31 Agustus 2014

[Book Review] Inferno - Dan Brown



Inferno - Bentang Pustaka
Inferno - Neraka
Pengarang : Dan Brown
Penerbit Bentang
Cetakan VI : Januari 2014
644 Halaman
ISBN 978 – 602 – 7888 – 55 – 5 (softcover)

Inferno (Neraka) adalah novel terbaru dari Dan Brown yang sudah terkenal dan sukses dengan karya-karyanya The Da Vinci Code, Angels & Demons, Deception Point, Digital Fortress, dan The Lost Symbol. Inferno sendiri merupakan kisah ke-4 dari tokoh sang profesor Robert Langdon setelah The Da Vinci Code, Angels & Demons, dan The Lost Symbol.

Novel Inferno ini sekali lagi merupakan sebuah cerita tentang sejarah, seni, kode, dan simbol seperti kisah-kisah Dan Brown lainnya.

Inferno adalah dunia-bawah yang dijelaskan dalam puisi epik Dante Alighieri, The Divine Comedy, yang menggambarkan neraka sebagai jagat berstruktur rumit dihuni oleh entitas-entitas yang dikenal sebagai “arwah”-jiwa tanpa-raga yang terperangkap di antara kehidupan dan kematian.

Inferno itu bercerita tentang apa? Dari sinopsis yang tertulis pada bagian sampul belakang dapat kita tahu garis besar tentang isi dari Inferno.

Sinopsis Inferno (sampul belakang)

Tengah malam, Robert Langdon terbangun di rumah sakit dan syok saat mendapati dirinya ada di Florence, Italia. Padahal ingatan terakhirnya adalah berjalan pulang setelah memberi kuliah di Harvard. Belum sempat Langdon memahami keganjilan ini, dunianya meledak dalam kekacauan. Di depan mata, dokter yang merawatnya ditembak mati. Langdon berhasil lolos berkat Sienna Brooks, seorang dokter muda yang penuh rahasia.

Dalam pelarian, Langdon menyadari bahwa dia memiliki sebuah stempel kuno berisi kode rahasia ciptaan ilmuwan fanatic yang terobsesi pada kehancuran dunia berdasarkan mahakarya terhebat yang pernah ditulis-Infero karya Dante. Ciptaan genetis ilmuwan tersebut mengancam kelangsungan umat manusia, Langdon harus berpacu dengan waktu memecahkan teka-teki yang berkelindan dalam puisi-puisi gelap Dante Alighieri. Belum lagi, dia harus menghindari sepasukan tentara berseragam hitam yang bertekad menangkapnya.

**

Dari sinopsis Inferno tersebut, Dan Brown kembali bercerita dengan formula yang sama dengan ketiga kisah Robert Langdon sebelumnya (dan juga dua buku lainnya).

Prolog tentang kematian (terbunuhnya) seorang tokoh penting. Partner seorang wanita (yang cantik dan menarik). Seorang assasin (pembunuh) bayaran beserta pihak yang mengejar mereka. Suatu organisasi (organisasi besar dan biasanya organisasi bersifat rahasia). Alur cepat dengan setting waktu yang singkat (hanya sehari/beberapa hari - gak nyampe seminggu) dengan aksi kejar-kejaran sambil mengungkap semua misteri yang ada.

Yap, formula yang sama namun (masih) memiliki daya pikat yang kuat, menarik untuk dibaca dan cukup bikin penasaran hingga lembar terakhir. Mungkin memang itulah ciri khas seorang maestro Dan Brown menuturkan kisahnya.

Mau tahu kelanjutan kisahnya? Baca sendiri aja deh. Jadi pada dasarnya aku gak bercerita banyak tentang isi dari novel ini.

Pendapat Pribadi :

Sebuah buku tentu saja tidak sempurna, begitu pula Inferno ini. Ceritanya seru, tema yang diangkat pun menarik, namun yang agak mengganggu adalah beberapa penjelasan cukup panjang dan detail yang dipaparkan Dan Brown di beberapa bab sehingga kadangkala tensi ketegangan cerita menurun (karena cerita lagi seru-serunya) dan timbul kebosanan sebagai pembaca.

Penjelasan sedetail itu mungkin memang bagus dan berguna, apalagi bagi orang yang sebelumnya tidak tahu apa-apa mengenai Inferno – Dante, lokasi di Italia (Florence dan sekitarnya) dan segala yang berhubungan dengan hal tersebut. Namun untuk kali ini aku merasa informasinya terlalu banyak dan gak harus sampai sedetail itu dalam Inferno ini (walaupun sering membuatku membayangkan dengan nyata tempat-tempat tersebut). Tapi, tentu saja masih menarik walaupun penilaianku kisah Inferno masih di bawah 3 kisah Robert Langdon sebelumnya.

Btw, setelah membaca novel ini, aku gak merasa bersemangat mengetahui lebih banyak tentang Inferno sendiri, atau tentang Dante dan karya-karya, jadi cukup sekedar tau dari novel ini saja. Namun, apabila kalau nanti ada kesempatan jalan-jalan ke Eropa (terutama Italia) cukup menarik untuk dikunjungi dan melihat tampak aslinya.

Oia, baca tentang Inferno ini (gambaran dari Dante) mengingatkanku sama penjara IMPEL DOWN pada kisah One Piece – Penjara bertingkat dengan siksaan yang berbeda dan semakin mengerikan pada tingkatan di bawahnya. Mungkin Oda inspirasinya dari situ kali ya? Hehe.. (belum googling),

Nilai : 3,6/5

27 Agustus 2014

Mulai Menulis Lagi

Lihat saja postingan tahun 2012 dan 2013, parah banget kan?
2012 = 5 postingan tulisan
2013 = 1 postingan tulisan

Sayang banget sih kalau akhirnya blog ini gak terurus lagi. Oleh karena itu, tahun 2014 ini (mulai bulan Agustus), melalui semangat perjuangan kemerdekaan, semangat 45, aku berusaha untuk menulis lagi. Niatnya sih minimal satu postingan tulisan tiap bulan. Yeeeey...  Horeee... *kepalkan tangan dan membuat gerakan meninju ke udara*

#semangat #gambardarigoogle

24 Agustus 2014

#cumangomong Nasihat Warren Buffet kepada Anak-Anak Muda



Dahulu kala, beberapa tahun yang lalu. Yaa.. sekitar 7 tahun yang lalu, aku suka baca buku motivasi dan menyukai segala hal yang berbau motivasi hingga akhirnya merasa tidak termotivasi lagi (alias capek).
Capeknya tuh dengan semua hal yang berbau motivasi sampai-sampai menjadi tidak tertarik lagi. Malahan sekarang cenderung menghindar.

Bukannya jenuh sih, tapi mungkin terlalu banyak mengakibatkan perasaan digurui, dan digurui terus-menerus itu rasanya tidak menyenangkan (bagi saya).

Beberapa waktu lalu iseng-iseng bongkar-bongkar file di laptop dan secara tidak sengaja menemukan sebuah file notepad bernama “nasihat”.

Apa ini?

Tentunya penasaran dong apa isinya, karena file ini bisa dibilang cukup lama mungkin sekitar 4 tahun yang lalu. Ketika akhirnya aku membuka file tersebut, ternyata isinya adalah tulisan berikut ini :

**
Warren Buffet memberi nasehat untuk anak-anak muda: "Jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berivestasilah dengan apa yang kau miliki serta ingat :

a.      Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang.
b.      Hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri.
c.     Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.
d.     Jangan memakai merk, pakailah yang benar-benar nyaman untukmu.
e.     Jangan habiskan uang untuk hal-hal yang tidak benar-benar penting.
f.     Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah pada orang lain.*

"Orang Yang Berbahagia Bukanlah Orang Yang Hebat Dalam Segala Hal, Tapi Orang Yang Bisa Menemukan Hal Sederhana Dalam Hidupnya dan Mengucap Syukur.”
 
**

Aku ingat betul tulisan ini karena aku suka (sangat) apa yang tertulis dan makna yang terkandung di dalamnya. Aku lupa dapat tulisan ini dari mana. Benar-benar lupa dan gak ada ide sama sekali. Apakah dari blog, buku, e-book, atau entahlah dari mana?

Mengapa aku menyukai tulisan tersebut? Ada beberapa alasan sih.
  1. Tulisan itu berisi nasihat dan tidak terkesan menggurui, tapi lebih ke arah mengingatkan (beda lho yaa..)
  2. Pada waktu aku mengutip tulisan tersbut, aku merasa ‘agak’ tersindir, atau mungkin tepatnya pas banget momennya pada saat memulai kehidupan baru dengan orang-orang sekitar yang 'lebih'. Apalagi masa-masa ketika akhirnya bisa menikmati uang penghasilan sendiri yang jumlahnya lumayanlaaah :)
  3. Sampai kapanpun tulisan ini akan tetap bermanfaat dan sebagai pengingat apabila ada ketidakpuasaan atau kegundahan ketika menghadapi masalah duniawi yaitu materi – yeah, aku pernah berada dalam fase atau keadaan tersebut.
Coba bahas satu-persatu ah...

Jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berivestasilah dengan apa yang kau miliki

Hindarkan dirimu dari pinjaman bank? Ah, ini mungkin untuk suatu hal yang berkaitan dengan konsumsi. Karena, kalo seperti aku yang kerja sebagai PNS (sekarang) yang gaji (alhamdulillah) cukup untuk hidup sehari-hari bersama keluarga, kalau mau punya rumah, tanah dll dan tidak mengandalkan pinjaman bank ya sampai tua mungkin bakal susah banget untuk punya. Tapi, kalu pinjam di bank untuk belanja barang konsumsi, hura-hura, liburan, kalo emang tidak punya dana lebih memang sebaiknya jangan.

Kartu kredit pun begitu. Manfaat kartu kredit pun sebenarnya banyak, tapi kalau tidak bijak dalam penggunaannya ya akan jadi bumerang bagi diri-sendiri. Aku sendiri belum punya kartu kredit, karena memang belum merasa butuh, dan dengan keadaan sekarang aku mengkhawatirkan gak bisa bayar cicilan kalau tiba-tiba khilaf dalam penggunaannya (khilaf – istilah yang aku pakai bareng temen-temen dulu kalau tiba-tiba belanja barang yang banyak, cukup mahal dan gak butuh-butuh amat)

Investasi? Yap, itu sih emang penting, Tapi memang sebaiknya menggunakan apa yang kau punya. Apapun bentuk investasi, banyak kok, coba saja yang menurut diri sendiri cocok. Aku? Investasi? Belum terlalu mahir sih, tapi akan terus belajar.

Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang

Ini sih bagiku cukup jelas ya. Janganlah jadikan uang itu sebagai Tuhan (atau segalanya). Jangan sampai uang yang mengatur hidupmu dan diperbudak oleh uang. Sangat boleh dan memang kebutuhan untuk mencari dan mendapatkan uang untuk hidup, tapi ingat seperti kalimat sebelumnya. 
Taruh uang di genggamanmu tapi jangan di hatimu (modifikasi suatu kutipan sedikit. Hehehee..)

Hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri.

Aku suka banget yang ini. Dalam agama Islam sendiri memang dianjurkan hidup sederhana dan selalu bersyukur dengan semua apa yang kita miliki. Jangan lupa berbagi, jangan boros, jangan sombong, jangan berfoya-foya untuk suatu hal yang tidak memberikan manfaat. Dsb. Dsb.

Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.

Ini salah satu intinya, jadilah diri sendiri. Dengarkan nasihat orang, dengarkan perkataan orang walaupun itu menyakitkan. Ini juga mengacu kepada pengendalian diri dan kesabaran. Apapun kata orang, sebanyak apapun, secerewet apapun, sebaik dan sejelek apapun, jangan terima semua bulat-bulat. Pilih yang baik, pilih yang gampang kau lakukan dan berusahalah yang terbaik J

Jangan memakai merk, pakailah yang benar-benar nyaman untukmu.

Ini berkaitan dengan barang konsumsi dan yang kita pakai sehari-hari. Pakaian dan perlengkapannya, gadget, mungkin ini yang paling mendekati. Harga dan kualitas emang tidak pernah bohong, berkaitan erat. Harga-harga barang yang mahal emang cenderung awet, kualitas bagus, enak dipakai (eh, tapi kalau masalah enak dipakai mungkin tidak berlaku untuk semua orang).

Apabila memang tidak punya dana lebih untuk membeli barang bagus yang harga mahal, ya jangan paksakan diri. Jangan sok-sokan mau gaya tapi akhirnya menyusahkan diri sendiri. Misalnya untuk pakaian, belilah sesuai kebutuhan, harga yang murah dengan model cukup bagus pun banyak, gak harus mahal. Lagipunya pilihlah yang nyaman dipakai oleh diri sendiri, barang A yang mahal dipake orang lain belum tentu cocok dan nyaman dipakai sendiri. Ingat itu (sambil nunjuk diri sendiri) :P

Jangan habiskan uang untuk hal-hal yang tidak benar-benar penting.

Udah dibilangin tadi, jangan boros, jangan hamburkan uang untuk hal-hal yang tidak penting. Jangan lupa untuk berbagi juga ya. Hidup sederhana, qanaah, syukuri apa yang kau punya, jangan selalu melihat yang di atas, tapi jangan lupakan juga yang di bawah.

Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah pada orang lain

Jangan lupa berbagi. Berbagi itu indah dan menyenangkan. Hidup itu tidak sendiri, dan jangan simpan kebaikan itu untuk diri sendiri :)

"Orang Yang Berbahagia Bukanlah Orang Yang Hebat Dalam Segala Hal, Tapi Orang Yang Bisa Menemukan Hal Sederhana Dalam Hidupnya dan Mengucap Syukur.”

Makna kesimpulannya sudah cukup jelas ya. Jangan Cuma diingat tapi diaplikasikan juga ke dalam hidup sehari-hari ya (sambil nunjuk diri sendiri lagi).

---

Btw, tiba-tiba ngerasa jadi bijak begini ya?
Hahaa.. gak apalah, gak ada salahnya berbagi dan mengungkapkan isi hati serta mengingatkan diri sendiri (dan bersyukur kalau siapaun yang baca bisa mendapatkan sesuatu yang baik juga dari tulisan ini).

Gak ada yang sempurna di dunia ini, aku dengan segala ke-aku-anku juga pun begitu. Tulisan ini pun begitu. Siapapun yang membacanya, aku ucapkan terima kasih dan maaf apabila ada tulisan yang terkesan menggurui dan ada yang tidak tepat sehingga menyinggung hati. Tapi, tetap saja semoga tulisan ini bermanfaat :)

16 Agustus 2014

[Book Review] The Cuckoo's Calling (Dekut Burung Kukuk) - Robert Galbraith

The Cuckoo's Calling - Gramedia


Pengarang : Robert Galbraith
Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama 2014
520 halaman
ISBN 978-602-03-0062-7

The Cuckoo’s Calling atau Dekut Burung Kukuk adalah sebuah novel yang berkisah tentang dunia kriminal dan detektif karya Robert Galbraith alias J.K. Rowling. Siapa sih yang tidak kenal dengan J.K. Rowling dengan karya Harry Potter-nya yang sangat terkenal dan mendunia, baik buku maupun filmnya?

Aku, tentu saja, juga menyukai kisah Harry Potter dan dunianya yang sungguh ajaib dan luar biasa. Selain suka dan takjub akan dunia sihir Harry Potter, cara penceritaan dan kejeniusan J.K. Rowling dalam mengolah dan mempergunakan kata-kata (contoh : Felix Felicis, Sectumsempra, Dementor, Erised Mirror – alias cermin Tarsah #kebalikan desire dan hasrat dll) membuatku semakin mengagumi J.K. Rowling. J.K Rowling adalah pencerita yang handal. Jadi, begitu mengetahui ada novel terbaru karyanya, siapa sih yang tidak penasaran akan kisah yang ditulis dalam buku barunya tersebut?

Ada 2 buku terbaru J.K Rowling selain dunia Harpot, yaitu The Casual Vacancy (ah, yang ini belum baca #pengen tapi belum sempet dan gak ada pinjaman *belum ada niat beli) dan The Cuckoo’s Calling yang akan aku coba ulas dalam tulisan ini.

The Cuckoo’s Calling atau Dekut Burung Kukuk berkisah tentang seorang Detektif partikelir (detektif swasta) mantan tentara bernama Cormoran Strike. Kisah awal novel ini dibuka oleh kematian seorang model ternama Lula Landry (kadang aku salah baca Landry menjadi *Laundry* - emang usaha binatu cuci-cuci pakaian? :P) yang dikabarkan bunuh diri dengan melompat dari gedung apartemennya. Sang kakak, John Bristow, yang tidak mempercayai bahwa Lula bunuh diri menemui sang detektif – Cormoran untuk menyelidiki kasus tersebut karena sang kakak percaya bahwa Lula dibunuh oleh seseorang.

Seorang detektif biasanya tidak bekerja sendiri, selalu ada yang membantu. Jika Sherlock Holmes ada John Watson, maka Cormoran Strike akan di bantu oleh Robin. Robin adalah seorang pegawai Temporary Solutions, sebuah perusahaan yang menyediakan pegawai paruh waktu untuk mengisi kekosongan sebuah posisi. Berbicara mengenai Robin, Robin adalah seorang tokoh yang menarik dan aku sempat tergelitik membaca lelucon mengenai Robin ketika pertama kali memperkenalkan diri kepada Cormoran :)

JK. Rowling sangat lihai dalam menciptakan seorang karakter. Dalam novel ini.  JKR juga lihai memainkan kasus misteri kematian sang supermodel Lula Landry.  Pembaca akan dibuat menerka bagaiamana sebenarnya si supermodel tewas. Apakah memang bunuh diri atau dibunuh? Kalaupun dibunuh, oleh siapa? 

Karakter yang ada cukup banyak dan merupakan saksi-saksi yang memberikan keterangan masing-masing kepada Cormoran mengenai apa yang mereka tahu, rasa, dan juga apapun yang kira-kira berhubungan dengan kasus. Deksripsi yang dipaparkan pun sangat bagus sehingga kita sangat mudah berimajinasi mengapa mereka bertindak seperti itu?  Penyerlidikan Cormoran fokus terhadap pengakuan para saksi dan kerabat terdekat korban. Ada keluarga angkat sang supermodel, yaitu kakak, ibu, dan paman angkatnya, supir pribadi, penjaga apartemen, sahabat, rekan kerja, tetangga dan beberapa orang lainnya. Sangat menarik mengetahui kesaksian orang-orang tersebut.

Novel ini sungguh menyenangkan dibaca. Selain bercerita tentang kriminal dan detektif, cara J.K. Rowling menuturkan kisahnya sungguh menarik. Rangkaian kalimat-kalimatnya mengalir bercerita. Bahkan kalau kau menyukai cara J.K. Rowling menceritakan Harry Potter, maka kau juga pasti akan menyukai cara bercerita dalam novel ini.

Selain penuturan kisah yang menarik, walaupun novel ini juga berceita tentang dunia kriminal, namun jangan mengira bahwa kisahnya akan kelam dan serius, justru beberapa adegan secara spontan membuatku tertawa (bahkan beberapa tertawa keras tanpa sadar) karena J.K. Rowling lagi-lagi menyelipkan humor secara spontan dan lugas dalam kisah buku ini.

Buku yang bagus, menarik, dan menyenangkan dari J.K Rowling. Oia, denger-denger sih dalam novel ini J.K Rowling kembali menunjukkan kelihaiannya dalam memilih nama-nama tokoh dan kata-kata dalam novelnya. Selalu ada makna dibalik nama ataupun kata tersebut. Namun, aku belum terlalu mendalami hal tersebut, tapi sangat menarik untuk dicari tahu :)

Catatan Pribadi (Opini) :

Novel Cuckoo’s Calling yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama memiliki kualitas kertas yang bagus, baik cover maupun kertas isinya. Aku suka. Namun mungkin ukuran yang agak besar dibandingkan novel lainnya membuat sebagian besar orang merasa novelnya berat untuk dibaca sambil tiduran atau dengan cara diangkat (bagiku sih gak masalah).

Mengenai cerita The Cuckoo’s Calling, seperti yang telah aku jelasakan di atas, aku pribadi sih suka. Suka dengan cara penceritaan yang beruntun dengan mewawancarai satu per satu tokoh (saksi) dalam peristiwa jatuhnya seorang model dari apartemennya. Jadi penasaran dan menduga-duga kira-kira apakah benar sang model dibunuh atau memang bunuh diri? Siapa pelakunya? Apa motifnya? Tapi, bagi orang yang mengharapkan cerita detektif yang seru atau menegangkan, mungkin akan sedikit kecewa dengan novel ini karena tidak akan menemukan keseruan perkelahian, adu kepintaran, ataupun baku tembak.

Btw, sore tanggal 6 Agustus di bandara, sembari menunggu pesawat aku biasanya melihat-lihat buku (*gak beli) di Periplus. Dan apa yang aku temukan? W O W... ternyata kisah kedua Cormoran Strike sudah ada. Judulnya THE SILKWORM. Aiiih... mupeng. Semoga saja edisi terjemahan bahasa Indonesia-nya segera diterbitkan :)

Nilai : 4 dari 5