5 September 2011

Menggendong Tas Berisi Batu



Masih nuansa lebaran nih dan lagi semangat aja buat nulis sebelum kesibukan menjelang.

Salah satu hal yang identik dengan lebaran adalah meminta maaf dan memaafkan. Sebenarnya bukan hanya lebaran saja sih minta maaf itu dilakukan, namun rasanya lebaran adalah suatu momen yang dirasakan pas untuk melakukan kegiatan ini jika dibandingkan waktu lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya jangan disia-siakan kesempatan yang ada untuk meminta maaf kepada orang lain atas segala kesalahan yang telah kita perbuat. Ini hubungannya dengan hablumminannas..

Meminta maaf itu bisa dibilang mudah untuk dilakukan. Walaupun sebenarnya tidak juga bagi sebagian orang (apalagi bagi orang yang mengaku diri tidak salah atau orang lain yang bersalah). Tinggal mengatakan kata “maaf” tentunya tergantung niat dan ketulusan hati. Apakah benar-benar meminta maaf atau hanya sekadar formalitas saja.

Sebenarnya, hal yang ingin aku katakana adalah ada hal yang lebih sulit dari meminta maaf. Yaitu “memaafkan”. Memaafkan itu sebenarnya jauh lebih sulit daripada sekadar meminta maaf walaupun keduanya tentu saja penting. Cuma, aku gak tau bagaimana mengatakannya dengan baik dan bagaimana membandingkannya (jadi kalau ada kesalahan, mohon dimaafkan).

Memaafkan itu… berkaitan dengan hati dan karena berkaitan dengan hatilah makanya aku mengatakan memaafkan itu sulit untuk dilakukan walalupun tidak mustahil.
Karena berkaitan dengan hati, maka berkaitan pula dengan kesabaran dan keikhlasan. Dua hal itu tentunya tidak dengan begitu mudahnya kita lakukan (terutama untuk saya sendiri).

Coba bertanya sejenak kepada diri kita sendiri bagaimana perasaan dan sikap kita sendiri apabila ada orang yang meminta maaf kepada kita? Kemudian, bagaimana jika yang meminta maaf adalah orang yang kamu benci, tidak sukai dan pernah berbuat sesuatu yang bukan cuma tidak kamu sukai namun juga sangat membuat sakit hati? Benarkan kita memaafkan dengan ikhlas tanpa ada sedikit perasaan tidak suka walaupun cuma sedikit?

Terus terang, bagiku sendiri sulit untuk melakukan hal itu. Pernah juga terlintas dalam hati jengkel dan berpikir buat apa memaafkan dia, apa gunanya bagi kita sendiri, kesalahan yang dia lakukan tidak dapat dimaafkan. Bila perlu kalau bisa dibalas, akan aku balas sakit hati yang ada.

Oke, mungkin itu terlalu berlebihan. Tapi, terhadapa sesuatu yang tidak kita sukai dan atau terhadap orang yang tidak kita sukai (dengan berbagai alasan) begitu dia meminta maaf, mohon maaf aku tidak bisa langsung memaafkan begitu saja. Dalam artian, iya dalam lisan aku mengatakan aku memaafkan, namun hati ini belum sepenuhnya menerima. Dan kadang, akan berangsur membaik seiring dengan berjalannya waktu. Dan itu bisa dibilang memaafkan. Tapi, butuh proses yang berarti bahwa memaafkan dengan ikhlas dan tulus tidak bisa terjadi begitu saja (dalam kasusku).

Padahal sebenarnya, memaafkan itu adalah perbuatan yang sangat mulia. Sebenarnya memaafkan itu akan membawa manfaat yang jauh lebih baik bagi diri kita sendiri.

Aku pernah membaca suatu kalimat menganai memaafkan tersebut. Beginilah katanya …


“Sejatinya, memaafkan adalah untuk kepentingan dan kemaslahatan diri kita sendiri. Ketika kita memaafkan berarti kita melepaskan diri dari ikatan emosi negatif yang merugikan fisik dan psikis kita. Bagaikan orang yang menggendong ransel berisi bebatuan yang berat, kemudian ia membuang batu-batu itu satu persatu. Demikianlah, memaafkan berarti kita melepaskan beban yang menghimpit diri dan jiwa kita.”


Dan tentu saja itu BENAR sekali. Aku sendiri mengakui bahwa ketika kita mulai bisa memaafkan, sebenarnya kita melepas beban yang membelenggu kita secara perlahan-lahan.

Pernahkah kau merasakan kedamaian ketika rasa memaafkan kesalahan orang lain itu kau lakukan daripada memendamnya terus menerus? Perlahan-lahan tubuh dan pikiran, serta hati merasa lebih ringan dan mungkin banyak di antara kita yang tidak menyadarinya (termasuk saya sendiri).

---

Tulisanku di atas sepertinya berat banget ya pembahasannya. Entah ada angina pa yang membuatku menulis hal ini. Mungkin sebagai pembelajaran bagi diri sendiri untuk lebih bisa sabar dan tulus ikhlas dalam memaafkan orang lain.

Sudahlah, berat atau tidaknya bahasan di atas, yang pastinya aku berharap semoga bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya. Termasuk diri saya sendiri. Mohon maaf atas segala kesalahan yang tertulis secara sengaja ataupun tidak oleh saya sendiri…

4 September 2011

Ramadhan dan Lebaran – Dahulu dan Kini

gambar dari google


Ramadhan

Ramadhan 1432 H telah berlalu dan tebak apa? Tentunya sering terdengar bahwa Ramdhan itu bulan suci yang penuh dengan keberkahan dan kebaikan. Pahala dilipat gandakan, pintu surga dibuka lebar dan pintu neraka ditutup. Setan dibelenggu. Dan segala kebaikan dan keberkahan lainnya.
Memang itulah kenyataannya.


Tidak banyak yang bisa aku ceritakan mengenai apa yang terjadi selama ramadhan, namun yang pasti perasaanku mengatakan bahwa aku ingin apa yang terjadi di bulan ramadhan bisa aku rasakan, lakukan dan saksikan pada bulan-bulan lainnya. Aku berharap apa yang terjadi, kebaikan dan keberkahan yang ada berlanjut sampai nanti dan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Kini ramadhan tahun ini telah berlalu, aku berharap aku masih bisa bertemu dengan ramadhan tahun berikutnya, tahun berikutnya lagi dan untuk seterusnya.
I Think I miss you (Ramadhan) even more...


Lebaran – Iedul Fitri

Horeee.. Lebaran tiba dan tentunya semua umat muslim bergembira menyambut lebaran (termasuk aku dong tentunya!)

Kalau di Indonesia, tradisi mudik, THR, baju baru lebaran, kue-kue lebaran, ketupat dan opor ayam, parsel dan sebagainya menghiasi nuansa lebaran sebagian besar masyarakatnya (termasuk aku lagi dong!). Menyenangkan ya keliatannya.

Hmm.. dalam umurku yang kesekian ini, ramadhan dan lebaran nuansanya sudah sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama sewaktu aku masih di bangku sekolah dan saudaraku belum menikah dan memiliki keluarga sendiri. Perbedaan itu sangat terasa.

Dan nuansa ramadhan dan lebaran akan berbeda lagi aku rasakan jika aku sudah menikah dan memiliki keluarga sendiri. Perubahan emang selalu terjadi, namanya juga hidup.

Karena perubahan keadaan dan suasana itulah aku ingin mengingat-ingat apa saja yang berbeda dan kadang (terus terang) aku rindukan suasananya.
Sewaktu kecil dan masih di bangku sekolah, inilah nuansa Ramadhan dan Lebaran yang aku alami.

1. Buka Puasa – tentu saja kadang (jarang sih sebenarnya) aku membantu ibu menyiapkan makanan buka puasa (lebih sering sih minuman dan makanan ringannya) dan beberapa menit sebelum adzan maghrib aku sudah duduk manis, menata makananku plus lauknya dengan rapi. Setelah adzan biasanya aku makan dengan sangat tenang tanpa berbicara sepatah katapun sampai makanku habis (ibuku sering mengatakan itu) dan kadang aku tidak menyadarinya.

Sekarang – Kalau buka puasa, ya keluar cari makanan di warung. Kalau nggak, cari takjil ke masjid-masjid (namanya juga anak kost – perantauan. Hehee). Atau makan bareng teman ke mana gitu. Dan sejak kuliah sampai sekarang, aku lebih sering makan setelah tarawih. Padahal selama di rumah hampir gak pernah lho. Kadang-kadang, kangen sih makanan ibu kalau buka puasa.

2. THR – Eh, ini salah satu bagian yang bikin bahagia lho. Walaupun sebenarnya aku jarang dapat THR sewaktu kecil (jarang yang ngasi sih) dan jumlahnya gak terlalu banyak sih (kadang gak cukup buat beli baju dan celana baru). Tapi, begitu ada yang ngasi THR, langsung deh berbunga-bunga perasaan ini.

Sekarang – Heee, tentu saja terbalik sebagai pemberi THR. Setelah aku pikir-pikir kok aku sewaktu kecil jarang dapet ya? Dan pengen balik lagi jadi anak kecil biar ada yang ngasi THR. Tapi, namanya juga berbagi, membahagiakan lho bisa berbagi.

3. Baju/Pakaian Baru – hei, setiap anak menadambakan pakaian baru (bila perlu ditambah sandal, sepatu dan barang-barang lainnya yang juga baru) untuk dipakai selama lebaran. Menanti-nanti dikasi uang oleh bapak-ibu dan pergi beli baju lebaran. Aku ingat aku bahagian saat milih baju baru.

Sekarang – Beli sendiri baju lebarannya. Siapa yang mau beliin udah gede gini? Haha. Lagipula, seumuranku sih ada atau gak baju baru sewaktu lebaran bukan masalah (sewaktu masih kecil sih – baju lebaran adalah masalah), ini pendapatku lho ya. Lagipula, sekarang gantian beliin baju lebaran buat anak kecil (enak ya jadi anak kecil).

4. Kue Lebaran – Ini juga bagian yang menyenangkan, membuat kue lebaran. Walaupun bantu-bantu dikit, aku merasa senang aja melihat keluargaku bikin kue lebaran. Walaupun setelah kue-nya jadi, merasa kenyang sendiri hanya dengan melihat kuenya. Hehehe..

Sekarang – Karena aku jauh dari rumah dan saudaraku yang perempuan sudah menikah semua, gak ada lagi yang bikin kue lebaran di rumah. Aku sih sekarang gak terlalu antusias untuk makan kue lebaran, tapi kalau ada ya dimakan sih tetep. Hehehe...

5. Bersih-bersih rumah – Kebiasaan di rumah menjelang lebaran adalah bersih-bersih rumah bareng saudar-saudaraku. Pokoknya bagian-bagian yang jarang dibersihkan akan dibersihkan semua. Lebaran adalah kondisi rumahku yang paling bersih sepanjang tahun. Apalagi aku ingat membersihkan rumah ditemani lagu-lagu nasyid. Aku ingat suasanya dan kadang terbayang. Jadi kangen..

Sekarang – tentu saja siapa yang akan bersih-bersih? Beresin rumah juga seadanya kalau aku pulang ke rumah.

6. Jalan-jalan ke pantai – Ini sebenarnya sering terjadi sewaktu aku masih kecil, SD-lah. Setiap lebarang aku sekeluarga biasanya main ke pantai. Sejak SMP dan sampai sekarang malah gak pernah lagi, padahal kadang kepengen sih.

7. Ketupat dan Opor Ayam – perasaan ini gak ada yang berubah drastis deh, tetap bisa disantap selama lebaran. Hehehee..

8. Sebenarnya dulu sewaktu lebaran, aku dan keluargaku langsung bisa kumpul bersama. Tapi, tidak dengan sekarang karena seperti yang tadi telah aku katakan, saudaraku telah banyak yang menikah dan punya keluarga sendiri. Jadi sewaktu lebaran palingan aku langsung bisa bertemu ibu, bapak dan kakak laku-lakiku. Saudaraku yang lainnya biasanya datang siang atau sore atau keesokan harinya, jarang bisa kumpul bareng dalam satu waktu seperti dulu. Padahal kadang-kadang aku kangen dan ingin kumpul semua dalam satu waktu dan berlebaran bersama.

Aku sadar sih, keadaan akan jauh berbeda lagi kalau aku sudah menikah dan meiliki keluaraga sendiri.

9. Takbiran dambil nonton pawai lampion – Ini dulu mengasyikkan lho. Kadang-kadang main kembang api. Tpi, sekarang bukan menjadi sesuatu yang menarik lagi sih. Hehehee...

10. Es Krim dan Bakso - ini juga adalah kebiasaan sewaktu masih kecil. Sekitar jam 10-an setelah keliling salaman, biasanya setelah itu beli es krim deh (dan kadang bakso), rasanya kurang afdol kalo belum makan es krim sewaktu lebaran. Jadi pengen makan es krim. Hehehee...

Berhubung sepertinya ada yang aku lupakan, jadi itu saja dulu.

Selain itu pula, selama menjelang lebaran dan lebaran, ada hal-hal khusus (menurutku) yang patut menjadi perhatian dan jarang terjadi di waktu yang lain. Apa saja itu?

1. Ziarah kubur – Biasanya, sore hari pada hari lebaran, aku dan keluargaku akan ziarah ke makam keluarga. Ziarah kubur dan berdoa. Jarang terjadi di hari-hari yang lain kan? Makanya lebaran seperti menjadi momen yang pas untuk ziarah kubur, untuk mendoakan kerabat dan tentu saja kadang mengingatkanku akan kematianku ssendiri. Untung ya ada lebaran.

2. Halah bihalal atau Silaturrahim – Lebaran menjadi momen yang pas untuk maaf-memaafkan dan tentu saja untuk silaturrahim dengan keluarga, rekan, teman dan tetangga. Kapan lagi coba waktu lainnya di mana aku keliling kompleks dan berkunjung kesana kemari untuk silaturrahim? Eh, tapi terus terang ni ya, karena jarang kumpul keluarga besar aku tidak mengenal keluargaku sebagian besar. Cuma nyengir dan salaman aja sambil mikir (siapa ya?) – maklum jarang ketemu sih dan begitu juga dengan teman masa kecil dan tetanggaku. Kadang aku gak ingat lho saking lamanya gak di rumah. Lagipula, keluarga besarku sangatlah besar dan banyak. Kata bapakku sih, bisa jadi satu kampung kalau keluarga besarku kumpul semua. Wew. Makanya dulu sering males diajakin karena tentunya capek salaman dan banyak yang gak dikenal. Tapi, lebaran jadi momen yang pas untuk saling mengel lagi. Untung ada lebaran ya.

3. Mudik – Mudik memang mungkin terjadi cuma di Indonesia. Sudah menjadi semacam budaya dan aku pun iktu-ikutan. Hehehe.. Maklum, anak perantauan. Lagipula, mudik menjadi momen yang menyenangkan, karena ada yang dirindukan dan ada yang merindukan kedatanganku. Mudik sudah menjadi bagian dari hidupku dan aku senang bisa mengalaminya juga.

4. Kumpul-kumpul dengan teman lama (sekolah) – Hal ini juga seperti menjadi sebuah acara rutin karena libur lebaran menjadi waktu yang pas untuk pelaksanaannya. Sulit untuk mencari waktu lain karena masing-masing tentu saja memiliki kesibukan masing-masing.

5. Saat yang tepat untuk berbagi – Yap, ramadhan dan lebaran menjadi waktu yang pas juga untuk berbagi dengan sesama. Baik itu keluarga, tetangga, kerabat maupun orang-orang lain yang membutuhkan. Mumpung waktunya ada dan lagi berbahagia, kita manfaatkan saja momen itu untuk berbagi dan berbuat baik. Syukur ya ada lebaran.

Ada yang ingin menambahkan dengan versinya sendiri? Kalau ada tambahan dikasitau lagi deh nanti.



Akhirnya, walaupun agak terlambat aku ingin mengucapkan “Selamat Iedul Fitri 1432 H”
Taqabbalallah minna waminkum. Minal Aidin wal Faidzin.

Mohon maaf lahir dan bathin atas segala kesalahan yang aku perbuat baik sengaja maupun tidak. Semoga kita semua kembali ke fitrah, menuju kemengan, dan selalu mendapatkan rahmat dan taufik dari Allah SWT. Aamiin..

17 Agustus 2011

Simulasi Segelas Air

Jadi, pada suatu hari beberapa waktu yang lalu aku ketiban suatu masalah seperti yang (mungkin) pernah dialami oleh (sebagian besar) orang lain di dunia ini. Masalah yang membuat hari-hari terasa begitu berat. Tubuh capek, pikiran terasa lelah, begitu pula dengan perasaan. Bahkan ketika bangun tidur pun badan terasa begitu lelah dan pikiran nggak jernih. Tidur yang seharusnya untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran justru malah membuat lelah.


Mungkin hal ini yang dinamakan stress. Akumulasi dari masalah-masalah kecil yang kadang secara tidak sadar dan secara gak langsung membebani pikiran dan hati (itu kadang terjadi). Ditambah suatu masalah yang cukup besar dan menjadi pemicu meledaknya tumpukan masalah (besar dan kecil) yang membuat diri tidak bias lagi membendungnya. Kira-kira itulah gambaran yang terjadi pada diriku (wew, serem ya).

Masalahnya apa? Hehehe, gak perlu diceritain. Pokoknya ada masalah dan kejadian yang terjadi. Sampai-sampai aku hanya ingin hari segera berakhir, pulang, istirahat dan menenangkan diri. Kalau mau agak lebay, inilah yang dinamakan ‘aku merasa lelah menjalani hari’..

Karena terasa lelah badan dan perasaan ini menanggungnya, akhirnya aku mencoba berusaha menyelesaikan semuanya. Namun, semangat kurang karena kondisi cukup lelah. Akhirnya sempat berbagi dengan seorang teman dan meminta bantuin sesuatu.

Naah, dalam peristiwa meminta bantuan itu dengan bijaknya dia mengatakan sesuatu kepadaku yang katanya emang mungkin aku sudah mencapai batas untuk menahan beban itu…



"Beban itu kalo udah terasa berat ya ditaruh dulu"
Sama aja kayak simulasi segelas air..”

“Maksudnya, misalkan kita memegang segelas air dengan tangan lurus ke depan.
Awalnya sih biasa aja, tapi semakin lama semakin capek dan terasa berat.
Semakin lama semakin banyak kekhawatiran yang muncul.
Takut gelasnya pecah
Takut airnya tumpah
Takut kamunya pingsan, dll, dst..
Kalau udah terasa capek dan berat, sebaiknya segelas air itu ditaruh dulu.
Jangan dipegang terus..

“Dan, ibaratkan segelas air itu adalah sebuah masalah yang sebenarnya kecil dan simple, semakin lama akan semakin terasa berat dan kompleks kalau terus dipendam.”


Hal itulah yang dikatakan kepadaku.

Kemudian aku berpikir, “iya sih. Secara tidak sadar aku mungkin memendam beberapa masalah yang awalnya aku kira kecil dan biasa-biasa saja, namun justru ketika ada masalah yang menjadi pemicu, masalah kecil yang menumpuk itu semakin membebani”

Naah, akhirnya aku mencoba untuk memaparkan maksud simulasi segelas air tersebut, yaitu sebagai berikut :

1.  Kalau ada masalah, besar atau sekecil apapun, janganlah dipendam. Keluarkan, selesaikan dan jangan diambil pusing (tapi bukan berarti diremehkan begitu saja). Karena kadang-kadang masalah-masalah kecil jika terakumulasi dan ada pemicu (masalah yang lebih besar) membuat kita tiba-tiba meledak karena tidak sanggup menampungnya lagi.
Cara menyelesaikannya gimana?
Aku gak bisa memberikan tips ataupun cara yang jitu. Aku bukan ahlinya. Lagipula setiap orang biasanya memiliki cara yang berbeda dalam menyelesaikan masalahnya dan tentu saja memakai cara yang paling nyaman untuknya.

2.  Aku pernah membaca suatu buku yang mengatakan kalau ada masalah, rasakanlah masalah tersebut. Rasakan dan resapi kemudian lepaskan.
Merasakan dan meresapi masalah itu bertujuan agar pada saat kita mengalami masalah yang mirip atau serupa pada suatu waktu, kita tau rasanya dan bias lebih ringan dalam menjalani dan menyelsaikannya (kurang lebih begitu yang aku ingat).

3.  Perbanyak beribadah dan berdoa.
Mengadu kepada sang Maha Pencipta akan semua keluh kesah dan permasalahan yang kita hadapi. Kemana lagi kita akan mengadu selain kepada Allah SWT?
Kadang tanpa kita sadari, ketika kita menjauh dari Allah dan segala perintah dan ajaran-Nya, hati akan merasakan kekosongan dan biasanya gak tenang apalagi ketika menghadapi suatu masalah.

4.  Perbanyak melakukan kebaikan. Cara ini ampuh untuk lebih menenangkan diri sendiri dan bisa merasakan kebahagiaan yang tulus.

5.  Jangan lari dari masalah, karena kemana pun kamu pergi masalah itu bisa membayangi sewaktu-waktu tanpa kita sadari, kapan pun dan di manapun.
Jangan pula memecahkan masalah, karena kalau pecah akan semakin banyak masalah yang timbul.
Lalu bagaimana? Selesaikanlah masalah tersebut. Kalau sudah selesai kan tidak aka nada kelanjutannya bukan? Lo (masalah), gw, eeend….

Cukup itu saja dulu. Cuma itu juga yang kepikir sama otakku sekarang ini.
Sekarang aku apa kabar? Alhamdulillah, baik-baik saja (gak ada yang nanya padahal ya..)

Btw, pembahasan di atas cukup berat ya? Tapi gak apalah. Aku ingin berbagi pengalaman, siapa tau ada yang bias kalian dapatkan dari tulisan ini…

4 Agustus 2011

Untitle (2)

Aku sadari bahwa blog ini jarang diurus akhir-akhir ini.
Selain karena tingkat kesibukan yang bertambah, hal ini diperparah lagi oleh kemalasan yang bertambah.
Kadang banyak (atau kalaupun tidak, pasti ada walaupun satu dua) hal yang ingin aku tulis dan bagikan, namun sering kali mengetik satu kata pun terasa malas karena capek lebih dulu terasa.

Apalagi mulai tanggal 8 Agustus 2011 besok, statusku bertambah satu lagi. Menjadi MAHASISWA.
Yap, selain menjadi karyawan, status sebagai mahasiswa akan melekat padaku.
Senin sampai Jumat bekerja dari pagi sampai sore, setelah itu langsung dilanjutkan dengan kuliah sampai jam 9 malam. Kedengarannya capek ya? Dan kalau dihitung-hitung aku hanya punya waktu yang benar-benar luang untuk beristirahat adalah di hari Minggu.

Wah, lalu bagaimana dengan nasib blog ini? Hehehe, aku doain baik-baik saja deh.
Semoga saja disela-sela kesibukan yang ada aku sempatkan untuk menge-post sesuatu dan juga blogwalking.
Kesibukan ini memang menjadi salah satu alasan terbesarku, selain alasan-alasan lainnya.

Emang pengunjung blog ini banyak? Emang ada yang menantikan tulisan-tulisan di blog ini?
Terus terang aku tidak tau, cuma yaaa.. kalaupun ada atau tidak siapa tau ada yang sengaja maupun tidak mengunjungi blog ini dan aku berharap mendapatkan sesuatu (yang bermanfaat).

Akhir kata, good luck buat saya sendiri yang akan kuliah lagi sebagai sampingan (pokoknya bekerja) dan good luck buat kalian semua.

Oia, aku lupa..
*SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA 1432 H*

Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT, semoga kita menjadi hamba yang beriman dan bertaqwa.
Semoga kita juga tetap semangat untuk terus menjadi orang baik dan meningkatkan semua amal kebajikan kita. Mohon maaf atas kesalahanku ya....

30 Juli 2011

Harry Potter – Novel dan Film


Tulisan ini pun tercipta tentu saja karena akhirnya film terakhir Harry Potter – Harry Potter and The Deathly Hallows Part.2 ditayangkan juga di bioskop Indonesia. Alhamdulillah, karena terus terang aku pun turut senang (padahal pada saat tulisan ini dibikin, aku sendiri belum nonton). Penasaran bagaiman visualisasi terakhir dari Harry Potter ini. Lagian nonton di bioskop ada nilai lebih sendiri dalam menikmati sebuah film.

Aku gak akan meresensi atau menceritakan novel ataupun film Harry Potter di sini. Aku menganggap sebagian besar orang sudah tahu ceritanya. Sudah membaca dan menonton filmnya. Kalau belum tahu yaaaa....
Buku - novel = baca sendiri aja. Filmnya - tonton sendiri aja. Hehehee...


Novel HP 1 - 7

Aku dan Novel Harry Potter

Kalau mengingat masa lalu, pertama kali perkenalannku dengan novel Harpot (sebut saja seperti ini) adalah melalui majalah Bobo (Cuma lupa apakah majalah Bobo-ku sendiri atau Majalah Bobo Pinjaman), tapi Bobo memang teman bermain dan belajarku zaman itu. Pada saat itu aku tidak memiliki ketertarikan akan novel ini hingga akhirnya seorang teman yang baik hati (Zundina Ulya) meminjamkan aku buku pertama – Harry Potter and The Sorcerer’s Stone pada saat kelas 3 SMP, setelah dibaca habis, ya..ya..ya.. seperti kebanyakan orang lain (terutama para anak-anak dan remaja) di belahan dunia ini, aku pun terkena imbas akan ajaibnya dunia Harpot ini. Demam dan tergila-gila akan dunia Harry Potter . Ah, iya, tega bener temanku saat itu cuma minjemin setengah hari karena sore hari setelah pulang sekolah novelnya harus dibalikin.

Setelah membaca buku pertama, akhirnya dipinjamkan lagi buku kedua. Namun karena pada saat itu ada kesempatan ke Bali, bacanya ditunda. Nah, kebetulan waktu di Bali sempat mampir ke toko buku. Tanpa basa-basi pada saat itu aku langsung membeli buku ke 3 Harpot – Harry Potter and The Prisoner of Azkaban. Jadi, aku bacanya tidak urut karena buku ketiga lebih dulu aku habiskan daripada buku kedua – Harry Potter and The Chamber of Secrets.

Buku keempat tidak lama setelah itu akhirnya aku baca hanya dalam jangka waktu satu hari (waktu itu bulan Ramadhan). Kebetulan sepupuku – Huda Tula – ke Jakarta karena lomba karya ilmiah dan pulang dari sana akhirnya dia membeli buku ke empat Harry Potter and The Goblet of Fire. Pinjam deh. Hehehe... Semuanya hanya pada saat aku kelas 3 SMP.

Setelah menunggu sekitar 2 tahun, ketika kelas 2 SMA, berbekal uang hadiah lomba aku memberanikan diri membeli novel kelima – Harry Potter and The Order of The Phoenix dengan cara titip Dina untuk  beli dan aku bawa pulang ke rumah dengan alasan pinjam punya teman (Ah, iya. Sebenarnya aku sering dimarahi sama kedua orang tuaku karena sering beli buku – bukan buku pelajaran). Ah, betapa senangnya aku saat itu. Buku itu aku rawat dengan sangat baik dan tentu saja aku perlakukan layaknya barang berharga.

Setelah menunggu dua tahun lagi, ketika tingkat 1 kuliah di Jakarta, dengan menyisihkan uang saku bulanan dan mengurangi jatah makan, dengan nekat tanpa diketahui kedua orang tuaku, aku mebeli novel keenam – Harry Potter and The Half Blood Prince.

Dan dua tahun setelah itu, tingkat 3 kuliah, ternyata novel ketujuh Harry Potter and The Deathly Hallows terlalu mahal jika dibandingkan tiga novel sebelumnya padahal bisa dibilang lebih tipis dari buku sebelumnya. Akhirnya, dengan menyesal aku hanya meminjam teman dan dengan sabarnya aku membaca buku ketujuh sekaligus terakhir hanya dalam waktu setengah hari karena hanya diberi pinjaman satu hari. Yaaah.. akhirnya selesai juga dengan novelnya.

Film Hp 1 - 7 (gambar dari Google)

Aku dan Film Harry Potter

Agak berbeda dengan novelnya, film Harry Potter juga hal yang aku nantikan. Alasannya tentu saja sebagai penggemar berat bukunya, aku ingin melihat bagaimana dunia sihir Harry Potter dalam sebuah film. Tapi, tentu saja karena tempatku tidak ada bioskop, maka media menonton adalah VCD – bukan DVD.

Film pertama yang aku tonton kelas 3 SMP – HP1 (sebut saja seperti ini selanjutnya biar gak kepanjangan) akhirnya aku tonton berbekal pinjaman VCD seorang teman sekolah. Mencari info filmnya dari majalah-majalah. Setelah menonton tentu saja apa yang aku bayangkan berbeda ketika menonton filmnya. Terus terang aku kecewaa...

Aku lupa mana yang aku tonton terlebih dahulu, apakah HP2 atau HP3. Tapi, lagi-lagi inipun berbekal pinjaman VCD teman sekolah. Sudahlah.. Filmnya pun berbeda dari yang aku bayangkan. Lagi dan lagi aku kecewa...

Film keempat ditanyangkan pada saat aku tingkat 1 kuliah. Aku di Jakarta namun tidak mengenal dunia per-bioskop-an. Hanya bisa gigit jari dan kecewa melihat dan mendengar teman-temanku menonton film HP4 di bioskop. Padahal aku kepengeeen banget. Akhirnya film ini pun tidak aku tonton.

Film kelima akhirnya tayang ketika tingkat 2 kuliah. Sempat janjian dengan teman kuliah untuk nonton di bioskop dan akhirnya kembali kecewa karena nontonnya gak jadi. Sabar aja lah. Hingga akhirnya film ini aku bisa nonton dari komputer teman (download-an *malu), lagi dan lagi tidak seperti yang aku harapkan. Kecewa..

Film keenam, HP6 tayang ketika aku sudah bekerja – lagi magang tepatnya. Sayangnya adalah tayang pada saat aku sedang melaksanakan diklat prajabatan. Setelah prajab aku pulang ke rumah dan akhirnya gagal kembali menyaksikan HP6 di bioskop. Menonton pun lewat DVD, karena kualitas gambar yang jelek dan alur yang agak lambat, aku pun tertidur beberapa kali dan denga perjuangan yang berat akhirnya aku pun menyelesaikan film ini.

HP 4 terus terang belum juga aku tonton. Sampai ditayangkan di tivi swasta pun aku gagal nonton karena alasan mataku tidak bisa diajak kompromi. HP4 aku tonton tahun 2010 (can u imagine that? Haha) dengan membeli VCD asli sendiri – obralan. Hahahaa..
HP7 Part.1 adalah film pertama Harry Potter yang akhirnya aku tonton di bioskop. Yey. Senang. Karena bioskop dekat dan udah punya penghasilan, jadi hal ini bukan masalah lagi. Hahaha...
Sekarang pun karena akhirnya HP7 Part.2 ditayangkan di Indonesia, akhirnya kekhawatiran gagal nonton dibioskop lenyap sudaaah...

Hmmm.. tadi aku katakan bahwa tidak ada satupun film Harry Potter yang membuatku puas. Hal itu tentu saja karena bukunya sangat amat melekat di ingatanku. Tidak sesuai dengan yang aku bayangkan. Namun, setelah melepaskan bayang-bayang novelnya dan karena aku juga tidak terlalu ingat dengan keseluruhan detail cerita di novel Harry Potter, aku pun menonton ulang keseluruhan film Harry Potter dari film pertama sampai dengan film ketujuh (yang terakhir film kedelapan). Apa yang aku dapatkan? Kepuasan tentu saja. Filmnya ternyata bagus. Diadaptasi dan divisualisasikan dengan baik. Sebagai sebuah film, filmnya pun bagus, bisa dimengerti dan aku menikmatinya tanpa harus ada rasa kecewa dan membanding-bandingkan lagi dengan novelnya.

Heii.. itu media yang berbeda.

Nah, inilah awal mula tulisan ini sebenarnya. Membuat daftar urutan buku dan film Harry Potter berdasarkan kesukaanku. Eh.. malah nerocos duluan. Hahaha..
Okelah.. ini dia daftarnya :

Buku – Novel

1. Harry Potter and The Order of The Phoenix
Yap, inilah buku favorit saya. Buku kelima sekaligus yang paling tebal. Aku menyukai kisah yang terjadi di buku ini, dengan pemberontakan yang ada dan dengan emosi Harry yang sering meledak. Ah, pokonya kisahnya keren-lah.

2. Harry Potter and The Prisoner of Azkaban
Buku ketiga ini ceritanya tidak berhubungan dengan Lord Voldemort sendiri. Namun, entah kenapa kisah yang ada sungguh menarik dan aku begitu terkagum-kagum dengan cerita yang diangkat, dengan alur yang ada dan dengan kejutan yang ada di akhir buku ini. A great book.

3. Harry Potter and The Half Blood Prince
Novel keenam sekaligus novel yang penuh kata “gantung”. Kisah tentang Half Blood Prince yang ternyata Snape, ramuan Felix Felicis, mantra Sectumsempra, pengkhianatan yang ada, kematian Dumbledore (*bener gak sih tulisannya?), Horcrux yang ternyata palsu, masa lalu Lord Voldemort semuanya sangat menarik dan rasanya nangguuuung banget setelah halam terkahir. Mana lanjutannya? Mana lanjutannya? Kenapa harus berakhir begini? Inilah yang kau rasalah setelah membaca buku keenam ini.

4. Harry Potter and The Deathly Hallows
Buku ketujuh dan terakhir. Menarik. Bagian yang paling menarik tentu saja kenyataan yang ada di balik tokoh Severus Snape. Wow? Sungguh tokoh yang paling luar biasa yang diciptakan oleh JK Rowling. Setelah aku benci dan kadang bingung dengan sikapnya, di buku terkahir justru aku sangat bersimpati dengan tokoh ini. Bagaimana mungkin tokoh ini menjadi sangat luar biasa seperti ini?
Yang bikin agak kecewa sih karena penyelesaiaan pertarungannya terkesan “berakhir begitu saja”, terlalu datar.

5. Harry Potter and Goblet of Fire
Buku keempat menarik karena da turnamen triwizard. Yap, aku suka bagian itu. Lagipula, baru di buku keempat inilah aku tau cara mengucapkan nama Hermione yang sebenarnya. Hahahaa...

6. Harry Potter and The Chamber of The Secret
Aku suka buku ini. Suka bagian yang misteri membatunya penyihir kelahiran muggle. Namun karena seri setelahnya bagus, terpaksa deh diperingkat enam. Hehehe..

7. Harry Potter and Sorcerers Stone.
Buku pertama yang mengenalkan dunia Harry Potter. Ceritanya menarik, namun tidak sekompleks seri setelahnya.

Film – Movie

1. Harry Potter and The Prisoner of Azkaban
Film ketiga dari buku ketiga. Padahal dari segi cerita, film ketiga adalah yang paling beda dengan bukunya. Tapi, film ketiga dimulainya film yang lebih gelap, dengan sinematografi dan penceritaan yang ada, menjadikan film ketiga ini begitu enak untuk dinikmati. Film yang paling keren dari semua film Harry Potter.

2. Harry Potter and The Deathly Hallow
Okeh, kita jadikan satu film aja ya. Hehehe... Film yang paling setia dengan bukunya (mau komentar apa lagi ya?).

3. Harry Potter and The Order of The Phoenix
Padahal buku yang paling tebal, namun justru film dengan durasi paling pendek dibandingkan dengan film yang lainnya. Namun, lagi-lagi adaptasinya bagus walaupun banyak yang dipotong dari bukunya (yaiyalah). Alurnya pas dan porsinya pas jugalah.

4. Harry Potter and The Half Blood Prince
Entah kenapa alur film awalnya terasa agak lambat, namun filmnya bijaksana menurutku. Dalam artian enak untuk diikuti dan cukup bagus. Namun, yang bikin kecewa sebenarnya dalah di bagian akhir. Klimaksanya kuraaaangg, gak maksimaaal... Seandainya saja pertempuran di gua didramatisir lagi (diperpanjang) dan setelah kematian Dumbledore ada pertarungan, mungkin film ini akan ada di peringkat 3 daftarku ini. Tapi film ke-6 ini ditonton ulang malah terasa makin menarik.

5. Harry Potter and The Sorcerers Stone
Sebuah film keluarga dan menarik untuk diikuti. Namun, karena mungkin film pertama, feel-nya kurang terasa di film ini. Tapi baguslah untuk ukuran film perkenalan.

6. Harry Potter and The Chamber of Secrets
Entah kenapa aku merasa film ini paling lemah. Walaupun aku tonton ulang, alurnya terasa lambat dan aku merasa agak berat untuk menyelesaikan film ini sampai akhir. Sayang sekali, padahal ceritanya bagus namun yaaa begitu...

7. Harry Potter and The Goblet of Fire
Entah kenapa, di film keempat ini, tokoh laki-laki di film ini rambutnya gondrong semua. Harry, Ron, Neville, Fred, George gondrong semua dibandingkan dengan film lainnya. Ada apa ini? Hahaha, aku jadi bertanya-tanya sendiri. Hmm.. filmnya bagus lah walaupun turnamennya agak datar menurut saya. But, a good job.

Horeee, daftarnya selesai juga. Hehehee...

Aku ingatkan sekali lagi, aku pernah mengalami demam Harpot. Aku ingat bagaimana dulu aku begitu mengagumi JK Rowling dan keajaiban Harpot. Aku ingat bagaimana dulu ketika SMP dan SMA semapat kepikiran memiliki model rambut seperti Harry. Ingin sepintar Hermione.

Ketika kelas 3 SMP, aku membuat sebuah tongkat sihir dari bambu dan aku pergunakan di kelas. Melafalkan beberapa mantra sepeti orang gila.

Membeli buku tulis Harry Potter, mencari info tentang Harpot, membeli segala sesuatu tentang Harpot, membeli biografi JK Rowling dan sering menghayalkan tentang dunia sihir.

Foto, poster dan pernak-pernik Harpot aku cari dan kalau bisa dikoleksi.

Kalau mengingat hal ini sekarang, aku Cuma bisa tersenyum sendiri. Ya, aku pernah ada dalam bagian ini. Pernah ada bagian dalam hidupku begitu mencintai Harry Potter dan dunianya. Dan itu adalah hal yang wajarkan? Karena seiring dengan bertambahnya usiaku, aku merasa biasa saja dengan Harry Potter dan dunianya, tapi masih terkagum-kagum dan sebagi fans berat JK Rowling yang dengan jeniusnya menciptakan dunia Harry Potter.

13 Juli 2011

A Little Happy Family



Tentang apa tulisan ini? Sebuah keluarga kecil bahagia?
Oh.. tentu saja ini adalah hasil pemikiran (khayalan) ku seorang.
Dan inilah cerita dari saya…

Suatu malam, seorang pemuda sedang dalam perjalan pulang dari kantor menuju tempat tinggalnya (dalam hal ini adalah kost). Sang pemuda ganteng (*ehm) ditengah perjalanan pulang, dia mampir ke sebuah toko roti (sebut saja Holen bekeri).
Sang pemuda memilih beberapa jenis roti dan puding. Setelah membayar di kasir, sang pemuda pun kembali melanjutkan perjalanan pulangnya dengan berjalan kaki. Kebetulan jarak toko roti dan tempat menetapnya tidaklah terlalu jauh.
Naah, dalam perjalanan pulang sambil menenteng roti itulah sang pemuda tampan (*ehm) tiba-tiba kepikiran sesuatu (*menghayal lebih tepatnya).
Sang pemuda membayangkan alangkah bahagianya seandainya makanan (roti dan puding dalam hal ini) yang dibawanya pulang bukan untuk dimakan sendiri, namun dibeli untuk istrinya yang sedang menunggu di rumah dan dimakan bersama. Memikirkan itu, sang pemuda pun tersenyum bahagia apalagi jika disambut dengan wajah ceria (ooooh….).

Lamunan sang pemuda-pun semakin meningkat. Jika pada khayalan sebelumnya hanya ada mereka berdua. Sang pemuda dan istri tercinta. Kali ini sang pemuda membayangkan dia di sambut oleh istri tercinta-nya dan seorang anak yang masih kecil berlari menyambut kepulangan sang ayah dengan wajah gembira. Makanan yang dibawakan sang pemuda pun mereka nikmati bersama dalam suasana kekeluargaan yang begitu indah…

Semakin dekat pemuda tampan (*ehm) itu dari tempat tinggalnya, semakin lebar pula senyumannya memikirkan seandainya khayalan itu menjadi kenyataan.
Sang pemuda pun berharap semoga keinginannya itu dapat terwujud dengan segera. Aamiin…

---

Yaah, ini memang kisah nyata sih.
Pemuda itu adalah saya sendiri dan memang benar bahwa ini terjadi semalam sewaktu dalam perjalanan pulang menuju kost. Aku emang membeli roti, kue, dan puding. Dan pada saat perjalanan pulang itulah tiba-tiba aku kepikiran hal tersebut.
Sebagai pemuda yang memang sudah pantas untuk menikah, tiba-tiba saya menginginkan dan memimpikan hal tersebut.

Sebenarnya hal ini mau aku tulis semalam saja. Namun, karena udah merasa lelah, terpaksa ditunda sampai hari ini. Mengingat lamunanku semalampun sampa sekarang aku kadang-kadang tersenyum sendiri. Sungguh bahagianya jika memilki keluarga kecil yang bahagia. Hahaha…

10 Juli 2011

My Top 5 Playlist of the Week (1)



Postingan pertama di bulan Juli (yey). Daripada dibiarkan tanpa postingan baru, mendingan aku bahas mengenai lagu saja. Rencana nih ya, aku mau rutin untuk menuliskan mengenai top playlist lagu-ku.

Lima lagu cukup-lah ya. Rutinnya itu, kalau tidak seminggu sekali, yaa.. 2 minggu sekali saja lah. Hehehe..
Berbicara mengenai top playlist laguku, seringkali suatu waktu aku merasa terjebak kepada sebuah lagu dalam jangka waktu yang lama. Akibatnya, lagu itu akan terus aku dengarkan berulang-ulang setiap hari, bahkan bisa sampai berminggu-minggu dan bisa juga berbulan-bulan sampai aku merasa bosan dengan sendirinya. Salah lagunya sih yang bagus dan juga salahku karena menyukai lagu tersebut. Hehehee..

Okelah ini dia 5 lagu yang paling sering aku dengarkan minggu terakhir Juni sampai dengan minggu pertama Juli 2010 (urutan tidak menunjukkan apapun):

1 – Melee “Built To Last”

Lagu ini lagi. Mengapa aku katakan ‘lagi’? Karena lagu ini pernah sangat aku sukai beberapa waktu yang lalu dan sekarang lagi-lagi ‘stuck’ dengan lagu ini.
Lagu ini begitu terdengar olehku, langsung membawa kepada suatu perasaan yang agak berbeda dan teringat akan suatu memori akan “seseorang dan sesuatu” – mungkin karena ada ikatan mengenai semua itu. Hahaha..
Yeah, i really like this song. Jadi wajar kalau lagu ini akan terus aku putar berulang-ulang.

2 – OneRepublic “Good Life”

Hmm... sebenarnya lagu ini aku dengar cukup lama. Namun seminggu belakangan inilah aku benar-benar mendengarkan lagu ini dan langsung suka. Lagi dan lagi, lagu dari OneRepublic membuatku jatuh cinta. Lagipula lagunya begitu enak untuk didengar berulang-ulang kali.
Apalagi kalau membaca judulnya “Good Life”, yeaah, aku membayangkan memiliki hidup yang indah (walaupun lagunya gak begitu-begitu amat sih). This has gotta be the good life....

3 – Royal Wood “A Mirror Without”

Lagu ini pertama kali (lebih tepatnya penyanyi ini – yang ternyata penyanyi solo, aku kirain nama band pertama kalinya) aku dengar dari serial “Being Human” episode 1 versi US.

Dengan aliran pop klasik (tau aja kesukaan saya), lagu ini berhasil membuatku menyukainya. Coba saja dengarkan, musiknya itu sesuai dengan seleraku. Karena aku gak begitu paham dengan musik soal melodi, aransemen atau apalah itu, aku katakan saja bahwa lagu ini berhasil memenuhi seleraku. Hahaha..

Sebenarnya yang paling membuatku menyukai lagu ini adalah lirik, melodi, dan musik pada bagian terakhir lagu ini yang mengatakan .... “I think I miss you even more....”. Aiih..., aku suka banget dah pokoknya (keren bagian itu).

4 – Opick feat Amanda “Alhamdulillah”

Yey, lagu dari negeri sendiri. Opick feat. Amanda “Alhamdulillah” berhasil membuat playlist-ku hanya berisi lagu ini untuk beberapa hari. Alasannya sederhana, yaitu karena lagu ini begitu bagus dan liriknya yang begitu indah...
Mengapa? Kalau ditanya seperti itu, aku juga akan menjawab bahwa aku merasa bersyukur atas semua yang telah Allah SWT berikan kepadaku. Kalau aku pikir-pikir, banyak nikmat yang telah aku terima dan aku sangat bersyukur akan hal tersebut. Lagipula, melihat kebahagiaan orang-orang sekitarku (terutama orang-orang terdekatku) aku merasa begitu bahagia sampai kadang ingin menangis karena rasa syukur dan bahagia yang aku rasakan. Hehehe...

Lagipula, siapa yang tidak menyukai liriknya yang seperti ini karena aku menyukainya dan siapa yang tidak menginginkan apa yang tertulis dalam lirik lagu berikut ini:

Bersujud kepada Allah, bersyukur sepanjang waktu
Setiap nafasmu, seluruh hidupmu semoga diberkahi Allah.
Bersabar taat pada Allah, menjaga keikhlasan-Nya
Semoga dirimu, semoga langkahmu, diiringi oleh Rahmat-Nya
Setiap nafasmu, seluruh hidupmu semoga diberkahi Allah.
Alhamdulillah, wasyukurillah.. bersukur padamu ya Allah
Kau jadikan kami saudara, indah dalam kebersamaan

Rasa persaudaraan itu terasa sangat indah, apalagi kalau dilandasi oleh keikhlasan, selalu saling menolong dalam kebaikan dan selalu mendoakan yang terbaik kepada saudara dan teman-teman kita.

5 – Ray Charles  & Quincy Jones “Moaning”

Sebenarnya ini hanya musik saja. Musik jazz. Tapi aku sangat menyukainya.
Saking senangnya sama musik ini, nada dering handphone-ku sampai dengan saat ini dan sepertinya sampai dengan waktu yang lama adalah musik ini. Hehehe...

-- ini nih pidio klip-nya kalau mau liat dan dengerin.


1 – Melee “Built To Last”

2 – OneRepublic “Good Life”

3 – Royal Wood “A Mirror Without”

4 – Opick feat Amanda “Alhamdulillah”

5 – Ray Charles  & Quincy Jones “Moaning”


Cukup sekian 5 lagu/musik top playlist-ku. Lagu tersebut yang membuatku menyukai mereka pertama kali adalah karena enak untuk didengarkan. Soal lirik, biasanya aku cari belakangan. Hehehe...

30 Juni 2011

Dapet Sakit Ati

Lagi-lagi aku hanya ingin berbagi di akhir Juni 2011 ini *apa hubungan dan pengaruhnya coba?
Lagi-lagi dan lagi dari e-book yang aku katakan bikin adeeem kalau dibaca. Sebuah e-book karya sQu yang judulnya PENGEN JADI BAIK.

Tulisan berikut ini adalah sebuah tulisan pertama di e-book ini dan kalau mau terus terang, tulisan inilah yang pertama kali mebuatku merasakan sesuatu yang damai di hati *ceilah.

Serius, tulisan ini bikin suasana hati adem apalagi kalau diamalkan. Tapi, tentu saja pada saat membaca tulisan yang berjudul "Dapet Sakit Ati" hati dan perasaan langsung terasa ada yang menusuk *jleb..jleb..jleb.. (kena tepat di tengah hati).
Oke, saya merasa tersindir sama tulisan ini, namun justru tulisan inilah yang membuatku tersadar bahwa mungkin apa yang aku lakukan selama ini niatnya keliru. Iya, niatku keliru dan mungkin karena itu aku sering merasakan kecewa dan sakit hati..

Yaudah, daripada berlama-lama, simaklah tulisan berikut ini...

--

e-book : Pengen Jadi Baik
by: sQu



Dapet Sakit Ati

Sopir Taxi

Biasanya kalau naik taxi, aku selalu ngobrol tuh ama sopir taxinya. Nanya ini itu lah, basa-basi, atau kadang ya ngobrol serius dengan topik yang berganti-ganti. Nah suatu hari, dalam perjalanan dari rumah kakak di daerah Cimanggis ke stasiun Gambir, aku pun ngobrol ama si sopir taxi. Kali ini aku naik taxi Burung Biru (maap ini nama samaran, soalnya kalau nama aslinya ntar dikira ngiklanin merk taxi yang bersangkutan wkwkwkwk).

Dia sambil nyetir lalu bercerita, "Dulu pertama kali saya nyupir taxi di Jakarta nih, Mas, tiap ada mobil lain yang minta kesempatan, motong di depan begitu, pasti saya kasih jalan."

"O iya bagus itu, Pak. Saya juga kadang-kadang begitu." kataku menimpali.

"Iya, dengan alasan nih, yaah siapa tahu lain kali kalau saya butuh, saya juga dikasih kesempatan ama mobil lain di jalan." katanya. "Eh ternyata ya Mas, dari dulu sampai sekarang, sekali pun belum pernah saya dikasih jalan ama mobil lain."

Si sopir taxi tertawa sendiri menyesali kebodohannya, "Abis itu kapok dah Mas berbaik-baik ngasih jalan mobil lain di Jakarta. Sekarang mah siapa duluan saja, percuma ngasih jalan juga ngga bakal kita dikasih jalan ama orang. Cuma dapat sakit ati!"

Lho kok? Aku mengeruntukan kening, menjadi pening, mata terpicing dan kebelet kencing. Ini lah kesalahan dia. Berbuat baik kok berharap dibalas baik ama orang lain. Kalau berharap baik itu berharaplah Allah ridho dengan apa yang kita lakukan. Soal nanti kalau kita diberi kesulitan-kesulitan, ya mudah-mudahan Allah memudahkan jalan kita dan memberi kita kesabaran dan kelembutan hati. Bukankah setiap kesulitan -bahkan tertusuk duri sekalipun- akan digantikan dengan diampuninya dosa?

Pemuda Tampan

Hayo keburu nuduh ya kalau ada cerita pemuda tampan pasti ini menggambarkan diriku?

Hahahaha baca dulu dong ceritanya jangan asal nuduh. Ini cerita tentang beberapa pegawai rendahan yang baru saja bekerja di sebuah kota kecil di ujung Jawa Timur, jauuh dari kampung halaman. Di antara sesama pegawai rendahan dengan gaji tiga ratus ribuan per bulan, ada seorang pemuda tampan yang sudah punya sepeda motor, hasil nghutang duit kakaknya. Otomatis satu-satunya sepeda motor itu lah yang jadi pinjam-pinjaman teman-temannya yang lain.

Dipakai kesana sini. Dipinjam kesana sini. Monggo monggo. Bahkan seharian sampai malam pun dipinjam juga si pemuda tampan ini ngga apa-apa. Tapi yang jadi masalah adalah, bensin nya kosong. Ngga pernah diganti. Ngga pernah diisi. Mau negur juga ngga enak, ngga berani, ntar dikira pelit. Mbok yo mereka itu ngerti, kalau namanya minjem ya ngisi lah gantiin bensin. Masa sudah minjem seharian, bensin nya juga minta.
Dapat apa coba, yang ada cuma sakit ati!

Si pemuda tampan ini lalu mengadu ke mami nya yang tinggal di kampung halaman betapa dia sebel ama teman-temannya yang ngga tahu diri padahal hidup sama-sama ngirit mengencangkan ikat pinggang.
Dan si Mami menasehati begini, "Lho, siapa tahu itu akan jadi amalmu."

Jlebbb. Dan si pemuda tampan pun belajar untuk lebih ikhlas membantu teman-temannya sesama orang sulit, meminjamkan motor plus bensin nya.

Gula Pasir

Ada saudaraku yang kala itu hidupunyaa masih sulit, belum berkecukupan lah. Tapi hampir setiap hari, sahabat suaminya selalu main ke rumah ngopi dan makan di situ. Padahal si sahabat ini secara ekonomi lebih mapan, istrinya pun bekerja. Tapi karena keluarganya tinggal di lain kota, maka sehari-harinya si sahabat ini menjadikan rumah saudaraku sebagai jujukan, tempat singgah, plus ngopi dengan makan siang gratisan.

Saudaraku yang belum berkecukupan tentu saja menjerit dalam hati tanpa berani ngomong ke suaminya. Ringan tangan ya ringan tangan, tapi kalau tiap hari kan mencekik juga nih lha wong masih kekurangan. Gula pasir sekilo berapa coba. Kopi berapa coba. Arggh. Sakit ati ini, kata dia. Seperti ngga ada jalan keluar.

Ia pun mengadu ke aku. Susah Memang kalau tamu nya yang ngga tahu diri. Tapi memang ngga ada jalan keluar, kecuali persahabatan bisa jadi retak. Dari ceritanya aku langsung inget petuah mami waktu aku muda dulu, "Lho, siapa tahu itu akan jadi amalmu." Tentu saja dengan kunasehat-nasehatin lain seperti langit punya siapa, gunung punya siapa, betapa Allah itu Maha Kaya. Jlebb. Saudaraku langsung berbunga-bunga wajahnya. Teraang sekali.

"Iya ya benar juga lo." Bukankah memuliakan tamu itu besar sekali pahalanya. Dan pasti diganti ama Allah kalau kita ikhlas. Alhamdulillah saudaraku jadi ikhlas. Dan sekarang alhamdulillah ekonominya teruuus membaik membaik membaik.

Penumpang Tak Dikenal

Temenku, seorang pejabat eselon sekian, tiap hari ngantor bawa Kijang Super-nya seorang diri (jaman itu kijang super masih mobil baru, belum ada kijang kapsul bahkan inova). Dan di jalan selalu ada gerombolan pegawai-pegawai di halte yang mencegat bis dengan tujuan mungkin sama searah dengannya. Hingga suatu hari ada satu bapak-bapak tidak dikenalnya yang numpang karena memang searah.

Ternyata oleh si pejabat (atau perjanjian keduanya), si penumpang tak dikenal ini tiap hari boleh menumpang, janjian dari halte situ dan berangkat bareng. Tapi ngga gratis lho, karena sebulan sekali bayar 40 ribu (kejadiannya jaman dulu, jadi uang segitu memang lumayan gede).

Mereka pun akrab, jadi teman seperjalanan setiap hari. Kira-kira sepuluh bulan kemudian, si penumpang tak dikenal ini butuh uang dan mau minjem 400 ribu. Si pejabat dengan senang hati meminjamkan. Dan besoknya di halte itu, si penumpang tidak dikenal tidak ada di situ. Begitu pula besoknya, besoknya dan besoknya. Persis membawa pergi uang 40 ribu dikali sepuluh bulannya. Jlebb. Jahat banget tuh orang.

Kasian temenku. Dapat apa selama sepuluh bulan? Duit ilang, temen baru juga ilang. Dapatnya sakit ati. Mungkin lain kali kalau Memang mau numpangin ya numpangin saja gitu ya, ngga usah diajak patungan bensin segala.

Padahal kata Rasulullah ”Setiap anggota badan manusia diwajibkan bersedekah setiap hari selama matahari masih terbit. Kamu mendamaikan (dua orang yang sedang berselisih) adalah sedekah, kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraanya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah, berkata yang baik itu adalah sedekah, setiap langkah berjalan untuk shalat adalah sedekah, dan menyingkirkan suatu rintangan di jalan adalah sedekah” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kesimpulan

Semua hal memang kembali ke niat kita apa. Ngasih jalan buat mobil lain, niatnya supaya apa. Minjemin temen motor, memuliakan tamu, niatnya apa. Ngasih tumpangan orang niatnya apa.

Kalau kita ringankan kesulitan orang lain, tapi kita gantiiiiii niatnya cuma karena mengharap ridho Allah, kelak akan dateng pertolongan yang ngga diduga-duga insya Allah. Addda saja kemudahan-kemudahan.

Ketika panas-panas terik matahari siang bolong, eh mobilku mogok di jalan, in the middle of nowhere, ngga bisa distarter-starter. Jleb. Piye iki? Tiba-tiba ada angkot bison mendekat, "Mas, mau saya tarikin?" tanya sopirnya."Di depan situ ada bengkel." Subhanallah.

Ketika tengah malam naik mobil carteran, saat melalui jalanan berkelok di tengah hutan, lampu mobil kami mati. Gelaaappp gulita. Mobil jalan pelaan. Kalau berenti menepi takut dimakan macan, digondol genderuwo. Kalau jalan terus pelan-pelan, ya cuma nunggu waktu saja ditabrak mobil lain, nabrak pohon atau masuk jurang. Tiba-tiba ada truk besar di belakang yang menyalakan lampu terang benderang ngasih penerangan. Teruss saja ngikut di belakang, ngga mendahului, terus mengantar sampai ke jalanan kota yang berlampu-lampu. Subhanallah.

Kata Rasulullah, "Barangsiapa yang meringankan dari seorang mukmin satu kesulitan dan kesulitan-kesulitan dunia, maka Allah akan ringankan untuknya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan Hari Kiamat. Barangsiapa yang memudahkan seorang yang mengalami kesulitan, maka Allah akan beri kemudahan untuknya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka akan Allah tutupi (aibnya) di dunia dan di akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba selama sang hamba tersebut menolong saudaranya.“ (HR. Muslim)

***

Naaah.. bagaimanakah niatmu selama ini dalam melakukan kebaikan? Sejak membaca tulisan ini, seolah-olah aku diingatkan kembali tentang belajar menjadi ikhlas. Aku banyak melakukan kekeliruan. Dan insya Allah aku akan melakukan apapun (termasuk membantu orang lain) hanya untuk mengharapkan ridho dari Allah SWT. Semoga Allah memudahkan jalan kita semua =)
Sekali aku katakan, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin...

**Btw, beberapa hari ini lagi gak mood mikir untuk membuat tulisan, jadi sekadar sharing aja. Semoga lain waktu aku bisa nge-post tulisan karya ku sendiri. Hehehe....

28 Juni 2011

Orang Di Sebelahmu

Pernah merasa ingin menulis atau mengungkapkan sesuatu tapi nggak ada ide sama sekali?
Itulah tepatnya yang aku rasakan sekarang. Jari-jari tangan dan otak udah dipakai mikir tapi tetap aja belum ada ide yang bagus untuk ditulis.
Bingung. itulah yang aku rasakan sekarang.

Sebenarnya, kalau mau aku bisa saja meninggalkan kegitan ini dan mengerjakan hal lain. Tapi, malam-malam begini lagi-lagi tidak ada hal menarik yang bisa (mau) aku kerjakan. Cuma pengen menulis sesuatu. Hanya itu yang aku pengenin *iya, lagi aneh nih kemauan, kok ya pengen dituruti gitu ya?

Naaah, daripada gak ada ide sama sekali, akhirnya aku putuskanlah untuk mengutip suatu tulisan yang telah diterbitkan menjadi e-book.
Kebetulan pada suatu hari di saat aku lagi sedang berada di titik labil dan kondisi yang tidak stabil, dia memberikanku e-book ini untuk dibaca. Padahal aku bukan tipe orang yang suka membaca e-book. Karena menurutku membaca e-book itu gak enak karena harus menatap layar komputer dalam jangka waktu yang cukup lama.

Namun, karena apa yang tertulis di e-book tersebut sangat menarik dan benar-benar bikin adem di hati sewaktu membacanya, tanpa sadar aku membaca sampai habis cuma dalam jangka waktu setengah hari e-book ini.

E-book ini ditulis oleh seorang PNS, sama kaya aku. Kebetulan berada di instansi yang sama walaupun di kantor yang berbeda. Tapi, apa yang tertulis benar-benar berlaku bagi siapa pun. Nama penulisnya adalah - inisial - sQu (maaf nama asli tidak dituliskan). Dan kali ini aku ingin mengutip salah satu tulisan yang berjudul Orang di Sebelahmu.

Mohon izin share yaaa...


Silakan disimak, semoga kita bisa mendapatkan hikmah dan pelajaran dari tulisan berikut ini:

----

e-book : Pengen Jadi Baik
by: sQu


Orang Di Sebelahmu

Coba liat orang di sebelahmu sekarang. Iya sekarang. Sudah? Jangan diliatin langsung gitu, dilirik aja. Sudah kan? Siapa dia? Kalau kamu lagi di kantor, mungkin di meja sebelahmu itu temenmu seruangan. Orangnya suka becanda, bersuara keras, ngakak-ngakak, suka ngledekin teman-temannya, kadang suka becanda-becanda porno juga. Kamu kadang ketawa, tapi kadang sebel juga sama dia kalau becandanya kelewatan.

Tapi mungkin kamu ngga tahu, tiap malam dia tahajud, nangis sujud sama Allah, ngga pernah putus berharap atas ridhoNya. Dhuha-nya ngga pernah bolong. Puasa sunnah senin kamis-nya ngga pernah lewat. Dia juga seorang donatur tetap di sebuah yayasan panti asuhan.

Tapi kamu jelas ngga tahu lah. Dia kan ngga bilang-bilang. Aku juga ngga tahu kalau dia gitu. Kita ngga tahu, bahwa mungkin sebenarnya dia jauh lebih mulia daripada kita.

Kalau kamu lagi antri ATM, mungkin di sebelahmu ada mas-mas memakai jaket kulit, tampang sengak, julurin kepalanya dengan ngga sabaran, sambil merokok. Asapunyaa kemana-mana, bikin orang sebel. Rasanya ingin sesegera mungkin ngarungin kepalanya dengan tas kresek, biar asapunyaa dia sedot-sedot sendiri. Terus dia sambil telpon di ponsel yang di-loudspeaker, pake logat medok dan suara kenceng. Bener-bener berisik.

Eh tapi mungkin kamu ngga tahu, kalau dia lagi buru-buru karena harus transfer uang ke sodaranya yang butuh duit, lagi di rawat di RS. Atau mungkin dia butuh duit cash segera di ATM karena dompetnya sekarang kosong melompong, karena baruuuu saja dia sedekahin semua uangnya di kotak amal pembangunan masjid yang tadi dia sempet mampir sholat jamaah.

Tapi kamu ngga tahu itu. Apalagi aku mana tahu kalau dia ternyata begitu. Kita memang ngga ada yang tahu, bahwa mungkin sebenarnya dia jauh lebih mulia daripada kita.

Kalau kamu lagi berdiri di bis atau kereta, mungkin di sebelahmu ada mas-mas pedagang asongan yang berkeringat. Badannya bau asem banget, keteknya ngga pernah kesentuh deodoran karena dia memang ngga kepikiran soal itu sama sekali. Erggh nyebelin ya, kadang sampai kita nutup hidung, tahan napas lama tapi akhirnya ya kesedot juga. Atau buang muka biar dia tahu kalau kita ngga suka ama dia.

Tapi mungkin kamu ngga tahu, kalau di rumahnya dia sendirian menanggung hidup keponakan-keponakannya yang ternyata yatim piatu. Anak tinggalan kakaknya yang meninggal dunia sejak anak-anak itu masih kecil.

Tapi kamu ngga tahu. Aku juga ngga tahu. Kita ngga tahu, bahwa mungkin sebenarnya dia jauh lebih mulia daripada kita.

Kita sehari-hari dimanapun bisa ketemu orang yang kita kenal atau pun ngga kenal. Siapapun. Bisa jadi kita ngga suka. Tapi kita bener-bener ngga tahu siapa dia sebenarnya di balik penampilan sehari-harinya yang kita liat. Siapa tahu dia jauuuuh lebih mulia daripada kita.

Dont judge the book from the cover.


Be positive thinking always.

***

Kalau ada waktu, aku ingin membagi tulisan yang lain =)