30 Juni 2011

Dapet Sakit Ati

Lagi-lagi aku hanya ingin berbagi di akhir Juni 2011 ini *apa hubungan dan pengaruhnya coba?
Lagi-lagi dan lagi dari e-book yang aku katakan bikin adeeem kalau dibaca. Sebuah e-book karya sQu yang judulnya PENGEN JADI BAIK.

Tulisan berikut ini adalah sebuah tulisan pertama di e-book ini dan kalau mau terus terang, tulisan inilah yang pertama kali mebuatku merasakan sesuatu yang damai di hati *ceilah.

Serius, tulisan ini bikin suasana hati adem apalagi kalau diamalkan. Tapi, tentu saja pada saat membaca tulisan yang berjudul "Dapet Sakit Ati" hati dan perasaan langsung terasa ada yang menusuk *jleb..jleb..jleb.. (kena tepat di tengah hati).
Oke, saya merasa tersindir sama tulisan ini, namun justru tulisan inilah yang membuatku tersadar bahwa mungkin apa yang aku lakukan selama ini niatnya keliru. Iya, niatku keliru dan mungkin karena itu aku sering merasakan kecewa dan sakit hati..

Yaudah, daripada berlama-lama, simaklah tulisan berikut ini...

--

e-book : Pengen Jadi Baik
by: sQu



Dapet Sakit Ati

Sopir Taxi

Biasanya kalau naik taxi, aku selalu ngobrol tuh ama sopir taxinya. Nanya ini itu lah, basa-basi, atau kadang ya ngobrol serius dengan topik yang berganti-ganti. Nah suatu hari, dalam perjalanan dari rumah kakak di daerah Cimanggis ke stasiun Gambir, aku pun ngobrol ama si sopir taxi. Kali ini aku naik taxi Burung Biru (maap ini nama samaran, soalnya kalau nama aslinya ntar dikira ngiklanin merk taxi yang bersangkutan wkwkwkwk).

Dia sambil nyetir lalu bercerita, "Dulu pertama kali saya nyupir taxi di Jakarta nih, Mas, tiap ada mobil lain yang minta kesempatan, motong di depan begitu, pasti saya kasih jalan."

"O iya bagus itu, Pak. Saya juga kadang-kadang begitu." kataku menimpali.

"Iya, dengan alasan nih, yaah siapa tahu lain kali kalau saya butuh, saya juga dikasih kesempatan ama mobil lain di jalan." katanya. "Eh ternyata ya Mas, dari dulu sampai sekarang, sekali pun belum pernah saya dikasih jalan ama mobil lain."

Si sopir taxi tertawa sendiri menyesali kebodohannya, "Abis itu kapok dah Mas berbaik-baik ngasih jalan mobil lain di Jakarta. Sekarang mah siapa duluan saja, percuma ngasih jalan juga ngga bakal kita dikasih jalan ama orang. Cuma dapat sakit ati!"

Lho kok? Aku mengeruntukan kening, menjadi pening, mata terpicing dan kebelet kencing. Ini lah kesalahan dia. Berbuat baik kok berharap dibalas baik ama orang lain. Kalau berharap baik itu berharaplah Allah ridho dengan apa yang kita lakukan. Soal nanti kalau kita diberi kesulitan-kesulitan, ya mudah-mudahan Allah memudahkan jalan kita dan memberi kita kesabaran dan kelembutan hati. Bukankah setiap kesulitan -bahkan tertusuk duri sekalipun- akan digantikan dengan diampuninya dosa?

Pemuda Tampan

Hayo keburu nuduh ya kalau ada cerita pemuda tampan pasti ini menggambarkan diriku?

Hahahaha baca dulu dong ceritanya jangan asal nuduh. Ini cerita tentang beberapa pegawai rendahan yang baru saja bekerja di sebuah kota kecil di ujung Jawa Timur, jauuh dari kampung halaman. Di antara sesama pegawai rendahan dengan gaji tiga ratus ribuan per bulan, ada seorang pemuda tampan yang sudah punya sepeda motor, hasil nghutang duit kakaknya. Otomatis satu-satunya sepeda motor itu lah yang jadi pinjam-pinjaman teman-temannya yang lain.

Dipakai kesana sini. Dipinjam kesana sini. Monggo monggo. Bahkan seharian sampai malam pun dipinjam juga si pemuda tampan ini ngga apa-apa. Tapi yang jadi masalah adalah, bensin nya kosong. Ngga pernah diganti. Ngga pernah diisi. Mau negur juga ngga enak, ngga berani, ntar dikira pelit. Mbok yo mereka itu ngerti, kalau namanya minjem ya ngisi lah gantiin bensin. Masa sudah minjem seharian, bensin nya juga minta.
Dapat apa coba, yang ada cuma sakit ati!

Si pemuda tampan ini lalu mengadu ke mami nya yang tinggal di kampung halaman betapa dia sebel ama teman-temannya yang ngga tahu diri padahal hidup sama-sama ngirit mengencangkan ikat pinggang.
Dan si Mami menasehati begini, "Lho, siapa tahu itu akan jadi amalmu."

Jlebbb. Dan si pemuda tampan pun belajar untuk lebih ikhlas membantu teman-temannya sesama orang sulit, meminjamkan motor plus bensin nya.

Gula Pasir

Ada saudaraku yang kala itu hidupunyaa masih sulit, belum berkecukupan lah. Tapi hampir setiap hari, sahabat suaminya selalu main ke rumah ngopi dan makan di situ. Padahal si sahabat ini secara ekonomi lebih mapan, istrinya pun bekerja. Tapi karena keluarganya tinggal di lain kota, maka sehari-harinya si sahabat ini menjadikan rumah saudaraku sebagai jujukan, tempat singgah, plus ngopi dengan makan siang gratisan.

Saudaraku yang belum berkecukupan tentu saja menjerit dalam hati tanpa berani ngomong ke suaminya. Ringan tangan ya ringan tangan, tapi kalau tiap hari kan mencekik juga nih lha wong masih kekurangan. Gula pasir sekilo berapa coba. Kopi berapa coba. Arggh. Sakit ati ini, kata dia. Seperti ngga ada jalan keluar.

Ia pun mengadu ke aku. Susah Memang kalau tamu nya yang ngga tahu diri. Tapi memang ngga ada jalan keluar, kecuali persahabatan bisa jadi retak. Dari ceritanya aku langsung inget petuah mami waktu aku muda dulu, "Lho, siapa tahu itu akan jadi amalmu." Tentu saja dengan kunasehat-nasehatin lain seperti langit punya siapa, gunung punya siapa, betapa Allah itu Maha Kaya. Jlebb. Saudaraku langsung berbunga-bunga wajahnya. Teraang sekali.

"Iya ya benar juga lo." Bukankah memuliakan tamu itu besar sekali pahalanya. Dan pasti diganti ama Allah kalau kita ikhlas. Alhamdulillah saudaraku jadi ikhlas. Dan sekarang alhamdulillah ekonominya teruuus membaik membaik membaik.

Penumpang Tak Dikenal

Temenku, seorang pejabat eselon sekian, tiap hari ngantor bawa Kijang Super-nya seorang diri (jaman itu kijang super masih mobil baru, belum ada kijang kapsul bahkan inova). Dan di jalan selalu ada gerombolan pegawai-pegawai di halte yang mencegat bis dengan tujuan mungkin sama searah dengannya. Hingga suatu hari ada satu bapak-bapak tidak dikenalnya yang numpang karena memang searah.

Ternyata oleh si pejabat (atau perjanjian keduanya), si penumpang tak dikenal ini tiap hari boleh menumpang, janjian dari halte situ dan berangkat bareng. Tapi ngga gratis lho, karena sebulan sekali bayar 40 ribu (kejadiannya jaman dulu, jadi uang segitu memang lumayan gede).

Mereka pun akrab, jadi teman seperjalanan setiap hari. Kira-kira sepuluh bulan kemudian, si penumpang tak dikenal ini butuh uang dan mau minjem 400 ribu. Si pejabat dengan senang hati meminjamkan. Dan besoknya di halte itu, si penumpang tidak dikenal tidak ada di situ. Begitu pula besoknya, besoknya dan besoknya. Persis membawa pergi uang 40 ribu dikali sepuluh bulannya. Jlebb. Jahat banget tuh orang.

Kasian temenku. Dapat apa selama sepuluh bulan? Duit ilang, temen baru juga ilang. Dapatnya sakit ati. Mungkin lain kali kalau Memang mau numpangin ya numpangin saja gitu ya, ngga usah diajak patungan bensin segala.

Padahal kata Rasulullah ”Setiap anggota badan manusia diwajibkan bersedekah setiap hari selama matahari masih terbit. Kamu mendamaikan (dua orang yang sedang berselisih) adalah sedekah, kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraanya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah, berkata yang baik itu adalah sedekah, setiap langkah berjalan untuk shalat adalah sedekah, dan menyingkirkan suatu rintangan di jalan adalah sedekah” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kesimpulan

Semua hal memang kembali ke niat kita apa. Ngasih jalan buat mobil lain, niatnya supaya apa. Minjemin temen motor, memuliakan tamu, niatnya apa. Ngasih tumpangan orang niatnya apa.

Kalau kita ringankan kesulitan orang lain, tapi kita gantiiiiii niatnya cuma karena mengharap ridho Allah, kelak akan dateng pertolongan yang ngga diduga-duga insya Allah. Addda saja kemudahan-kemudahan.

Ketika panas-panas terik matahari siang bolong, eh mobilku mogok di jalan, in the middle of nowhere, ngga bisa distarter-starter. Jleb. Piye iki? Tiba-tiba ada angkot bison mendekat, "Mas, mau saya tarikin?" tanya sopirnya."Di depan situ ada bengkel." Subhanallah.

Ketika tengah malam naik mobil carteran, saat melalui jalanan berkelok di tengah hutan, lampu mobil kami mati. Gelaaappp gulita. Mobil jalan pelaan. Kalau berenti menepi takut dimakan macan, digondol genderuwo. Kalau jalan terus pelan-pelan, ya cuma nunggu waktu saja ditabrak mobil lain, nabrak pohon atau masuk jurang. Tiba-tiba ada truk besar di belakang yang menyalakan lampu terang benderang ngasih penerangan. Teruss saja ngikut di belakang, ngga mendahului, terus mengantar sampai ke jalanan kota yang berlampu-lampu. Subhanallah.

Kata Rasulullah, "Barangsiapa yang meringankan dari seorang mukmin satu kesulitan dan kesulitan-kesulitan dunia, maka Allah akan ringankan untuknya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan Hari Kiamat. Barangsiapa yang memudahkan seorang yang mengalami kesulitan, maka Allah akan beri kemudahan untuknya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka akan Allah tutupi (aibnya) di dunia dan di akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba selama sang hamba tersebut menolong saudaranya.“ (HR. Muslim)

***

Naaah.. bagaimanakah niatmu selama ini dalam melakukan kebaikan? Sejak membaca tulisan ini, seolah-olah aku diingatkan kembali tentang belajar menjadi ikhlas. Aku banyak melakukan kekeliruan. Dan insya Allah aku akan melakukan apapun (termasuk membantu orang lain) hanya untuk mengharapkan ridho dari Allah SWT. Semoga Allah memudahkan jalan kita semua =)
Sekali aku katakan, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin...

**Btw, beberapa hari ini lagi gak mood mikir untuk membuat tulisan, jadi sekadar sharing aja. Semoga lain waktu aku bisa nge-post tulisan karya ku sendiri. Hehehe....

28 Juni 2011

Orang Di Sebelahmu

Pernah merasa ingin menulis atau mengungkapkan sesuatu tapi nggak ada ide sama sekali?
Itulah tepatnya yang aku rasakan sekarang. Jari-jari tangan dan otak udah dipakai mikir tapi tetap aja belum ada ide yang bagus untuk ditulis.
Bingung. itulah yang aku rasakan sekarang.

Sebenarnya, kalau mau aku bisa saja meninggalkan kegitan ini dan mengerjakan hal lain. Tapi, malam-malam begini lagi-lagi tidak ada hal menarik yang bisa (mau) aku kerjakan. Cuma pengen menulis sesuatu. Hanya itu yang aku pengenin *iya, lagi aneh nih kemauan, kok ya pengen dituruti gitu ya?

Naaah, daripada gak ada ide sama sekali, akhirnya aku putuskanlah untuk mengutip suatu tulisan yang telah diterbitkan menjadi e-book.
Kebetulan pada suatu hari di saat aku lagi sedang berada di titik labil dan kondisi yang tidak stabil, dia memberikanku e-book ini untuk dibaca. Padahal aku bukan tipe orang yang suka membaca e-book. Karena menurutku membaca e-book itu gak enak karena harus menatap layar komputer dalam jangka waktu yang cukup lama.

Namun, karena apa yang tertulis di e-book tersebut sangat menarik dan benar-benar bikin adem di hati sewaktu membacanya, tanpa sadar aku membaca sampai habis cuma dalam jangka waktu setengah hari e-book ini.

E-book ini ditulis oleh seorang PNS, sama kaya aku. Kebetulan berada di instansi yang sama walaupun di kantor yang berbeda. Tapi, apa yang tertulis benar-benar berlaku bagi siapa pun. Nama penulisnya adalah - inisial - sQu (maaf nama asli tidak dituliskan). Dan kali ini aku ingin mengutip salah satu tulisan yang berjudul Orang di Sebelahmu.

Mohon izin share yaaa...


Silakan disimak, semoga kita bisa mendapatkan hikmah dan pelajaran dari tulisan berikut ini:

----

e-book : Pengen Jadi Baik
by: sQu


Orang Di Sebelahmu

Coba liat orang di sebelahmu sekarang. Iya sekarang. Sudah? Jangan diliatin langsung gitu, dilirik aja. Sudah kan? Siapa dia? Kalau kamu lagi di kantor, mungkin di meja sebelahmu itu temenmu seruangan. Orangnya suka becanda, bersuara keras, ngakak-ngakak, suka ngledekin teman-temannya, kadang suka becanda-becanda porno juga. Kamu kadang ketawa, tapi kadang sebel juga sama dia kalau becandanya kelewatan.

Tapi mungkin kamu ngga tahu, tiap malam dia tahajud, nangis sujud sama Allah, ngga pernah putus berharap atas ridhoNya. Dhuha-nya ngga pernah bolong. Puasa sunnah senin kamis-nya ngga pernah lewat. Dia juga seorang donatur tetap di sebuah yayasan panti asuhan.

Tapi kamu jelas ngga tahu lah. Dia kan ngga bilang-bilang. Aku juga ngga tahu kalau dia gitu. Kita ngga tahu, bahwa mungkin sebenarnya dia jauh lebih mulia daripada kita.

Kalau kamu lagi antri ATM, mungkin di sebelahmu ada mas-mas memakai jaket kulit, tampang sengak, julurin kepalanya dengan ngga sabaran, sambil merokok. Asapunyaa kemana-mana, bikin orang sebel. Rasanya ingin sesegera mungkin ngarungin kepalanya dengan tas kresek, biar asapunyaa dia sedot-sedot sendiri. Terus dia sambil telpon di ponsel yang di-loudspeaker, pake logat medok dan suara kenceng. Bener-bener berisik.

Eh tapi mungkin kamu ngga tahu, kalau dia lagi buru-buru karena harus transfer uang ke sodaranya yang butuh duit, lagi di rawat di RS. Atau mungkin dia butuh duit cash segera di ATM karena dompetnya sekarang kosong melompong, karena baruuuu saja dia sedekahin semua uangnya di kotak amal pembangunan masjid yang tadi dia sempet mampir sholat jamaah.

Tapi kamu ngga tahu itu. Apalagi aku mana tahu kalau dia ternyata begitu. Kita memang ngga ada yang tahu, bahwa mungkin sebenarnya dia jauh lebih mulia daripada kita.

Kalau kamu lagi berdiri di bis atau kereta, mungkin di sebelahmu ada mas-mas pedagang asongan yang berkeringat. Badannya bau asem banget, keteknya ngga pernah kesentuh deodoran karena dia memang ngga kepikiran soal itu sama sekali. Erggh nyebelin ya, kadang sampai kita nutup hidung, tahan napas lama tapi akhirnya ya kesedot juga. Atau buang muka biar dia tahu kalau kita ngga suka ama dia.

Tapi mungkin kamu ngga tahu, kalau di rumahnya dia sendirian menanggung hidup keponakan-keponakannya yang ternyata yatim piatu. Anak tinggalan kakaknya yang meninggal dunia sejak anak-anak itu masih kecil.

Tapi kamu ngga tahu. Aku juga ngga tahu. Kita ngga tahu, bahwa mungkin sebenarnya dia jauh lebih mulia daripada kita.

Kita sehari-hari dimanapun bisa ketemu orang yang kita kenal atau pun ngga kenal. Siapapun. Bisa jadi kita ngga suka. Tapi kita bener-bener ngga tahu siapa dia sebenarnya di balik penampilan sehari-harinya yang kita liat. Siapa tahu dia jauuuuh lebih mulia daripada kita.

Dont judge the book from the cover.


Be positive thinking always.

***

Kalau ada waktu, aku ingin membagi tulisan yang lain =)

26 Juni 2011

100 Peristiwa Yang Bisa Menimpa Anda - Benny Rachmadi

Hari Minggu tanpa rencana yang jelas, aku jalan-jalan ke Bintaro naik Kopaja dan KRL. Namun karena ternyata tidak ada yang bisa ditemui di sana, akhirnya mampirlah aku ke Gramedia Bintaro Plaza (ngapain coba iseng-iseng pergi jauh kalau ujung-ujungnya ke toko buku juga?).

Ada buku Harry Potter 7 yang sangat menggoda dengan diskon 70%-nya. Sempat goyah keteguhan hati untuk membelinya (akhirnya gak beli) dan juga ada buku tentang jalan-jalan di Jakarta tanpa Mall (buku yang menarik namun mahal, makanya gak dibeli. Haha..)

Akhirnya ada sebuah buku yang sangat menarik minatku dan setelah dibaca-baca sedikit, akhirnya memutuskan untuk membelinya. Ke kasir dan bayar Rp 48.000,-. Kemudian aku pulang (cepat amat? Iya, abisnya udah bosan sih).

Sembari menunggu kereta yang akan membawaku pulang, akupun membaca buku yang tadi aku beli. Dan hasilnya adalah aku tiba-tiba senyum sendiri, tiba-tiba tertawa dan merasa sangat terhibur (gak tau orang di sebelahku mikir apa melihat aku ketawa-ketawa sendiri). Menunggu pun terasa menyenangkan. Hehehe...

Buku apa sih yang aku beli? Buku ini nih...
     
100 Peristiwa Yang Bisa Menimpa Anda
(gambar dari google)


100 PERISTIWA YANG BISA MENIMPA ANDA karya Benny Rachmadi
  
Tau Benny Rachmadi kan? Itu lho, yang bikin komik “Benny & Mice” di harian Kompas Minggu bareng Mice. Komik tentang kehidupan sehari-hari yang mengena dan sangat menghibur *bagi saya sih. Aku punya beberapa buku Kartun Benny & Mice, yaitu di antaranya “JAKARTA ATAS BAWAH”, “JAKARTA LUAR DALEM” dan “TALK ABOUT HAPE”. Hal yang diceritakan dalam kartun tersebut sangat mengena, Joke-nya terasa mengena dan menghibur juga. Namun, sayang untuk beberapa waktu terakhir ini mereka tidak bekerja sama lagi, dan buku kartun ini merupakan karya Benny sendiri (tanpa Mice).
  
Buku (komik/kartun) 100 Peristiwa Yang Bisa Menimpa Anda diawali dengan adegan seorang tukang bajaj yang memperingatkan sekelompok orang dari politisi, cewek gaul dan juga orang-orang yang biasa berada di sekitar kita yaitu tipikal orang kebanyakan akan banyaknya peristiwa nahas bakalan terjadi pada mereka (kita).

Dan memang setelah membaca halaman demi halaman, banyak peristiwa yang digambarkan sangat bisa dan pernah terjadi kepada kita (termasuk saya sendiri). Seperti...

-           saat berada di stasiun tiba-tiba kebelet dan menemukan toilet dalam keadaan yang mengenaskan.
-          Saat sedang makan di warung, pengamen datang silih berganti.
-          Saat sedang bepergian tiba-tiba menemukan orang dengan kostum yang sama dengan kita.
-          Pergi ke masjid dan kehilangan sandal.
-          Terjebak macet atau PAMER PAHA (Padat merayat tanpa harapan).
-          Salah kaki sewaktu turun dari bus.
-          Dikira penjual di sebuah toko atau tempat belanja, digodain banci, dan lain-lain.

Begini nih beberapa contoh komiknya yang aku foto dari buku-ku sendiri (*maaf hasil foto-nya miring-miring)..





Namun, ada sayangnya juga terhadap buku ini karena kebanyakan peristiwa yang digambarkan (diceritakan) lebih banyak yang sesuai untuk kehidupan di Jakarta. Tapi tentu saja tidak semuanya karena memang kejadian yang ada bisa terjadi di mana saja dan kapan saja terhadap kita.

Buku kartun (komik) 100 Peristiwa Yang Bisa Menimpa Anda ini memang benar-benar berisi 100 peristiwa saja. Tentu saja 100 itu kurang, karena banyak hal yang menurutku bisa diceritakan juga peristiwa yang bisa menimpa kita semua. Misalnya budaya antri, kejadian di busway (untuk Jakarta), ditipu atau ditanya oleh orang di jalan (misalnya ditanya apakah orang Palembang atau bukan – karena peristiwa ini aku alami 2 kali). Orang yang tiba-tiba menawarkan baranya di jalan raya karena kehabisan (butuh) duit. Kejadian-kejadian di pasar. Beli barang yang ternyata palsu dan lain-lain tentu saja.
Mungkin saja memang sengaja dibuat 100 peristiwa dan untuk peristiwa lainnya menyusul. Jadi ada 100 Peritiwa yang Bisa Menimpa Anda volume 2 *berharap ada sih. Hehe..

Aku begitu menikmati membaca buku ini. Tersenyum dan tertawa sendiri saat membacanya.
Mengapa? Tentu saja karena aku juga pernah mengalami beberapa (lumayan banyak) peristiwa yang diceritakan dalam kartun ini. Terasa lucu dan menyenangkan saat membaca dan tiba-tiba teringat kejadian pada saat aku mengalami peristiwa tersebut *iya, aku pernah mengalami hal ini – membenarkan dalam hati sambil menertawai diri sendiri.

Buku ini menyenangkan untuk dibaca. Apalagi bagi kamu yang butuh hiburan dan sesuatu yang segar. Dan tiba-tiba aku pengen baca cerita yang lain dan melengkapi koleksiku. Soalnya belum baca karya Benny & Mice yang LAGAK JAKARTA 1-2, dari Presiden ke Presiden dan yang lainnya.

aku nampang bareng bukunya (narsis dikit)
Silakan dibaca ya, aku merekomendasikannya. Hehehe ..
Padahal baru beli tapi langsung aku rekomendasikan.
Menarik sih...

Ini nih info mengenai bukunya :

Judul                 : 100 Peristiwa yang Bisa Menimpa Anda
Pengarang         : Benny Rachmadi
Penerbit            : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Halaman           : 136 halaman
Harga               : Rp 48.000,-
Cetakan Pertama Mei 2011

25 Juni 2011

Homunculus Vol.11 (Bayangan?)


Hari Kamis, 23 Juni 2011 kemarin aku membaca komik Homunculus Volume 11.

Komik Homunculus ini adalah manga karya Yamamoto Hideo *gak kenal sih sama pengarangnya, dan bercerita mengenai seorang tokoh utama dalam komik ini yang bernama Susumu Nakoshi.

Susumu Nakoshi merupakan seorang gelandangan yang hidup dan tinggal di dalam mobilnya yang berada di antara sebuah gedung mewah (hotel) dan taman (tempat banyak gelandangan tinggal) - dua tempat yang dapt menggambar dunia dengan sangat kontras, bertolak belakang. Susumu memiliki kebiasaan unik, yaitu tidur layaknya seorang bayi yang butuh perlindungan (meringkuk sambil menghisap jempol).

Suatu hari, dia mendapat tawaran dari seorang yang mengaku sebagai mahasiswa kedokteran bernama Manabu ito. Penampilannya padahal urakan dan metal *gak yakin sama penggambarannya. Manabu menawarkan akan memberikan uang sebesar 700 ribu yen asal bersedia tengkoraknya dilubangi. Jika tengkoraknya dilubangi, maka indera keenam Susum akan bangkit. Eksperimen tersebut bernama Trepanation.

Setelah melalui operasi Trepanation tersebut, Susumu mulai melihat dunia yang sama sekali baru bila melihat hanya dengan mata kirinya. Dia bisa melihat wujud yang berbeda dari orang lain sesuai dengan kondisi psikologis orang yang bersangkutan. Hal inilah yang disebut Homunculus.
Sejak saat itu, Susumu dihadapkan oleh berbagai macam wujud manusia yang ditemuinya. Ada Yakuza yang berwujud robot. Wanita yang berwujud Pasir dan lain sebagainya.

Uniknya Susumu tidak dapat mengetahui pasti mengenai wujud Homunculus-nya sendiri. Dan dalam usaha mencari tahu dirinya di masa lalu yang telah dia lupakan inilah aku menemukan sesuatu hal yang unik dalam komik ini. Yaitu volume 11 ini.

Dalam suatu peristiwa pencarian perwujudan Homunculusnya yang salah satunya kakinya berwujud pasir dan tidak berbau dan tidak terasa hidup, Susumu selalu memandang ke bawah.
Dia selalu berjalan dengan memandang ke bawah, melihat kakinya sendiri sambil bergumam, “Untuk apa aku mencari tahu diriku yang dahulu?”. Saat itulah dia ditegur oleh seorang gelandangan yang bernama Pak Ken.

Dia berkata:


“Anak mobil (Panggilan untuk Susumu), nggak boleh lho. Kamu belum boleh berjalan melihat ke bawah. Kalau sudah melihat ke bawah, nanti gak bisa lihat ke depan, belakang, dan samping lagi. Kamu masih terlalu cepat untuk membatasi dirimu dengan yang lain.
Lihat!! Aku dan para gelandangan yang lain sudah berjalan menghadap ke bawah begitu. Bukan untuk mencari uang yang jatuh. Semua nggak mau melihat apa-apa.Nggak mau terlihat oleh siapa-siapa. Nggak mau terjadi apa-apa. Dan nggak mau merasa apa-apa.
Kalau membatasi diri dengan melihat diri dengan berjalan melihat kaki sendiri begitu, jadi nggak tahu kita ada di mana. Walau khawatir dan ingin memeriksa apa diri kita benar-benar ada atau nggak. Nggak punya keberanian untuk melihat seluruh badan di depan cermin. Akhirnya, hanya bisa memeriksa kaki kita dan tanah itu menyatu. Kamu belum boleh menghadap ke bawah!” 

Susumu sebenarnya orang yang dulu seperti tidak ada di dunia ini. Sering terabaikan dan seolah-olah dia tidak ada bagi orang lain. Makanya agar dia mendapatkan perhatian orang lain, dia mengganti wajahnya.

Di dalam dialog lain, Susumu berkata seperti ini sebelum dia mengganti wajahnya :

“Manusia itu apa?
Hasil dari meneliti manusia.. Apa sebenarnya manusia?
Manusia itu ‘tampak luar’. Bohong kalau manusia adalah isi atau psikologinya. Karena ada bentuk bernama manusia inilah bisa melihat, mendengar, mencium, menyentuh, merasa, dan berkomunikasi dengan orang lain.
Bukan karena ada jiwa yang bisa mengendalikan ‘daging berbentuk manusia’ inilah jadi ‘manusia’.
Karena bisa bersuara makanya berbohong. Karena ada tubuh makanya menyakiti orang. Karena ada mata makanya bisa dilihat orang. Karena ada tubuh, makanya pusing memikirkan jerawat yang hanya beberapa milimeter.
Marah pada wajah dan tubuh yang melenceng beberapa sentimeter. Panik hanya karena kekurangan satu gigi depan. Semua pandangan tertuju pada mata yang lebih besar beberpa milimeter. Hidung yang lebih besar beberapa milimeter mengalihkan pandangan orang. Wanita yang kurus beberapa sentimeter merebut pandangan. Lelaki yang pendek beberapa sentimeter tidak bisa mendapatkan pandangan.
Kalau tak punya tubuh, manusia tak akan tersiksa. Yang salah adalah tubuh ini.”

Sebenarnya, karena dua dialog inilah yang mebuatku akhirnya menulis menganai komik ini. Aku menyukai dua dialog tersebut karena maknanya (kalau mau direnungkan) akan terasa sangat besar. Bahwa hal tersebut memang benar adanya, terjadi di dunia ini. Dan ada pesan yang tergambarkan di sana. Coba renungkan sendiri maknanya *kalau mau sih. Hehe..

Homunculus Vol.11
Hmm.. berbicara mengenai komik ini. Di Indonesia di terbitkan oleh LEVEL COMIC dan baru terbit 11 volume.
Ceritanya sih menarik, cuma ada beberapa bagian yang sebenarnya belum aku mengerti benar. Haha..

Oia, di volume sebelas ini, ada suatu bagian yang aku sukai, yaitu ketika Susumu dan Manabu berjalan sepanjang taman sambil mengobrol.
Mereka berjalan sambil membelakangi matahari. Ketika Susumu merasa cukup dengan dirinya sendiri, dia berkata "Kita kembali. Aku sudah bosan melihat bayangan sendiri!" menurutku sih, apa yang digambarkan dalam cover volume 11 ini.

Manusia memang perlu melakukan sesuatu yang berbeda dalam hidupnya. Jangan hanya melihat hal yang jelek dari diri sendiri. Jangan terus terpaku melihat bayangan sendiri. Banyak hal lain yang dapat dinikmati. Begitulah.

Silahkan bagi yang ingin membaca komik ini. Menarik kok untuk diikuti, dan aku baru sadar komikku ini kurang volume 3 saja, selebihnya lengkap. Hehehe..


Note : aku bingung memberi judul untuk tulisan ini..

22 Juni 2011

This is Who I am (a part of me that you don’t understand)

Oke.. Jadi apa yang akan aku bicarakan di sini?

Mari aku membicarakan mengenai sifat dan perilaku seseorang. Seseorang di sini sebenarnya sangat mengacu kepada diriku sendiri (sambil nunjuk orang lain, namun empat jari menujuk diri sendiri). Masa aku membicarakan orang lain di blog ini beserta sifat dan perilakunya? Ntar bisa menimbulkan fitnah, ghibah dan dampak buruk lainnya. Tidak baik itu, tidak baik. Ingat itu. Lagipula siapa aku yang bisa mengenal seseorang? Hehehe..

Sudah lama aku ingin membicarakan diri sendiri berkaitan dengan keperibadianku *ehm, aku punya keperibadian satu aja kok. Kapan sih aku bisa membicarakan diri secara blak-blakan *bukan juga sih sebenarnya.

Bukan. Bukan maksudku untuk bernarsis-narsis ria membanggakan diri mengenai sifat-sifatku yang baik. Betapa halus dan sopan tutur kataku, betapa mulianya perilaku-ku *haislah.
Lagian bukan tipeku untuk membanggakan diri dan jatuhnya malah sombong. Haduh, gak mau akunya. Serem. Dosa. Apalah aku ini yang membanggakan diri sedangkan masih banyak yang lebih dariku?

Bukan. Bukan pula aku akan menceritakan tentang sifat-sifat jelekku. Wajarlah ya aku sebagai manusia, bukan orang yang sempurna. Aku itu jauuuuuuuuuuuuh banget dari sempurna, lebih jauh dari Sabang sampai Merauke.

Aku itu ya punya salah dan khilaf juga. Aku juga punya sisi buruk. Tapi bukan berarti aku harus memberitahukannya kepada semua orang. Weiiit.. itu rahasia pribadi. Apa-apa yang jelek, aku yang nanggung akibatnya. Tapi tentu saja keinginan untuk merubah diri itu ada. Mari berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing agar kita menjadi orang baik. *aaamin...

Aku sadar aku punya sisi baik dan sisi buruk (walaupun kadar baik dan buruk itu relatif. tapi setidaknya ini dari sudut pandang dan keuakinanku sendiri). Nah, terus apa? Haissh.. lupa deh mau ngomong apa.
Kadang-kadang aku itu baik hati, rajin membantu orang lain dan membantu diri sendiri.
Tidak lupa beribadah dan berdoa kepada Allah SWT dan berbuat kebajikan yang lainnya.
Namun, iya, kadang-kadang aku melakukan kesalahan yang bisa juga disebabkan oleh kebisaaan.
Kadang-kadang sering marah-marah (waah, aku seorang pemarah)
Kadang-kadang di suatu waktu takut akan sesuatu (waaah, aku penakut juga)
Kadang-kadang bicara keterlaluan, kadang mengumpat (waah, ternyata sering berkata kasar)
Kadang khilaf yang lain dan sebagainya deh *kagak bisa kasih contoh saya ini.

Nah, kadang-kadang aku berpikir *kebanyakan mikir. Sebagai manusia yang katanya tempat salah dan lupa. Apa iya wajar bagi manusia untuk melakukan kesalahan dan kealpaan lainnya? Atau apa karena sebagai manusia ketika melakukan kesalahan dan kealpaan itu maka hal itu wajar? *beda kan dua hal itu ya? Bisa bedain kan?

Episode 2

Tuh, episode 1-nya yang di atas. Gak ada bedanya kok antara episode 1 dan 2.

Di suatu waktu, sebagai orang yang kebanyakan mikir,  sering kali atau kadang-kadang kalau sedang waras aku memikirkan dan menganalisis diriku sendiri. Aku ini orangnya kaya apa sih? Bagaimana aku menghadapi sesuatu dengan akal, pikiran, dan perasaan? Soalnya begini, sebagai orang yang kadang terlalu sensitive (aku mengakui hal ini) dan sebagai manusia yang kadang sering dapat masalah, aku ingin menemukan cara hidup yang nyaman buat diriku sendiri. Begetooo…

ORANG SEPERTI APA AKU INI??

Aku ingin mengenal diri sendiri lebih jauh. Lebih mengerti perasaan diri sendiri dan sifat-sifat yang aku miliki dan tentu saja reaksiku terhadap segala sesuatu. Kadang ketika menghadapi sesuatu yang menykitkan, aku berpikir? Ah, aku saja yang terlalu ambil pusing, gak seharusnya aku sseperti itu. Namun yang namanya udah sifat ya akan terus terasa seperti itu. Mangkanya, kadang aku berusaha untuk menganalisis gejala dan reaksi diri sendiri. Bagaimana nantinya aku mengelolanya dan menekannya hingga akhirnya tidak lagi terasa menyakitkan. Yah, aku sering melakukan hal itu. Dan syukurlah, untuk sesuatu yang sama dan kadang sering terjadi aku merasa lebih siap dan tidak lagi terasa menyakitkan
*walaupun aku akui kadang gagal sih T.T

Ah, yang penting kan sudah berusahaaa.. Dan tentu saja aku gak akan menyerah untuk berusaha hidup nyaman buat diri sendiri. Kan berkeluh kesah itu sering-sering gak baik, lagian siapa sih yang mau merasa menderita sering-sering? Hahaha…

Episode 3

Pernahkah kamu merasa membenci diri sendiri?

Aku pernah. Hal itu dikarenakan aku tidak menyukai atas apa yang telah aku perbuat dan atas apa yang ada pada diriku. Bukan, bukan berarti aku tidak pandai bersyukur. Namun, kadangkala sifat yang aku miliki itu begitu buruk dan aku ingin mengenyahkannya. Hal itu kadang bikin aku sakit. Aku juga tau (jika sedang waras) bahwa hal itu bisa membauat lebih kuat kalau aku bisa melaluinya, bisa mengatasinya. Tapi, perasaan itu muncul ketika aku merasa gagal untuk mengatasinya. *haissh, bahasaku…

Pernahkah kamu merasa begitu mencintai diri sendiri?

Tentu saja aku pernah. Begitulah aku sebagai manusia. Labil. Pernah menyukai diri sendiri, namun pernah juga membenci diri sendiri. Aku menyukai dan begitu bahagia atas apa sifatku dan atas apa yang aku lakukan serta rasakan.

Episode 4

Berhubungan dengan episode 1-3. Eh, pernahkan membaca buku tentang sifat manusia. Mencoba mencari tau sifat atau tipe seperti apa kita sebagai orang. Kadang kita merasa cocok. Eh, iya, ini aku banget *jerit dalam hati. Atau bisa juga tuh baca-baca ramalan bintang, shio atau apalah itu.

Mungkin pernah juga (walaupun sekedar iseng) mencari tau sifat berdasarkan tulisan tangan atau berdasarkan tanggal lahir *Jujur, aku kadang ikut kok, karena pengen tau hasilnya seperti apa. Hehe..

Yaaah, mengenai hasilnya ada yang *benar-benar tepat, *lumayan tepat, *gak begitu juga sih, tapi sedikit tidak begitulaah atau *tidak tepat sama sekali. Atau kadang-kadang membaca hasilnya berpikir, emang aku kayak gitu ya? Masa sih?

Nah, nah. Aku itu kan tipe orang yang kadang melawan arus. Atau kalau dikhususkan lagi, sering aku tidak akan menerima begitu saja apa yang dikatakan kepadaku walaupun itu benar adanya. Tentu saja gak bakal aku terima mentah-mentah.

Misalkan ya, aku membaca hasil analisis sifatku sendiri. Memang benar adanya aku memilki sifat X yang disebutkan itu. Aku mengakuinya. Namun, sifat itu tidaklah baik jika dibiarkan begitu saja. Menyakitkan terasa kalau terjadi (eh, terutama ini yang hasil akhir sifatnya menyakitkan. Kalau sifat yang baik dan menyenangkan, dengan senang hati aku akan menerimanya. Hahaha…).

Aku berpikir. Iya, ini sifatku. Aku ini ya orang yang kaya gitu (ehm). Namun, aku gak mau terima gitu aja. Sifat ini jelek, aku mau mengubahnya. Naah, itulah. Aku akan berusaha mengubahnya agar sifat itu ebih bermanfaat dan menyenangkan. Okelah katakana kalau diubah itu susah (namanya juga sifat dasar), Cuma mungkin aku modifikasi atau kendalikan atau mengelolanya dengan bijaksana sehingga akan lebih bermanfaat dan tidak akan merugikan, terutama buat diri sendiri. #Haisshlah…

Episode 5

Pernahkan kan mengeluh karena merasa orang lain tidak mengerti akan diri kita sendiri?
“Kenapa sih gak ada yang bisa ngertiin akyu?”
“Kenapa kamu tidak juga mengerti? Kamu seharusnya jangan marah dong kan aku orangnya emang seperti itu! Kamu seharusnya maklum.”

Yaaa.. kira-kira begitulah yang kadang orang lain dan kita katakan. Secara inti-lah, bukan kata-kata secara persis. Cuman ya, aku kepikiran kadang-kadang. Kadang-kadang kita menuntut orang lain untuk mengerti diri kita. “Oi, ngertiin aku dong!”. Tapi, pernahkah kita menuntut diri sendiri untuk memahami akan diri kita sendiri?

Dalam artian hal di atas, pernahkah kita berpikir bahwa kita harus mengerti, bahwa orang lain tidak sepenuhnya memahami kita. Tak bisa kita memaksakan semua kehendak kita. Bisa saja yang kita lakukan berdampak sebaliknya dari apa yang kita harapkan. Setidaknya pernahkah kita merasa bahwa kadang kitalah yang harus mengerti, bukan hanya mereka?

Makanya, mari kita saling mengerti. Karena banyak yang hanya mementingkan diri sendiri di dunia ini (kadang aku egois juga), makanya sering terjadi bentrokan kepentikan dan rusuh deh jadinya. Makanya, mari kita memulai untuk saling mengerti, atau kalau susah untuk mengerti orang lain, buatlah diri sendiri mengerti akan pribadi sendiri *siapa sih lo yang sok nasihatin gue? *ya begitulah saran akhir dari saya.

Penutup

Akhirnya, tulisan ini tidak menggambarkan diriku sendiri ya? Malah pembicaraannya menyimpang dari yang seharusnya. Tapi, kadang emang gitu sih kalau aku udah mulai nulis, akhirnya akan keluar dari focus utama.
Tidak apalah –memaafkan diri sendiri – tetap aja apapun isinya, aku berharap ada manfaatnya bagi yang membaca.

Terima Kasih aku ucapkan bagi yang bersedia membaca tulisan yang panjang sekali ini (dengan kata-kata yang belepotan dan mungkin susah dimengerti). Hehehe…

Eh, iya. Marilah cintai dirimu sendiri dengan segala apa yang ada padamu. Setiap orang itu unik dan spesial kok. Dan tunjukkan bahwa ke-unikan-mu itu luar biasa. Okeeee....

*Note:
> This is Who I am  - Michael Learns To Rock (MLTR)

18 Juni 2011

Gambaran Mengenai Saya dalam 10 Hal yang bisa kamu baca di bawah ini


Nah, karena aku ada tugas karena di-tag oleh si Huda Tula (sepupu -ku itu), makanya aku menuliskan 10 hal mengenai AKU. Hoho.. aku pikir awalnya menarik juga ya memberitahukan kepada orang lain beberapa hal mengenai diri kita sendiri. Makanya semangat juga nulis hal ini.
Langsung saja yak. Aku itu….

         1.       A Walker

Si Pejalan kaki. Itulah aku. Entah apakah jalan kaki itu karena kebutuhan, tidak disengaja, keisengan atau malah merupakan salah satu hobiku. Tapi terus terang aku sangat senang berjalan kaki.
Aku berjalan kaki kapan saja. Selain suka menggunakan kendaraan umum (maklum gak punya kendaraan pribadi), jalan kaki adalah alternative lain pergi ke suatu tempat selama menurutku sendiri jarak tersebut masih bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Aku bisa berjalan kaki seharian, bisa ke suatu tempat, atau bisa juga hanya iseng jalan kaki tanpa tujuan yang pasti hanya karena ingin tahu daerah baru sampai kakiku benar-benar tidak mampu lagi berjalan. Pernah (sering) aku berjalan kaki seharian sampai-sampai kakiku udah gak kuat lagi jalan dan terpakasa naik ojek pulang. Pernah juga aku iseng-iseng menghitung jarak yang aku temuh dengan berjalan kaki. Pernah mungkin sekitar 30-an km dan sampai kamar aku benar-benar gak sanggup lagi berjalan. Teman-temanku pun heran dengan niat jalan kakiku ini. Hahaha..

Aku berjalan kaki sering tanpa rencana, biasanya begitu aku keluar (kadang niat membeli makanan) namun karena sudah terlanjur jalan, maka aku akan melanjutkan berjalan kaki sampai berjam-jam walaupun dalan keadaan lapar. Selain itu pula, aku memiliki bakat tersesat, bila aku tidak tahu jalan, makan aku akan terus berjalan dan enggan untuk kembali ke jalan yang aku kenal karena alasan malu dan pantang terlihat tersesat. Oleh karena itu aku akan terus berjalan entah kemana dan setelah agak jauh maka aku akan kembali ke jalan awal #niat bener yak.

Berjalan kaki itu menyenangkan. Biasanya kalau lagi suntuk, maka aku akan keluar dan berjalan kaki. Banyak hal menyenangkan yang bisa dilakukan saat berjalan kaki dan entah kenapa aku merasa senang dan merasa lebih baik jika sudah berjalan kaki (dan lebih senang lagi kalau tersesat) #aneh emang. Btw, kakiku tidak kuat untuk berlari, namun kalau jalan kaki kemana saja oke kok.

        2.       Si Kaki Sulit

Ini sebenarnya julukan yang diberikan oleh teman-temanku di kantor. Ada hubungannya dengan point nomor 1 sih. Badanku ini, terutama bagian kaki entah kenapa tidak bisa diam. Masalahnya begini, kalau aku udah mulai bergerak, maka sering sekali bahu, tangan, terutama kaki (yang paling sering) menabrak sesuatu. Ketika berjalan melewati pintu, walaupun berjalan udah dipastikan jaraknya, bisa saja tiba-tiba bahuku atau kakiku menabrak pintu atau ujung tembok. Atau kalau ada kabel yang sudah ditempel di lantai makan aku akan tersandung kabel tersebut. Berjalan di antara tumpukan barang maka bisa saja kakiku tiba-tiba menabrak sesuatu.

Hahaha.. aneh emang. Tubuhku atau kakiku bergerak dengan mengenali semua yang ada disekitarnya, oleh karena itu, ketika ada barang baru maka sangat mungkin kakiku akan menabraknya.
Lagipula kekecauan yang ditimbulakan kaki di sepanjang jalan atau di mana saja aku berjalan sering terjadi. Yang paling heboh sih waktu aku memutuskan sambungan jaringan karena kesandung kakiku yang tidak sengaja. Haha.. itulah saya si kaki sulit.

         3.       Lemah terhadap kata “TOLONG”

Aduh, ini dia kelemahan saya. Aku gak bisa melihat orang lagi butuh pertolongan, terutama teman-temanku. Begitu mereka minta tolong, maka sebisa mungkin akau akan menolong sebisaku. Apalagi kalau ada ucapan “tolong”, aduuuh.. saya akan merasa sulit sekali menolak walaupun permintaan tolongnya susah.
Aku itu tipe orang yang mau repot dan direpotkan. Karena hal ini mungkin yang menyebabkan aku dikatakan kadang-kadang terlalu baik oleh eman-etmanku #haissh.  Hehehe..

        4.       Pembenci rasa Kesepian

Yap, kesepian adalah hal yang sangat aku benci. Siapa sih di dunia ini yang mau merasakan kesepian? Tentunya kesepian ini bukan yang dimaksud sendirian atau sepi.
Kadang-kadang aku memang ingin sendiri, menyendiri dan tidak ingin berada di kerumunan orang lain namun hal itu bukan berarti kesepian. Begitu pula dengan sedang sendirian, suasana sepi bukan berarti kesepian. Justru saat seseorang sedang sendirian, banyak hal yang bisa dilakukannya, menyibukkan diri sendiri atau tidak melakukan apapun. Namun tidak merasa kesepian.
Kesepian itu menyakitkan, makan aku tak suka. Hahaha..

        5.       Si Pemalu yang Banyak Omong dan Susah Berbohong

Pemalu itu disebabkan karena kebiasaan waktu kecil, namun sekarang udah berkurang karena kadang jadi tidak tahu malu. Pemalu disebabkan hanya karena sisa dari sifat masa lalu (hah maksunya apa?
Banyak omong saya itu kalau udah ngomong, padahal dulu pendiam dan sekarang pun kadang-kadang diam. Naum kadang aku merasa aku berbicara lebih banyak dari yang seharusnya. Apalagi kalau bercerita mengenai sesuatu yang menyenangkan.

Nah, ini dia. Aku itu tidak suka berbohong, makanya apapun yang terjadi apapun yang aku rasakan atau apapaun yang terjadi bisa saja aku ceritakan kepada orang lain. Bisa juga secara blak-blakkan. Aku bisa saja menyembunyikan sesuatu, sesuatu yang seharunya tidak diketahui oleh orang lain atau apapun itulah. Namun, kalau harus menceritakan sesuatu yang berbeda dengan kenyataan, maaf, aku tidak bisaaaa….

         6.       Suka melawan arus

Nah, inilah tentang aku yang lain. Cenderung melawan arus dalam artian jika ada sesuatu yang aku suka, namau ketika banyak orang yang mulai menyukai, maka aku akan mulai tidak tertarik dengan hal tersebut. Aku hanya ingin memiliki atau menemukan atau mengalami sesuatu yang berbeda dari orang lain. AKu bukan tipe orang yang sering dan suka ikut-ikutan orang lain, keinginan orang banyak, kemauan orang banyak, kesukaan orang banyak.
Yah, sering kemakan omongan sendiri sih, namun itulah saya. Hehehe..

         7.       Si Pikiran Abstrak

Yah, inilah saya si pikiran abstrak. Teman-temanku mengakuinya.
Abis gimana lagi, kalau aku ngomong atau berniat ngelucu, mereka bukannya ketawa malah bingung. Atau ketawa karena bingung. Aku aku kadang-kadang (sering ding) aku punya pemikiran yang agak aneh dibandingin orang lain. Selalu saja ada ide-ide gak jelas atau hal-hal yang ‘aneh’ menurut orang lain. Aku ngomong pun kadang gak langsung dimengerti.
Tapi tidak mengapa, itulah keunikanku. Lagipula aku gak menyalahkan mereka dan marah kalau perkataanku gak dimengerti. Justru hal ini membuat sesuatu terasa seruuu…

         8.       Dulu suka warna biru, namun sekarang suka warna merah dan orange dan juga hitam.

Dulu aku suka warna biru, kesannya adem. Namun, lama kelamaan aku merasa biru itu kesannya ‘agak’ sedih dan aku kadang bikin suasana sedih #apasih?
Sejak 5 tahun belakangan ini aku sangat menukai warna merah dan oranye. Hitam, tentu saja dari dulu tetap suka. Hehehe..

         9.       Punya 500-an komik

Yey, sekarang jumlah komikku emang sudah melebihi 500. Wkwkwk.. Makanya kamarku penuh.
Tapi tetap aja akan terus bertambah. Kadang kepikiran mau dijual, tapi kok kadang ngerasa sayang juga.

         10.   Pengen jadi gemuk

Yoi, itulah yang saya inginkan. Dulu waktu kecil gemuk, eh makin gede malah semakin kurus. Hadeeeh..
Setelah ngeliat-liat foto sewaktu SMA dan kuliah, aku baru sadar kalau aku itu kurus banget dulunya. Syukurlah sekarang udah mendingan, naik sekitar 7 kg. Namun target tentu saja berat 65kg. Hahaha.. Masih ada target menaikkan berat badan 10kg lagi.


Wah, 10 hal itu ternyata sedikit dan banyak juga yak.

Sedikit – karena banyak hal yang ingin aku beritahukan tentang diriku. Kebiasaan kalau mulai nulis pengen diceritain semua. Padahal kan pengen bilang juga kalau aku itu suka waisata kuliner, pengen punya rumah makan, pengen jadi orang kaya dan lain-lain. Hahaha..
Banyak – 10 itu banyak jika aku harus memberitahu orang lain menganai aku sendiri. Entah orang lain bisa mengerti bahwa inilah aku. Lagipula aku bingung menceritakan apa saja yang pantas aku bagi dan yang tidak. Hehehe..

Sudahlah, itu saja ya. Aku udah melaksanakan tugas dari Huda. Aku gak tau tag itu adalah suatu keharusan atau semacam kebiasaan di dunia blog. Lagipula aku mau nge-tag siapa? Follower cuma 9 dan itupun orang-orang yang palingan sudah menceritakan tentang diri mereka sendiri. Hehehe..
Bukan bermaksud apa atau apa, tapi sudahlah saya tidak nge-tag siapa-siapa. Siapa tau mereka juga tidak ingin menceritakan tentang diri mereka sendiri. Hohoho…

Note :
      1.       Saat mengetik tulisan ini, kakiku sedang terasa agak aneh karena capek berjalan.
      2.       Saat mengetik tulisan ini, aku sempat ke toilet dan kembalinya kakiku sempat menabrak kursi dan pintu #haduh
      3.       Dingin oi..

8 Juni 2011

Quote 10 - Ikhlas dan Sabar


Jika kau telah banyak mengetahui pelajaran tentang hidup ini, selanjutnya belajarlah untuk menerima semua akibat perbuatanmu dengan hati.


* Quote ini sebenarnya aku tujukan untuk diri sendiri. Mengingatkan diri sendiri.
Sebagai manusia dan juga makhluk sosial yang hidup bersama orang lain. Bersinggungan, itu lah yang sering terjadi.
Maksud sebenarnya quote tersebut adalah bahwa aku sadar dalam melakukan suatu tindakan pasti ada akibat yang ditimbulkannya, baik ataupun buruk. Bahkan ketika kau berbuat baik pun hasil yang kau lihat dan dapatkan tidak akan sama dan tidak akan selalu positif. Kadang pula dalam melakukan suatu tindakan baik atau buruk, tanpa kau sadari bisa saja melewati batas yang akhirnya bersinggungan dengan hidup (kepentingan dan kenyamanan) orang lain.
Bahagia, sakit hati, sedih dan perasaan lainnya bisa ditimbulkan.
Hmm.. aku juga sadar (mungkin kamu juga) bahwa setiap kejadian yang kau alami ada maksud dan hikmah dari semua itu. Kita tahu itu dan kita sadar bahwa ada pelajaran di balik semuanya.
Nah, itulah yang aku maksudkan. Ketika kamu sudah tahu banyak tentang hidup ini, sebab dan akibat. Sudah saatnya pula untuk belajar meng-ikhlaskan atau bersabar atas hasil dari hidup di dunia ini. Agar hati dan hidupmu senantiasa damai dan berbahagia...

* Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah, dan taufiq-Nya kepada kita semua. Aamin...

6 Juni 2011

Mad World

Kadang aku berpikir bahwa...

Aku adalah salah satu orang aneh yang berbagi bumi dengan manusia lainnya.

Kadang aku berpikir bahwa...

Aku orang gila yang mencoba waras di antara kumpulan manusia normal lainnya, atau aku kah yang waras sedangkan mereka tidak?

Kadang aku berpikir bahwa...

Aku adalah orang biasa di antara miliaran umat manusia yang hidup di dunia saat ini, atau justru orang luar biasa karena hanya aku yang biasa di antara orang-orang hebat di dunia ini?

Banyak yang mengatakan bahwa dunia ini telah menjadi gila.
Ah, padahal dunia dari dulu begini-begini juga. Justru makhluk-nya yang berubah gila dengan melakukan ini itu dan melakukan perubahan dalam hidup terutama menyangkut kehidupan di dunia ini.

Wohohoho...
Katanya, hidup ini adalah apa yang kamu pikirkan terhadapnya.

Dan...
Ngomong apa saya ini sebenarnya? Hahaha....

Sudahlah...
Mungkin saja aku terlalu banyak berpikir dan menghayal.

---

Mad World - Gary Jules


All around me are familiar faces
Worn out places, worn out faces
Bright and early for the daily races
Going nowhere, going nowhere

Their tears are filling up their glasses
No expression, no expression
Hide my head I wanna drown my sorrow
No tomorrow, no tomorrow

And I find it kind of funny, I find it kind of sad
The dreams in which I'm dying are the best I've ever had
I find it hard to tell you, I find it hard to take
When people run in circles its a very, very
Mad world, mad world

Children waiting for the day they feel good
Happy birthday, happy birthday
And I feel the way that every child should
Sit and listen, sit and listen

Went to school and I was very nervous
No one knew me, no one knew me
Hello teacher tell me, what's my lesson?
Look right through me, look right through me

And I find it kind of funny, I find it kind of sad
The dreams in which I'm dying are the best I've ever had
I find it hard to tell you, I find it hard to take
When people run in circles its a very, very
Mad world, mad world, enlarging your world
Mad world


--


Note :
Mad World - Michael Andrews & Gary Jules (Donnie Darko Soundtrack)
Lagunya bagus lho, kadang bikin depresi *halah

3 Juni 2011

[Movie] - Be With You


film "Be With You"
Be with You (2004)
Ima, ai ni yukimasu (original title)

Director  : Nobuhiro Doi

Writers   : Takuji Ichikawa (novel), Yoshikazu Okada (screenplay)

Stars       : Yûko Takeuchi, Shidô Nakamura and Akashi Takei

info         : http://www.imdb.com/title/tt0442268/


Fiuuh.. lagi-lagi aku merasa jenuh dengan film-film Hollywood. Jenuh dan bosan dengan cerita, tema dan kisah yang kadang aku rasa begitu-begitu saja. Mirip, sejenis walaupun dengan penceritaan yang berbeda. Kadang-kadang ingin menonton sesuatu yang berbeda. Kalau lagi jenuh dengan Hollywood, yang aku lakukan adalah melarikan diri dari Hollywood dan menenggelamkan diri ke dalam pelukan negara lain (mohon maaf jika aku melarikan diri bukan ke pangkuan ibu pertiwi – Indonesia).

Film Indonesia belum ada yang bikin tertarik. Terakhir kali sih nonton film “I Know What You Did On Facebook”, yang dari judulnya saja mengingatkan akan film horror Hollywood jaman dulu, tapi gak dulu-dulu amat. Terus terang, filmnya yaaaa begitulah, standar banget. Leluconnya juga agak jayus dan yang bikin mengganggu sih “kenapa sih artis-artis Indonesia kebanyakan kalau berakting selalu terkesan tidak natural? Aku melihat mereka itu sedang berakting *yaiyalah, maksudnya ya keliatan kalau sedang main film, terlihat kaku dan dibuat-buat. Berbeda rasanya ketika menonton film Hollywood, film Asia – Korea dan Jepang, atau film India sekalipun. Memang sih tidak semua film terlihat natural, tapi setidaknya aku tidak merasa terganggu oleh akting mereka tidak seperti menonton film Indonesia kebanyakan. Melihat mereka (beberapa artis Indo) main film kadang membuaku ingin mengatakan, “What the ....?” Ahahay...

Waduh, kenapa saya marah-marah ya? Oke.. kembali ke paragraf awal.
Biasanya sih kalau jenuh aku beralih menonton film-film Eropa atau Asia. Dan beberapa hari ini aku menonton film Korea, India, Turkey, dan Jepang. Namun, aku tertarik untuk segera me-review sebuah film dari negeri Sakura yang berjudul “Be With You” atau original title-nya “Ima, ai ni yukimasu”.

Film ini pertama kali aku tau sejak membaca review dan komentar tentang film Korea – Sad Movie terutama tentang hubungan seorang anak dengan ibunya. Sejak itulah aku iseng (beneran iseng awalnya) mencari film ini namun pada akhirnya terbengkalai cukup lama karena tidak juga aku tonton hingga suatu malam, yaitu semalam *halah.

Aku menonton film ini tanpa tahu apa-apa mengenai film ini sama sekali, ceritanya tentang apa aku juga gak ada ide sama sekali. Yang pernah aku baca sih filmnya sedih dan tentang hubungan seorang anak dan ibunya *waah, kebetulan lagi butuh film sedih. Hahay..
Malam hari, mulailah aku menonton film ini dan ceritapun mengalir pelan tapi pasti...

Dan inilah cerita mengenai film ini (saya tidak ingin menceritakan secara detail, karena aku gak ingin merusak kenikmatan bagi siapapun yang belum dan ingin menonton film ini dan kebetulan membaca review-ku)

Film ini diawali dengan adegan seorang laki-laki yang diketahui berumur 18 tahun sedang menggoreng telur di rumahnya dan tiba-tiba seseorang mengantarkan kue ulang tahun. Laki-laki yang diketahui bernama Yuji ini mengatkan bahwa ini terlalu awal kue tersebut dikirim, namun sang tukang kue (sebut saja seperti itu) mengatakan bahwa mereka akan bangkrut dan dia ingin menepati janjinya yang terakhir dengan mengantarkan kue tersebut dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada Yuji (ooh, ternyata dia to yang ulang tahun, soalnya dari awal aku kagak tau. Hehehe...).
Setelah itu Yuji pun berangkat (sekolah?) dengan sepeda dan melewati hutan. Saat melewati jalan di hutan (sebuah lorong) yang ditutup tiba-tiba dia teringat akan suatu keajaiban yang terjadi pada saat musim hujan. Enam minggu yang penuh dengan keajaiban karena pada waktu tersebut dia bertemu dengan ibunya. (Hah? Apa maksudnya? Begitulah pertanyaan dalam kepala saya) dan kisahpun kemali ke masa lalu ketika Yuji berumur 6 tahun).

Ternyata Mio (Yûko Takeuchi) meninggal dunia pada usia 28 tahun meninggalkan Takumi (Shidô Nakamura) dan putranya berusia 6 tahun, Yuji (Akashi Takei). Hal tersebut telah berlalu satu tahun dan tidak diragukan lagi bahwa mereka merasa sangat kehilangan. Mereka belajar untuk saling mendukung apalagi Takumi mengidap semacam penyakit psiko-motor yang memaksa dia untuk menahan diri dari kelelahan. Itulah sebabnya Yuji tidak pernah diajak untuk pergi ke festival oleh ayahnya. Yuji juga merasa bahwa dialah penyebab ibunya meninggal.

Sebelum meninggal, Mio bercerita dan memberikan anaknya Yuji buku cerita, yang menceritakan bahwa dia - ibunya (Mio) akan kembali sekali lagi pada waktu musim hujan setelah dia meninggal dari Akaibu Star (cerita ini dibuat sendiri oleh Mio?). Kisah ini begitu dipercaya oleh Yuji dan bertanya kepada ayahnya apakah ibunya akan kembali. Walau dengan tidak yakin ayahnya (Taku) menjawab bahwa ibunya akan kembali.
Musim hujan akhirnya tiba, dengan harapan yang besar Yuji dan Taku (yang sering bercerita kepada dokternya tentang kisah Mio) menduga apakah Mio akan kembali pada musin hujan kali ini.
Dan ketika Yuji mengajak ayahnya ke sebuah bangunan tua di mana dia dan ibunya menyembunyikan ‘time capsule’, tiba-tiba mereka bertemu dengan seorang wanita, yaitu Mio (apakah benar Mio? Atau orang lain yang mirip Mio? Atau hanya khayalan ayah dan anak saja?) namun tidak dapat mengingat apapun sama sekali, termasuk namanya (?).

Yuji dan Taku merasa bahagia dan menerima keadaan Mio apa adanya. Mereka sepakat untuk tidak memberitahu siapa pun bahwa Mio telah kembali (bagaimana keluarga dan teman-teman bereaksi, ketika tau Mio kembali padahal mereka menghadiri pemakamannya?). Selain itu, mereka sepakat untuk tidak menyinggung bahwa Mio telah meninggal dan mereka bahagia orang yang mereka cintai dan sayangi kembali ke tengah-tengah mereka. Kembalinya ibu dan istri bagi mereka, itulah yang mereka butuhkan dan inginkan untuk keutuhan sebuah keluarga.
Dengan kembalinya Mio, Yuji dan Taku seolah-olah mendapatkan kekuatan untuk hidup kembali. Orang-orang di sekitar mereka heran akan perubahan mereka karena mereka berdua terlihat lebih bersemangat dan bahagia.

Karena Mio tidak bisa mengingat tentang masa lalunya, dia meminta Taku untuk menceritakannya bagaimana mereka jatuh cinta pertama kali dan menikah. Kisah cinta mereka pun bergulir yang ternyata tidak sepeti yang dibayangkan sebelumnya..

Akan kisah ini akan berakhir bahagia? Padahal mereka tahu dari cerita Mio bahwa Mio akan menghilang seiring dengan berakhirnya musim hujan. Ayah dan anak ini tahu akan hal tersebut, namun mereka ingin menikmati kebersamaan ini dan berbahagia. Tentunya cerita dan ending-nya bisa ditebak. Aku juga cemas menanti berakhirnya musim hujan. Apa yang akan terjadi kepada mereka? Apakah isi dari time capsule Yuji dan ibunya? Agak penasaran juga sih dibuatnya. Hehehe...
Namun ternyata tidak begitu, karena akhir dari film ini begitu indah (setidaknya bagiku). Ada hal yang menjelaskan dan menerangkan mengapa hal-hal sebelumnya terjadi dan menjawab beberapa pertanyaan yang ada sepanjang film. Endingnya tidak seperti yang aku bayangkan, ada sedikit “kejutan” di akhir filmnya =)

Tanggapan mengenai film ini

Film “Be With You” ini begitu memikat sejak awal sampai dengan akhir filmnya. Dan aku dibuat jatuh cinta oleh film ini. Iya, aku begitu menyukai film ini.
Film tentang kasih sayang dalam sebuah keluarga, kisah cinta antara orang tua dan anak, dan juga kisah cinta antara pria dan wanita. Film ini dengan penceritaan yang mengalir membawaku llarut dalam kisahnya. Filmnya indah walaupun cenderung “sedih” (untung saya tidak menangis *halah, tapi sedih kok dan sedihnya juga beralasan).

Akting pemainnya pun bagus. Chemistry di antara Mio, Taku dan Yuji terbangun.
Yuji – seorang anak yang lucu *menggemaskan ni anak, sayang akan orang tuanya terutama ibunya. Sangat peduli kepada ayahnya yang agak ‘rapuh’. Aktingnya sebagai anak pun brilian.
Taku – seorang laki-laki, ayah, dan suami yang agak rapuh. Dia sangat mencintai istri dan anaknya walaupun kondisinya seperti itu.
Mio – seorang ibu dan istri yang menyayangi keluarganya. Di film ini terasa aura keibuannya dan entah mengapa aku menyukainya *terlihat manis disepanjang film. Hehehe.. Sepanjang film ini dapat kita ketahui tentang pengerbanan dan kecintaannya akan suami dan anaknya. Bahwa dia rela menjalani hidup yang telah dia ketahui akhirnya hanya karena dia mencintai Taku dan Yuji *hiks...

Haissslah...
Pokoknya saya suka film ini. Drama-nya menyentuh walaupun saya dikatakan cengeng karena film ini. Tapi gimana gak, filmnya keren siih..
Saya tidak menyesal menonton film ini. Sangat saya rekomendasikan bagi kamu. Tontonlah, it worth...

Note : Soundtrack filmnya “Orange Range – Hana” adalah lagu yang pas untuk film ini. Lagunya bagus dan saya dengarkan berkali-kali hari ini. Hehehe....

Rate : 8,1/10