berbeda dengan buku/novel yang selama ini aku baca.
Buku ini lucu, menarik, menyenangkan, penuh ilmu dan tantangan. Buku ini memang semacam buku harian sang dokter hewan sendiri. Setiap bab penuh dengan kisah yang unik, lucu, sekaligus penuh hal-hal menarik. Membaca buku ini sungguh terasa suka duka dan penuh warnanya kehidupan seorang dokter hewan di pedesaan. Bekerja menjadi dokter hewan berarti harus siaga 24 jam karena pasien bisa saja harus ditangani tengah malam atau pagi buta. Banyak kejadian dan hal yang tidak terduka dan cerita tentang pengalaman itu patut disimak. Banyak hal baru yang akan kita dapatkan tentang hewan (ternak), profesi dokter hewan, perilaku hewan dan pemiliknya, pengalaman menangani kasus hewan yang beraneka ragam.
Kejadian aneh gak cuma ketika menangani masalah pada hewan, namun menghadapi sifat para pemiliknya baik sebelum, ketika sedang ditangani, maupun kejadian setelah penanganan hewan itu sungguh beragam juga. Lucu deh pokoknya

Aku suka dengan tokoh Herriot yang penuh semangat dalam bekerja sebagai dokter hewan. Jadi dokter hewan itu susah-susah gampang. Susahnya itu salah satunya karena yang dihadapi bukan manusia yang bisa memberi tahu penyakit yang dideritanya. Belum lagi kalau sang pemilik tidak begitu percaya dengan seorang dokter muda yang dianggap kurang pengalaman dan keraguan akan pengobatan modern.

Penceritaan novel ini menarik, walaupun buku ini tebal namun membacanya terasa menyenangkan karena banyak cerita lucu yang kisahnya terasa mengalir begitu saja dan bikin senyum-seyum sendiri.
Yang bikin kurang nyaman sih sebenarnya ukuran tulisannya yang sangat kecil. Tulisan yang sangat kecil-kecil bikin mata bekerja lebih keras. Ah, seandainya ukuran font tulisannya lebih besar, gak masalah novelnya jadi lebih tebal yang penting mata nyaman membaca dalam jangka waktu yang cukup lama.

Bagi yang suka hewan pasti akan menyukai buku ini.
Bagi yang biasa-biasa atau mungkin tidak suka dengan hewan masih tetap akan mendapatkan cerita pengalaman yang sungguh lucu, dan mungkin akan memandang hewan itu dengan cara yang berbeda (mungkin juga memunculkan keinginan untuk menjadi dokter hewan).

Bacalah buku ini dan temukan kisah-kisah sang dokter hewan yang penuh warna.

Quote keren dari buku ini:

“Kau takkan pernah tahu apa yang bakal kau alami. Kau tahu, profesi ini menawarkan peluang yang tak ada bandingannya untuk membuatmu tampak tolol. Hewan memang makhluk yang sulit ditebak, jadi seluruh hidup kita juga bakal sulit ditebak”

Highly Recommended
Nilai : 4,2/5