28 Juni 2011

Orang Di Sebelahmu

Pernah merasa ingin menulis atau mengungkapkan sesuatu tapi nggak ada ide sama sekali?
Itulah tepatnya yang aku rasakan sekarang. Jari-jari tangan dan otak udah dipakai mikir tapi tetap aja belum ada ide yang bagus untuk ditulis.
Bingung. itulah yang aku rasakan sekarang.

Sebenarnya, kalau mau aku bisa saja meninggalkan kegitan ini dan mengerjakan hal lain. Tapi, malam-malam begini lagi-lagi tidak ada hal menarik yang bisa (mau) aku kerjakan. Cuma pengen menulis sesuatu. Hanya itu yang aku pengenin *iya, lagi aneh nih kemauan, kok ya pengen dituruti gitu ya?

Naaah, daripada gak ada ide sama sekali, akhirnya aku putuskanlah untuk mengutip suatu tulisan yang telah diterbitkan menjadi e-book.
Kebetulan pada suatu hari di saat aku lagi sedang berada di titik labil dan kondisi yang tidak stabil, dia memberikanku e-book ini untuk dibaca. Padahal aku bukan tipe orang yang suka membaca e-book. Karena menurutku membaca e-book itu gak enak karena harus menatap layar komputer dalam jangka waktu yang cukup lama.

Namun, karena apa yang tertulis di e-book tersebut sangat menarik dan benar-benar bikin adem di hati sewaktu membacanya, tanpa sadar aku membaca sampai habis cuma dalam jangka waktu setengah hari e-book ini.

E-book ini ditulis oleh seorang PNS, sama kaya aku. Kebetulan berada di instansi yang sama walaupun di kantor yang berbeda. Tapi, apa yang tertulis benar-benar berlaku bagi siapa pun. Nama penulisnya adalah - inisial - sQu (maaf nama asli tidak dituliskan). Dan kali ini aku ingin mengutip salah satu tulisan yang berjudul Orang di Sebelahmu.

Mohon izin share yaaa...


Silakan disimak, semoga kita bisa mendapatkan hikmah dan pelajaran dari tulisan berikut ini:

----

e-book : Pengen Jadi Baik
by: sQu


Orang Di Sebelahmu

Coba liat orang di sebelahmu sekarang. Iya sekarang. Sudah? Jangan diliatin langsung gitu, dilirik aja. Sudah kan? Siapa dia? Kalau kamu lagi di kantor, mungkin di meja sebelahmu itu temenmu seruangan. Orangnya suka becanda, bersuara keras, ngakak-ngakak, suka ngledekin teman-temannya, kadang suka becanda-becanda porno juga. Kamu kadang ketawa, tapi kadang sebel juga sama dia kalau becandanya kelewatan.

Tapi mungkin kamu ngga tahu, tiap malam dia tahajud, nangis sujud sama Allah, ngga pernah putus berharap atas ridhoNya. Dhuha-nya ngga pernah bolong. Puasa sunnah senin kamis-nya ngga pernah lewat. Dia juga seorang donatur tetap di sebuah yayasan panti asuhan.

Tapi kamu jelas ngga tahu lah. Dia kan ngga bilang-bilang. Aku juga ngga tahu kalau dia gitu. Kita ngga tahu, bahwa mungkin sebenarnya dia jauh lebih mulia daripada kita.

Kalau kamu lagi antri ATM, mungkin di sebelahmu ada mas-mas memakai jaket kulit, tampang sengak, julurin kepalanya dengan ngga sabaran, sambil merokok. Asapunyaa kemana-mana, bikin orang sebel. Rasanya ingin sesegera mungkin ngarungin kepalanya dengan tas kresek, biar asapunyaa dia sedot-sedot sendiri. Terus dia sambil telpon di ponsel yang di-loudspeaker, pake logat medok dan suara kenceng. Bener-bener berisik.

Eh tapi mungkin kamu ngga tahu, kalau dia lagi buru-buru karena harus transfer uang ke sodaranya yang butuh duit, lagi di rawat di RS. Atau mungkin dia butuh duit cash segera di ATM karena dompetnya sekarang kosong melompong, karena baruuuu saja dia sedekahin semua uangnya di kotak amal pembangunan masjid yang tadi dia sempet mampir sholat jamaah.

Tapi kamu ngga tahu itu. Apalagi aku mana tahu kalau dia ternyata begitu. Kita memang ngga ada yang tahu, bahwa mungkin sebenarnya dia jauh lebih mulia daripada kita.

Kalau kamu lagi berdiri di bis atau kereta, mungkin di sebelahmu ada mas-mas pedagang asongan yang berkeringat. Badannya bau asem banget, keteknya ngga pernah kesentuh deodoran karena dia memang ngga kepikiran soal itu sama sekali. Erggh nyebelin ya, kadang sampai kita nutup hidung, tahan napas lama tapi akhirnya ya kesedot juga. Atau buang muka biar dia tahu kalau kita ngga suka ama dia.

Tapi mungkin kamu ngga tahu, kalau di rumahnya dia sendirian menanggung hidup keponakan-keponakannya yang ternyata yatim piatu. Anak tinggalan kakaknya yang meninggal dunia sejak anak-anak itu masih kecil.

Tapi kamu ngga tahu. Aku juga ngga tahu. Kita ngga tahu, bahwa mungkin sebenarnya dia jauh lebih mulia daripada kita.

Kita sehari-hari dimanapun bisa ketemu orang yang kita kenal atau pun ngga kenal. Siapapun. Bisa jadi kita ngga suka. Tapi kita bener-bener ngga tahu siapa dia sebenarnya di balik penampilan sehari-harinya yang kita liat. Siapa tahu dia jauuuuh lebih mulia daripada kita.

Dont judge the book from the cover.


Be positive thinking always.

***

Kalau ada waktu, aku ingin membagi tulisan yang lain =)

5 komentar:

  1. iya, bagus! inspiratif....

    hmmm...

    >>kenaapa ga beli itu aja Bi, apa namanya, ebook reader ya?

    BalasHapus
  2. Huda - yoi.
    yang mana tuh? semacam ipad gitu? kapan-kapan deh kalau ada rezeki lebih, hehehee..

    BalasHapus
  3. huhuuhu..iya betul banget postingan di atas, thank you for sharing.. it's nice.. :')

    BalasHapus
  4. ya, we'll never know..
    bagaimana apa dan siapa persisnya orang itu, bahkan diri sendiri pun kadang ga terlalu paham juga..

    BalasHapus
  5. Rabest - iya, sama-sama =)

    Yen - begitulah. makanya, mari kita berpikiran baik terhadap orang lain. Kalaupun susah, marilah kita belajar =)

    BalasHapus