14 Juli 2012

#cumangomong Sebuah Pemikiran Tentang Lagu dan Musik (1)

Sudah sangat lama keinginan menulis sesuatu tentang lagu atau musik itu ada. Taapiii... karena mood yang sering hilang waktu ingin menulis, maka, sampai dengan beberapa bulan bahkan mungkin lebih setahun, ide tentang lagu dan musik itu hanya berupa lembar dengan judul saja :)

Akhirnya, setelah membulatkan tekad, tulisan ini pun tercipta walaupun sangat berbeda dari konsep awal yang ingin aku tulis, namun intinya tetap sama, yaitu pandanganku terhadap lagu dan musik. Tapi, mungkin lebih dikhususkan lagu saja ya.

Tulisan ini akan menjadi beberapa bagian, tergantung mood menulis dan apa yang aku ingat saja.
Oke, inilah dia pemikiran saya tentang lagu tersebut...


- 1 -

Lagu dan Musik itu sama halnya dengan Film dan Buku, adalah masalah selera. Pakaian dan makanan juga termasuk masalah yang berkaitan dengan selera. Jadi masalah suka atau tidak, itu tergantung masing-masing personal. Karena masalah selera juga, maka musik itu tidak dapat dipaksakan kepada orang lain agar menyukai musik yang sama dengan yang kita sukai. 

Kalaupun aku suka dengan suatu lagu, entah yang hampir semua temanku gak kenal lagu dan penyanyinya, mau lagu mainstream yang pasaran dan menurutku keren banget, belum tentu orang lain akan suka. Dan memaksakan sesuatu berdasarkan selera itu susah. Kalau gak lapang dada (eissh) bisa-bisa malah cuma bikin sakit hati (pengalaman dikit sih). 

Pernahkan suka banget sama lagu atau film trus temenmu gak suka? Kamu sarankan untuk dengerin atau ditonton, trus bilang bagus kok, coba didenger dulu, dan dia tetep menolak trus bilang jelek kan itu bikin dongkol. Jadi, biarkan saja kamu nikmati lagu-lagu yang kamu suka dan biarkan orang lain dengan lagu kesukaan mereka. Jangan saling ejek karena hanya akan menimbulkan sakit hati dan bahkan mungkin permusuhan (*bijak banget saya ini :P)

Eh, ngomong-ngomong, masalah 'tidak suka' itu kadang aneh ya. Aku katakan aneh karena kadang bilang 'tidak suka' sesuatu namun  tidak suka tanpa alasan yang benar-benar ada, nyata, atau alasan yang cukup kuat untuk tidak suka. Malah kadang 'tidak suka' karena gak suka aja. kalau ditanya alasannya malah bingung karena emang ngerasa 'gak suka aja'. Ya emang begitu sih. Hahaha :D

9 Juli 2012

Menghapus Ingatan Untuk Membunuh Hati


Menghapus Ingatan Untuk Membunuh Hati

Telah kurasakan sakitnya ditinggalkan
setelah kau meninggalkanku tanpa kusadari rasa itu...

Dan kuputuskan tuk membunuhmu dari ingatanku
setelah menyadari aku kehilanganmu...

Telah kurasakan baik-baik saja di hatiku
setelah kubisa melepasmu untuk selamanya
Walaupun kau selalu berada di sekitarku...

Namun kini "dia" datang kembali
rasa itu yang membunuhku perlahan-lahan
karena kenyataan yang mengingatkanku 
bahwa tidak akan pernah lagi kan kembali seperti dulu kebersamaan kita
Tak mudah menghapus ingatan untuk membunuh hati dan melupakanmu


---------------

Puisi di atas auranya kok galau ya? Hehe..
Sebenarnya puisi di atas adalah karyaku sendiri yang sama sekali lupa kapan aku tulis (lebih tepatnya - lupa pernah menulis puisi ini).
Siang tadi bersih-bersih email (gmail) sekalian liat pesan-pesan yang udah lama dan masih penting untuk disimpan. Secara kebetulan, lihat email notifikasi dari situs www.kemudian.com yang berisikan ke-vakum-anku yang cukup lama di situs tersebut. Nah, justru tadi siang setelah membaca email tersebut aku juga baru ingat tentang kemudian.com yang dulu sempat menjadi tempat (iseng-iseng) menulis.
Tertarik untuk membuka akun-ku, maka aku pun meminta ganti password (karena lupa) dan kemudian membaca tulisan-tulisanku yang ada di sana. Ternyata kebanyakan berisi puisi (puisi cinta yang biasa aja sih). Memang aku akui aku gak bisa bikin puisi sih :P

Puisi "Menghapus Ingatan Untuk Membunuh Hati" ini adalah tulisan terakhir yang aku post - tertanggal Mei 2010 (wow! selama itukah?)
Begitu membaca puisi ini yang terlintas di pikiranku adalah, "lho? emang pernah ya aku bikin puisi kaya gini? kapan?". Mencoba mengingat namun tetap merasa aku gak pernah menulis puisi ini. Mungkin iya, tapi lebih ke arah ragu-ragu.

Walaupun aku sama sekali lupa telah menulis puisi ini, namun entah kenapa aku langsung merasa bahwa ada beberapa alasan yang sangat masuk akal (tiba-tiba teringat dan rasanya emang cocok) di balik terciptanya puisi ini. Alasannya adalaaaaah....

1. Puisi ini terinspirasi oleh film "Eternal Sunshine of The Spotless Mind" - sebuah film (keren) tentang pasangan yang melakukan sesuatu untuk menghilangkan ingatan mereka tentang kenangan mereka satu sama lain karena hubungan mereka yang mulai hambar. Namun, ternyata takdir mempertemukan mereka kembali...
Kira-kira begitulah inti filmnya. Cerita detailnya sudah agak lupa sih, soalnya udah lama banget ditontonnya.
btw, filmnya keren lho. Recommended buat ditonton (bagi yang belom nonton)

2. Mungkin karena pernah merasa ditinggalkan oleh sahabatku yang menikah, merasa kehilangan seorang sahabat. kehilangannya sih karena mungkin gak bakalan sama pertemanan kami sebelum dan setelah dia menikah (alasan yang agak dibuat-buat sih sebenarnya). Hehehe...

Begitu aja sih cerita dibalik puisi di atas. Tapi, walopun tulisan ini berakhir, masih kepikiran sih kapan tepatnya puisi ini aku tulis :D

1 Juli 2012

[Movie] Film India + 6 Short Review Hindi Movies



Sudah cukup lama niat mengulas film-film (keren) yang pernah aku tonton hanya tinggal niat karena nggak pernah terealisasikan. Begitu selesai menonton film, kadang ingin rasanya langsung menuangkan betapa keren dan bagus film tersebut. Namun kenyataan males dateng lebih dulu dan jadi tertunda deh. Ada yang belum ditulis, adapula yang hanya berupa judul atau hanya satu pragraf. 

Lagipula, kadang terlalu banyak yang ingin aku tulis justru membuat mood menulis itu hilang. Makanya, kali ini aku berniat untuk mengulas film secara singkat saja dan berdasarkan kategori-kategori tertentu.
Review gabungan pertama ini mengulas film India aja deh. Film India yang beberapa bulan terakhir ini aku tonton. Malah sudah cukup lama sih sebenarnya ditonton, jadi beberapa cerita bisa dibilang lupa-lupa ingat (atau ingat-ingat lupa) – bedanya apa? :D

Hmm.. Izinkan aku berandai-andai ada yang bertanya seperti ini :
“Film India?”
“Gak salah nih?” 

Jawabanku : “Kagaaak. Nggak salah kok. Emang aku mau bahas film India di tulisan ini.”
Atau barangkali ada yang mempertanyakan, “Kamu suka film India, Bi?”

Dan lagi-lagi aku menjawab, “Sebenarnya bagiku sih, asalkan film itu enak untuk ditonton, menghibur, punya cerita yang bagus dan kualitas bisa dibanggakan, ‘kenapa tidak?’ Dari manapun film itu, tentunya akan aku tonton (kalau ada kesempatan). film Hollywood, film Jepang-Korea, film dari negara Asia, Eropa, Amerika, Afrika bakal aku tonton kok. Lagipula setiap film dari suatu negara itu memiliki ciri tersendiri, tergantung negara yang memproduksi film tersebut. Bagiku, justru bahasa yang dipakai, kebudayaan, atau apapun yang berhubungan dengan suatu negara yang ada di suatu film sangat menarik untuk disimak.” 

Menonton film itu menyenangkan dan bisa membuatku mengerti karakteristik dan ciri khas film dari negara tertentu. Mulai dari logat, bahasa, cara berbicara, kebudayaan, sifat, sikap dan ciri lainnya dari suatu negara bisa terlihat dari suatu film. Ketika nonton pun hal-hal seperti ituaku perhatikan dan membuatku tertarik akan suatu negara (dan berharap bisa mengunjungi negara tersebut suatu saat).

Naah.. begitu pula halnya dengan film India (Bollywood). Mungkin banyak di antara orang yang aku kenal males, kurang suka atau malah tidak suka sama sekali menonton film India karena nyanyian dan tariannya, serta kebanyakan bertema cinta-cintaan :D

Karena yang dibahas adalah film India, maka berikut ini beberapa hal yang menjadi ciri khas atau hal-hal yang sering ada di film India (menurut apa yang aku lihat selama menonton India) :

a. Ceritanya sebagian besar bertema percintaan. Apalagi kisah cinta yang dipaparkan jarang berjalan mulus (kalau berjalan mulus tentu saja gak menarik untuk jadi film ya :P). Seringkali sang cowok miskin dan ceweknya adalah anak orang kaya (bisa saja ini adalah halangan terbesar kisah cinta mereka – bisa juga jadi penjahatnya. Hehehe)

b. Ketika sedih, ada yang meninggal, sedang bahagia, sedang kabur dan melarikan diri, sedang nikah, atau suasana dan situasi apapun sering diiringi tarian dan nyanyian. Masa lagi sedih malah nyanyi? :P Tarian dan nyanyian itu seolah-olah suatu yang ‘wajib’ ada dalam film India. Apalagi sering ditambah nuansa hujan-hujanan gituu. Berlari di bawah pohon sambil menari dan menyanyi. Oooh.. so sweet. Kemungkinan hal inilah yang mungkin bikin sebagian besar orang males nonton film India. Tapi, kadang-kadang lagu dan tarinya enak untuk dinikmati (dan beberapa aku suka kok =).

c. Dalam adegan perkelahian, polisi selalu datang terlambat. Polisi malah sering datang ketika penjahat sudah kalah oleh sang jagoan. Jadi, kerjaan cuma nangkepin doang dan dulu malah polisinya sering pakai celana selutut :P

d. Ada tuan takur sang tuan tanah (?)

e. Mau kawin sama orang yang tidak dia cintai (sang tokoh wanita), akhirnya ketika acara mau kawin eeeh malah gagal karena sang tokoh cewek dibawa kabur atau diserahkan secara sukarela setelah perjuangan berat kepada sang tokoh utama cowok. Sering banget lho, tapi ya sudahlah. Di film apapun bisa terjadi :D

f. Durasinya panjang (biasanya 3 jam malah lebih. Duh!)

g. Dan lain-lain deh, ntar ditambah kalau inget lagi.

Aku sering nonton film India sewaktu kecil karena tv swasta di negara kita ini lumayan sering memutar film India. Yaa.. aku tonton dong, kadang suka kadang nggak. Makanya kadang ketika dengerin lagu India atau nonton film India itu bikin bernostalgia akan masa kecil. Hehehee..

Okeh, cukup basa-basinya.
Berikut ini ada 6 film India yang menurutku layak untuk ditonton. Bahkan ada 1 dari 6 film berikut ini yang masuk sebagai nomisasi Oscar (film Indonesia belum ada) kategori “Best Foreign Movie” - cmiiw. Kebetulan kelima film pertama dalam daftar ini pemeran utamanya adalah Aamir Khan dan beberapa film ini emang dibuat oleh Aamir Khan production.

Tau Aamir Khan kan? Kalau gak tau, googling bentar lah. Setelah film ‘3 IDIOTS’ sempat booming di Indonesia, aku tertarik untuk mencari film Aamir Khan lainnya yang memiliki penilain bagus oleh kebanyakan orang. Dan hasilnya lima film berikut ini. Masih ada beberapa film lainnya namun lain kali saja dibahasnya.
Kelima film ini bisa dipuji dan diancungi jempol dari segi kualitas cerita dan tema yang diangkat. Berikut ini adalah nilai dari saya mengenai film tersebut : 

1. Tare Zameen Paar (Like Stars on Earth) - Rating : 8 / 10
2. Lagaan : Once Upon a Time in India - Rating : 8,25 / 10
3. Dhobi Ghat (Mumbai Diaries) - Rating : 7 / 10
4. Dil Chahta Hai - Rating : 7,25 / 10
5. Ghajini - Rating : 6,75 / 10
6. Udaan - Rating : 8,25/10

Karena keenam film tersebut sudah cukup lama aku tonton (lebih dari setahun) malah jadi bingung sendiri untuk menceritakan kembali mengenai filmnya. Ada beberapa hal yang aku lupa walopun inti fulmnya masih inget sih. Hehehe..

Oleh karena itu, lain kali aja deh ulasan – review singkat kalau aku udah nonton ulang film-film tersebut. Janji kok :)