24 Februari 2011

(me)Nguping Jakarta

Curhat bentar (cuma 1 paragraf pendek)


Akhir-akhir ini 'penyakit' malas sepertinya sedang menjangkiti kebanyakan orang. Begitu pula aku.
Mungkin juga disebabkan karena cuaca di Jakarta yang terasa ‘semakin’ panas akhir-akhi ini.
Jadi bawaannya pengen malas-malasan melulu *mungkin juga aku nyari-nyari alasan aja sih.
Tapi emang bener sih ya kalau aku lagi malas. Padahal banyak yang akan dan ingin dikerjain.

Curhatnya kelar.
Lanjut ke pembahasan utama.
Sebenarnya pengen menulis dan mem-posting tulisan yang agak berat. Tentang Hidup. Tapi berhubung masih malas mikir dan ngetik-nya. Jadi, bahas yang ringan-ringan aja ya.
Aku kasih rekomendasi dulu. Sebagai tulisan awal atau mungkin juga tulisan akhir di bulan Februari ini (tergantung mood).

Begini...
Tentunya ketika berada di suatu tempat, di mana saja dan kapan saja waktunya, terkadang kita mendengar selentingan percakapan antara orang lain (baik sengaja ataupun tidak) atau percakapan kita sendiri dengan lawan bicara kita.
Nah, percakapan itu kadang-kadang terdengar aneh dan tidak wajar bagi pendengarnya. Akibat karena memang ketidaktahuan atau bisa saja karena keseleo lidah (sehingga menyebabkan salah pengucapan kata). Akibatnya bisa menjadi sebuah kelucuan (mengakibatkan gelak tawa) atau bisa saja malah terdengar aneh (yang menyebabkan kita mengernyitkan dahi).

Blog yang akan aku rekomendasikan untuk dikunjungi dan dibaca ini, memaparkan kejadian-kejadian tersebut. Lokasi-nya adalah di sekitar Jakarta saja.
Kalau mau diingat-ingat dan kalau mau diperhatikan betul, di sekitarku pun kadang-kadang terjadi dialog absurd yang lucu. Baik disengaja atau tidak.
Bahkan aku sendiri terkadang juga mengucapkan sesuatu yang salah dan absurd bagi orang lain. Tapi, tak apalah, namanya juga manusia. kadang berbuat salah. Hehehe...

Blog tersebut bernama NGUPING JAKARTA
Deskripsi singkat mengenai blog ini adalah "Kumpulan dialog absurd yang berseliweran di tengah kota Jakarta".

Dialognya singkat, padat tetapi bisa memancing tawa yang tiada henti. Dialog diberi judul dan ditambahkan siapa yang mendengarkan, lokasi di mana dan reaksi orang yang mendengarkan.

Berdasarkan pengalamanku sendiri, ada beberapa dialog yang sangat lucu. Pernah suatu malam aku membaca blog ini dan sepanjang malam aku tidak henti-hentinya ketawa. Sampai-sampai aku sakit perut saking kebanyakan ketawa.
Dibaca ulang pun tetap membuatku ketawa.

Oia, tentu saja dialog-dialog yang ada di 'Nguping jakarta' sebaian besar kiriman pembaca. Aku pun pernah mengirimkan dialog absurd ke 'Nguping Jakrta', namun belum dipublish (entah akan di publish atau tidak).

ini dia dialog yang aku kirimkan...

Aaamin....

Instruktur Senam : Baiklah sebelum senam kita mulai, kita berdoa dulu.
Baca Al-Fatihah menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

*Sebuah kantor di Kebon Jeruk yang didengar oleh seorang pegawai yang
gak jadi nonton senam gara-gara mikir Al-Fatihah agama lain bebunyi
seperti apa


Kejadian ini aku alami sendiri. Waktu itu niatnya mau ngeliatin orang senam. Namun, begitu mendengar instruktur senam ngomong kaya gitu, aku gak jadi nonton dan malah ketawa-ketawa sendiri.
---
Kemudian, sebagai contoh dialog absurd yang ada di blog 'Nguping Jakarta" adalah dialog berikut ini...

Itu bukan nembak lagi; ngebom namanya.

Security Mall: "Shift bareng lagi kita..."
Pramuniaga: 'Iya nih ya... asik dong."
(diam sejenak)
Security Mall: "Eh, aku punya pantun buat kamu lho..."
Pramuniaga: "Apaan?"
Security Mall: "Ikan hiu pegel-pegel, I love you girl..."

Lift di sebuah mall ternama di Jakarta, didengar seorang penumpang lift yang pucat menahan ketawa supaya tidak mengganggu momen romantis itu
---
Aku sempat tertawa membaca tulisan ini.
Blog ini aku rekomendasikan bagi kalian yang ingin mencari sesuatu yang segar. badmood. butuh hiburan. atau bagi siapa pun yang hanya ingin tertawa saja.
Aku harap dengan membaca blog tersebut kalian mendapatkan kesenangan dan bisa tertawa lepas (dan tentunya dengan tulus).
Namun, jika ternyata kalian tidak tertawa sedikitpun atau tersenyum pun tidak sewaktu membaca blog ini. Aku hanya bisa mengatakan, mungkin selera humor kita berbeda. Heheheheh..
Selamat membaca.. 

Kamu bisa membaca "Nguping Jakarta" di SINI




.

17 Februari 2011

Gadis Di Ruang Tunggu


LA Lights Indie Movie 2010 tentu saja telah dilaksanakan. Yaiyalah, karena dari namanya saja udah ketauan dilaksanakan di tahun 2010 tahun lalu. Telat banget sih emang aku nge-bahasnya. Tapi, seperti kata pepatah “Lebih baik terlamabat daripada tidak sama sekali”. Tapi sebenarnya masih lebih baik lagi kalau think fast, think smart. Jangan terlambat. Tepat waktu dong *halah, apaan sih
Aku sudah menyaksikan 8 film yang ditampilkan dalam acara tersebut. Yaitu:

1. Nathalie's Instinct - Adaptasi dari Cerpen Basic Instinct by Rachmania Arunita
2. Barbie - Adaptasi dari Cerpen Barbie by Clara_NG
3. Blind Date - Adaptasi dari Cerpen Pentingnya Membawa Babi Bersayap saat Kencan Buta oleh Raditya Dika
4. Cinta Putih - Adaptasi dari Cerpen Putih oleh Clara_NG
5. Gadis Di Ruang Tunggu - Adaptasi dari Cerpen Gadis Di Pesawat by Rachmania Arunita
6. Monsteur - Adaptasi dari Cerpen Drunken Monster oleh Pidi Baiq
7. Naruto Bersyukur - Adaptasi dari Cerpen Naruto Bersyukur by Pidi Baiq
8. Tanggal Merah - Adaptasi dari Novel DimSum Terakhir by Clara_NG

Namun, berhubung tiba-tiba saja aku menyarankan temanku menonton salah satu film pendeknya yang berjudul “Gadis DI Ruang Tunggu” adaptasi dari Cerpen “Gadis Di Pesawat” karya Rachmania Arunita. Alasannya sih karena film pendek ini ternyata masih ada di flashdisk-ku. Belum dihapus.
Namun, namanya juga adaptasi, cerita yang disampaikan berbeda namun memiliki inti yang sama.

Sinopsis-nya seperti ini (copy paste aja deh dari blog tetangga – lagi males ngetik sendiri. Hehehe):

Jaka, menilai dirinya adalah orang yang punya paling banyak masalah di dunia. Gara-gara tumpukan masalah ini-itu, kepala Jaka jadi sakit dan pusing. Ia pun harus mengunjungi dokter. Sesampainya di tempat praktek ternyata Jaka harus menunggu giliran cukup lama. Kepalanya yang pusing menjadi tambah parah dengan suasana ruang tunggu yang ramai. Hana, ia adalah gadis cantik yang bisa melihat sisi positif di setiap situasi.

Mereka berdua bertemu di ruang tunggu dokter dan akhirnya berbincang-bincang. Sifat Hana yang sepertinya tak punya beban dalam hidup membuat Jaka kesal namun entah kenapa ia tetap mengobrol dengan Hana dan mengeluarkan segala keluh kesah dan unek-uneknya di depan Hana.

Namun dari Hana, Jaka justru mendapatkan pelajaran berharga yang tak akan dilupakannya dan merubah cara berpikirnya selama ini. Bahwa sifat Hana yang santai ternyata tidaklah mencerminkan apa yang ada dibaliknya.

Menurutku film ini singkat (yaiyalah Cuma sekitar 8 menit) namun padat makna. Pesan yang ingin disampaiakan melalui film pendek ini nyampai ke penonton dan kena di hati (menurut pendapatku lho ya). Akhir dari film ini membuatku merenung sejenak dan memikirkan tentang bagaimana aku menjalani hidupku sendiri.

Kalau synopsis dari cerpen aslinya “Gadis Di Pesawat” karya Rachmania Arunita adalah seperti ini:

Jack selalu menceritakan keluh kesah hidupnya setiap kali ia melakukan perjalanan dengan pesawat, untuk melampiaskan beban dan stressnya dari gaya hidup dan pekerjaannya. Ia tak takut berkenalan dengan siapapun yang duduk disampingnya dann menceritakan masalah – masalah yang dihadapinya dalam hidup, pekerjaan, bahkan keluarganya. Tanpa peduli apakah orang – orang itu mendengarkannya atau tidak.

Lebih dari empat tahun dalam perjalanana kariernya ia melakukan hal ini, entah sudah berapa banyak orang yang dijadikannya tempat berkeluh kesah. Namun semua itu berubah ketika jack bertemu dengan seorang perempuan yang dengan senang hati mendengarkan ceritanya, dan perempuan ini juga menyadarkan Jack bahwa berkeluh kesah atas masalahnya hanyalah sebuah pelarian yang tidak membawa pengaruh pisitif.

Dengan tersenyum dan memberi kenyamanan dam keyakinan pada orang lain, akan memberi hal yang sama pada diri sendiri. Mulai saat ini itulah ucapan yang akan selalu kuingat dari seorang gadis buta yang tegar dan selalu memberi senyuman indahnya yang mewarnai hidupnya dan orang –orang yang ia temui.

Pesan Moral yang dikandung (halah, emang ibu hamil?) film pendek ini adalah:

1. Datanglah lebih awal, sehingga tidak perlu lama mengantri apalagi kalau kamu orang yang tidak sabaran (ini kata-katanya temenku. Lucu emang, tapi benar adanya. Hehehehe)

2. Kalau lagi stress dan ada masalah (kepala pusing), apapun yang terjadi di sekitar kita kadang sering ditanggapi dengan berlebihan. Namanya juga sedang sensitive.

3. Orang lain biasanya tidak suka kalau kita suka seenaknya sendiri, merasa paling penting dan tiba-tiba marah-marah dengan alas an yang tidak jelas.

4. Jangan pernah merasa paling menderita dan memilki masalah di dunia ini. Kalau mau berpikir dan mencari, insya Allah kita merasa lebih beruntun dari kebanyakan orang lain yang menderita di luar sana.

5. Walaupun banyak masalah dan menderita, bukan berarti kita tidak bisa menikmati hidup.

6. Tetap baik hati kepada orang lain, siapapun orang itu.

7. Kalau menghadapi orang yang menyebalkan, emang harus banyak-banyak bersabar. Jadi orang juga jangan sering terbawa emosi, bersabarlah.

8. Harus sopan ya sama orang lain, siapa pun itu.

9. Dan lain-lain...


Sudah ah. Makin lama aku makin ngelantur ngomongnya.
Maklum, kalau kata temanku, aku sekarang lagi kumat sih ya. Hahahaa…

Mending yang belum nonton, tonton di sini aja ya. Di yutup…


14 Februari 2011

I Just Need You Now...

Perhelatan anugerah musik internasional yang bergengsi, Grammy Award 2011, baru saja dilaksanakan.
Akhirnya setelah penantian panjang yang disertai rasa penasaran yang sangat besar (sumpah, aku penasaran banget pemenang yang bawa pulang piala siapa aja) pemenangnya sudah diumumkan...

Tentu ada alasannya dong kenapa aku sampai penasaran banget sama pengumuman pemenang penghargaan ini. Alasan utamanya adalah karena aku punya jagoan yang sangat-sangat-sangat aku harapkan menang.
Tebak siapa?

Justin Bieber? - Tentu tidak dong. Saya bukan remaja lagi yang menyukai lagu bergenre kaya gitu.
Lady Gaga? - Aku akui lagu-lagunya aneh tapi bagus. Tapi orangnya tidak kalah aneh. Tapi sayang sekali bukan dia jagoanku.
Rihanna? - Juga bukan, walaupun talentanya tidak diragukan lagi.
Eminem? - Aku suka eminem. apalagi lagunya yang "Not Afraid" dan "Love The Way You Lie" tapi juga bukan dia.
Katy Perry? Bruno Mars? B.o.B? Jay Z? juga bukan..

Okelah, daripa main tebak-tebakan dan akhirnya nyebut semua nominator, aku sebut saja siapa.
Jawabannya adalah LADY ANTEBELLUM dengan lagunya yang berjudul "NEED YOU NOW"

Lady Antebellum pulang dengan membawa 5 piala Grammy. Hebat kan? hehehehe...
Malam Grammy Award menjadi milik grup country Lady Antebellum, yang terdiri dari Charles Kelley (vokal), Dave Haywood (vokal latar, gitar, piano, dan mandolin), dan Hillary Scott (vokal). Dari enam kategori nominasi mereka, mereka memboyong lima trofi - Record of the Year, Song of the Year, Best Country Performance by a Duo or Group, Best Country Song, dan Best Country Album. Berarti mereka cuma kehilangan satu penghargaan, yaitu Album of the Year, yang jatuh ke tangan band Arcade Fire untuk album The Suburbs. Lady Antebellum menang dalam ajang tersebut dengan lagu dan "Need you Know" dan album berjudul sama.

Curhat dikit deh..
Kenapa aku suka banget sama lagu "Need You Now" ini? Sebenarnya tidak ada alasan khusus. Adanya alasan umum dan alasan yang tidak disengaja yang membuat aku begitu menyukai lagu ini.
1. Aku suka musik dan lagu Country. Aku merasa mendengarkan Country Songs pagi dan malam hari itu terasa begitu menyenangkan dan menenangkan..
2. Karena aku suka lagu country. Aku pernah mencoba mencari rekomendasi lagu country di chart Billboard dan ketemulah lagu ini dan coba didengarkan. Pada awal aku mendengarkan lagu ini terasa biasa saja, tidak ada yang spesial.

Tetapi ada yang namanya istilah 'cinta itu tumbuh karena terbiasa' atau 'alah bisa karena biasa' (sepertinya gak nyambung juga sih). jadi pada suatu malam (beberapa malam), di kantor lebih tepatnya aku terbiasa mendengarkan lagu sambil bekerja. Volume kencang tentu saja atau kalau gak, ya pake headset.
Nah, trus di suatu malam (yang silanjutkan malam setelahnya) playlist laguku hanya terisi lagu ini.
- Lady Antebellum "Need You Now"-

Lagu ini terus terdengar berulang-ulang.. habis.. nyanyi lagi.. habis.. nyanyi lagi..
bahkan akupun kadang-kadang tidak memperhatikan lagu ini. kadang juga aku tinggalkan sehingga pernah aku berkomentar kepad temanku, "Kasian tuh si Lady Antebellum nyanyi sendirian di ruangan, gak ada yang dengerin. berkali-kali lagi"

Nah, tanpa sadar, lagu ini melekat di memoriku. Lama kelamaan tanpa sadar aku menyadari betapa bagus dan kerennya lagu ini. Vocalnya mantap. Liriknya kena banget dengan musik yang juga enak banget untuk didengarkan, apalagi malam hari...

Nah, lho. Tanpa sadar aku jadi sangat menyukai lagu ini. Bahkan dalam satu waktu aku mendengarkan lagu ini berulang-ulang tanpa merasa bosan. Semakin sering aku mendengrakannya, semakin suka aku sama ini lagu (bukannya bosan)..

Lalu kenapa aku suka banget?
Selain alasan yang tadi disebutkan. Lagu ini maknanya daleeeeeeeeeeeeeem banget menurutku.
Bukan berarti aku merasa lagu ini mirip dengan kisah ataupun keinginanku. Cuma aku merasa lagu ini memilki kekuatan yang sangat besar dalam menyampaikan maksud dan perasaan yang terkandung di dalamnya *halah, sok tau.

Coba tengok liriknya berikut ini...

Need You Now - Lady Antebellum

Picture perfect memories
Scattered all around the floor
Reaching for the phone 'cause
I can't fight it anymore

And I wonder if I

Ever cross your mind
For me it happens all the time

It's a quarter after one

I'm all alone
And I need you now
Said I wouldn't call
But I've lost all control
And I need you now

And I don't know how

I can do without
I just need you now

Another shot of whiskey

Can't stop looking at the door
Wishing you'd come sweeping
In the way you did before

And I wonder if I

Ever cross your mind
For me it happens all the time

It's a quarter after one

I'm a little drunk
And I need you now
Said I wouldn't call
But I've lost all control
And I need you now

And I don't know how

I can do without
I just need you now

Whoa, whoa

Guess I'd rather hurt
Than feel nothing at all

It's a quarter after one

I'm all alone
And I need you now
And I said I wouldn't call
But I'm a little drunk
And I need you now

And I don't know how

I can do without
I just need you now
I just need you now

Oh baby, I need you now


Gimana menurutmu? Hehehe...
Lagu ini menurutku menggambarkan tentang seseorang yang sangat membutuhkan orang terkasihnya, cuma pada saat itu dia tidak bisa menemuinya ataupun melakukan kontak dengannya.
Alasannya adalah karena mereka ada konflik. dan perasaan bahwa mereka saling butuh itu sangat kuat dan semakin kuat. Cuma ada ego yang menghalanginya untuk menunjukkan bahwa aku sangat butuh dia..
  *begitulah kira-kira. Hehehehe

Harapanku agar lagu ini memenangkan Record of The Year dan Song of The Year pun akhirnya terkabul. dan aku merasa sangaaaaaaaaaaaat senang...

ini mereka (foto diambil dari kompas.com)

  
Dan ini adalah video klip mereka yang diambil dari Youtube


Oia, ada satu lagi lagu mereka yang aku sukai. Judulnya "I Run To You"
Tetap berkarya Lady Antebellum. Aku menunggu lagu dan album berikutnya. Hehehehe... 

**Posting tentu saja sambil dengar ini lagu =) 

13 Februari 2011

The Ghost Writer (Sang Penulis Bayangan)

The Ghost Writer
The Ghost Writer (2010 - Summit)

Directed          : Roman Polanski
Screenplay      : Robert Harris, Roman Polanski
Produced        : Robert Benmussa, Roman Polanski, Alain Sarde
Cast                : Ewan McGregor, Pierce Brosnan, Olivia Williams, Kim Cattrall, Timothy Hutton, Tom Wilkinson, James Belushi, Robert Pugh, Jon Bernthal.
Based on the novel by Robert Harris

The Ghost Writer . Sang Penulis Bayangan

Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Pengarang        : Robert Harris
Tebal               : 320 halaman
Harga              : Rp 50.000,-
Cetakan Kedua Maret 2010




Sudah cukup lama aku melihat buku ini terpajang di rak buku Gramedia, tetapi tidak ada keinginan untuk membelinya hingga suatu hari akhirnya novel ini di-film-kan. Banyak pujian yang mengalir sehingga mebuatku penasaran tentang apa sebenarnya novel dan film ini.

Membaca judulnya, The Ghost Writer (Sang Penulis Bayangan) mungkin kamu beranggapan novel ini bercerita tentang hantu, makhluk halus dan sejenisnya. Aku pun awalnya berpikiran seperti itu. Namun, ternyata novel ini adalah tentang politik. Ya, politik. Sepertinya agak berat ya? Hehehe...

Tapi, karena justru itulah aku tertearik dengan novel ini. Temanya berbeda dengan buku yang selama ini aku baca. Maklum, sedang bosan dengan cerita fantasi.

Pernah membaca sebuah buku tentang seorang tokoh besar (biografi)?
Mungkin saja nama pengarang atau orang yang menyusun buku tersebut adalah bukan yang teercantum dalam buku tersebut. Bisa saja disusun dan ditulis oleh orang lain yang tidak diketahui oleh publik. Mungkin saja orangnya tidak terkenal dan tidak dikenal oleh siapa-siapa kecuali bagian penerbit buku. Itulah yang kira-kira disebut dengan Penulis Bayangan (The Ghost Writer). Karena dia benar-benar bekerja di balik layar atau kalau mau dikatakan ud-nderground kali yak? (bikin istilah seenaknya. Hahaha)

Begitulah yang dialami oleh seorang Penulis Bayangan (The Ghost Writer) yang direkrut untuk menulis autobiografi seorang mantan Perdana Menteri Inggris, Adam Lang, setelah beberapa hari sebelumnya Sang ajudan politik Adam Lang, yaitu McAra meninggal secara tak wajar.

McAra membantu penulisan memoar sang Perdana Menteri yang menghadapi tuntutan perang. Kematiannya dianggap tidak wajar karena ditemukan tewas di pantai sunyi Martha’s Vineyard.
Setelah terlibat di dalamnya. Sang Penulis Bayang perlahan-lahan menemukan sesutu yang tidak wajar dalam penulisan autobiografi sang Perdana Menteri tersebut.

Banyak rahasia yang terselubung dan menyimpan misteri. Apalagi pada saat ada yang menyerang sang Penulis Bayangan dan mengambil naskah yang diduga naskah Adam Lang.

Semakin mendalami penyusunan naskah ini dan semakin dalam melakukan riset menyeluruh tentang masa lalu Adam Lang, semakin banyak hal ganjil yang ditemui sang Penulis Bayangan. Apalagi sampai mengancam jiwanya. McAra yang ditemukan tewas pun barangkali disebabkan karena mengetahui terlalu banyak rahasia – rahasia yang mengancam jiwanya.

Ada apa sebenarnya di balik kisah masa lalu Adam Lang? Bagaimana dengan istri sang Perdana Menteri, Ruth Lang?  Apa peran sang sekretaris Amelia?

Banyak misteri yang dihadapi Sang Penulis Bayangan. Aku tidak ingin menceritakan lebih lanjut, biar penasaran (emang ceritaku mengundang rasa penasaran?) dan temukanlah jawaban atas rahasia-rahasia dengan membaca novelnya dan/atau menonton filmnya.

--
Yang unik adalah bahwa Sang Penulis Bayangan (The Ghost Writer) sama sekali tidak disebutkan namanya. Namanya siapa, tidak pernah diketahui oleh pembaca. Benar-benar orang di balik layar yang tentu saja masih memilki bayangan (apa sih?).

Selain itu pula, setiap bab di novel ini diawali dengan sebuah informasi mengenai Sang Penulis Bayangan (atau bisa juga dibilang tips menjadi The Ghost Writer)

Butuh perjuangan yang cukup lama bagiku untuk menghabiskan novel ini. Sekitar 5 bulan kalau gak salah. Bukan karena novel ini tidak menarik, namun karena akhir-akhir ini minat membacaku menurun drastis. Jangankan novelsetebal 318 halaman ini, komik pun yang bisa dibaca sekali duduk selama setengah jam tidak  berminat untuk aku lakukan.

Namun, karena kesabaran akhirnya novel ini aku selesaikan juga bulan Januari 2011 dan itu pun menghabiskan setengah bagian isi novel ini yang ternyata sungguh menarik. Mengapa saya katakan menarik? Karena saya tidak ingin melepaskannya hingga akhir cerita novel ini. Rasa penasaran, ketegangan dan keingintahuan tentang apa yang akan terjadi dan nasib Sang Penulis Bayangan benar-benar menghipnotisku untuk segera menghabiskan novel ini.

Buku Vs. Film

Aku menahan diri untuk tidak segera menonton film The Ghost Writer ini sebelum menghabiskan novelnya. Alasan utamaku adalah, aku ingin segera menghabiskan membaca novel ini kemudian ingin melihat visualisasinya seperti apa.

Seringkali ketika aku menonton film yang diangkat dari sebuah novel, maka aku tidak lagi begitu berminat membaca novel-nya. Sungguh berbeda dengan membaca novel-nya terlebih dahulu, kemudian menonton filmnya walaupun garis besar ceritanya tentu saja sudah aku ketahui.

Beberapa bulan terakhir ini aku menyadari bahwa tidaklah bijaksana membandingkan sebuah novel dan filmnya. Hal ini disebabkan karena buku dan film adalah dua media yang berbeda.

Tentu banyak yang kita dengar bagaimana kekecewaan yang dilontarkan oleh pembaca setia novel yang menonton film yang diangkat dari novel kesayangannya tersebut. Salah satu alasannya tentu saja karena tidak memungkinkan untukmemasukkan semua elemen yang ada di buku ke dalam film yang berdurasi sekitar 2 jam. Mau berapa lama durasinya? Dan tentu saja budget yang dibutuhkan berapa? Aah.. tentu saja ini bukan urusan kita ya dan penonton pun tidak mau tahu. Hehehe...

Berbicara mengenai The Ghost Writer ini, baik novel maupun filmnya, kedua-duanya memuaskan saya walaupun ada beberapa hal yang berbeda dibandingkan buku dan filmnya.

Tentu saja bukan masalah tidak semua yang ada dibuku divisualisasikan melalui film ini. Tap, yang ingin saya sroti perbedaannya adalah mengenai ending novel dan film ini.
Sungguh berbeda menurut saya. Tetapi kedua-duanya memiliki kelebihan masing-masing.

Ending di novel mungkin akan lebih memuaskan pembaca dibandingkan dengan di film karena menurut saya ending di novel lebih terasa jelas dan mudah dimengerti oleh pembaca.
Namun, ending di film justru menarik dengan adanya suatu pertanyaan yang ‘mungkin masih’ tersisa. Selain itu pula, penyelesaian suatu misteri di filmnya lebih dimengerti kata-katanya dan lebih terasa masuk akal. Di novel-nya justru terdapat kata-kata yang agak janggal untuk misteri tersebut. Hal ini mungkin disebabkan karena kesalahan penerjemahan atau memang seperti itu adanya. Melalui film saya lebih mengerti maksud sebenarnya apa, dan mengenai apa sebenarnya yang terjadi kepada si Penulis Bayangan novelnya memuaskan saya. Hehehe..

Sebenarnya ingin membahas suatu film dari segi editing, cinematografi dan juga hal-hal lainnya. Tapi, aku belum memiliki kemampuan untuk itu. Belum ngerti. Jadi harus belajar dulu. Hehehehe.. (sebenarnya alasan lain adalah, aku merasa keren aja bisa membahas film dari segi sinematografi, pengambilan gambar, editing, music score dll.)

Dan inilah penilaian saya terhadap The Ghost Writer ini.
      
      The Ghost Writer (Novel)
Rating : 8,25/10
Sebagai sebuah novel, The Ghost Writer enak untuk dibaca. Tidak perlu mengetahui banyak tentang politik untuk bis menikmati novel ini. Lagipula bahasa yang digunakan pun tidak berat dan bahasa-nya mengalir enak untuk terus diikuti sampai akhir kisah ini.

      The Ghost Writer (The Movie)
Rating : 7,75/10
Sebagai sebuah film, The Ghost Writer adalah film yang menarik dan enak untuk diikuti walaupun bertema penulis dan politik. Tidak perlu berpikir terlalu berat untuk bisa menikmati film ini.
Acting para pemeran di film ini aku rasa pas. Nuansa yang diciptakan dan setting-nya mendukung untuk cerita ini.


*Note : Aku sudah bisa untuk melepaskan kaitan antara buku dan film. Ketika aku menonton sebuah film, memang kadang-kadang masih membandingkan dengan novelnya. Namun, tidak saya bandingkan sebagai media (elemen) yang sama. Pisahkanlah, karena dengan begitu kamu dapat menikmati kedua-duanya.
Hal yang sama terjadi ketika saya menonton Harry Potter sebagai sebuah film, bukan sebuah novel. Hasilnya adalah, Harry Potter adalah film yang bagus dan memuaskan saya. Hehehe...

Mohon maaf jika review-nya kurang memuaskan. Masih belajar soalnya. Hehehe..

11 Februari 2011

Selamat Ulang Tahun


Review novel dan film ‘The Ghost Writer’ ditunda dulu gara-gara tulisan ini.

Sebenarnya tulisan ini mau ditulis (ketik) sejak tadi pagi, tapi apa daya malas pun menggelayuti. Nah, akhirnya aku pun memutuskan untuk menulisnya sekarang saja karena alasan tidak bisa tidur.
Entah kenapa aku tidak juga mengantuk, sempat tertidur 5 menit sih. Tapi, setelah itu rasa kantuk itu hilang entah kemana. Sembari menunggu rasa kantuk pulang padaku, akhirnya aku memutuskan untuk menulis saja. 

Alasan lain aku menulis adalah karena aku berulang tahun hari ini (eiits.. udah jam 1 pagi ya? Berarti kemarin dong yak). Ah, mungkin juga aku gak bisa tidur karena aku berulang tahun? Halah, gak tau dah hubungannya apa. Tapi, sekarang aku lagi flu sih ya (i hate this). Mungkin juga gara-gara itu **halah, curhatnya berhenti di sini aja ya. Kalau diterusin isinya bisa aja curhatanku semua..
-
Selamat Ulang Tahun kepada diriku sendiri aku ucapkan. Aku sudah memberikan kado untuk diri sendiri juga. Nah.. bagian inilah yang aku sukai.

Pada saat aku berulang tahun, yang aku lakukan beberapa tahun belakangan ini cukup unik.

Suatu ketika waktu berulang tahun, yang kau lakukan adalah menanyakan kepada Bapak-ku sebenarnya arti namaku “M. Sulhan Habibi” itu apa?
Beliau menjawab pada intinya namaku berarti “Cinta Damai” (Oh... inikah sebabnya aku jarang bertengkar, tidak ingin menyakiti orang lain dan cenderung untuk lebih suka mengalah daripada memperpanjang masalah) *Note – “M.” Namaku itu sebenarnya “Muhammad” tapi karena di akta kelahiran tertulis M. Saja, ya sudah. Kadang-kadang ditanyakan juga tuh artinya apa.

Setahun kemudian ketika berulang tahun aku menanyakan jam berapa sebenarnya aku lahir. Nah, kalau jawaban ini aku lupa kapan. Hahaha..

Kalau 3 tahun belakangan ini yang aku lakukan ketika berulang tahun adalah: Pertama mengucapkan ulang tahun kepada diri sendiri dan kemudian berbicara terhadap diri sendiri apa saja keinginanku. Berdoa juga bagian yang menyenangkan.

Kedua adalah aku membelikan kado ulang tahun untuk diri sendiri. Heiii.. ini adalah bagian yang sangat menyenangkan. Tahun lalu aku membeli laptop untuk hadiah ulang tahunku. Aku bungkus kertas kado dan dibuka tepat ketika aku berulang tahun. Rasanya menyenangkan.

Bahkan beberapa temanku mengatakan ideku agak ‘aneh’ tapi beberapa temanku juga malah tertarik untuk melakukannya untuk diri sendiri. Hahaha..

Yang ada di dalam pikiranku mengenai menghadiahi diri sendiri adalah seperti ini...

“Pada dasarnya manusia itu senang diberi hadiah. Apalagi diberi kado di hari istimewa – salah satunya ulang tahun-. Aku pun begitu. Di lubuk hati yang paling dalam kadang-kadang terbersit keinginan diberi hadiah. 

Naaah, daripada mengharapkan orang lain memberi hadiah dan meminta (aku gak terlalu suka meminta-minta sesuatu kepada orang lain), lebih baik aku memberikan hadiah buat diri sendiri bukan? Apa yang aku inginkan aku beli. Aku manjakan diri sendiri saat itu. Rasanya? Tentu menyenangkan (beneran lho). Tapi, mungkin juga ada yang berpikiran, “kasian banget ngasi kado kepada diri sendiri karena gak ada yang ngasi”

Heiii.. tapi aku ingin katakan bukan itu alasannya. Terus terang aku selalu dapat hadiah kao dari teman-temanku. Tapi, memberikan kado kepada diri sendiri itu... wujud menghargai diri sendiri (my own opinion). Kitalah yang paling tau kebutuhan dan keinginan sendiri. Lalu kenapa kita tidak berusaha memberikan diri sendiri apa yang diinginkan “membahagiakan diri sendiri”. Lagipula saat menginginkan sesuatu, terkadang aku ubah waktunya agar dekat hari ulang tahunku dan tentunya alasan dan dorongan untuk memenuhinya lebih kuat karena adanya alasan yang kuat pula.

Oia, begini juga deh. Kan kalau mengharapkan kado dari orang lain terus dikasih, naaaah... pasti ada tuh secara tidak langsung tanggung jawab (moral pribadi – kata ngawur) untuk membalasnya. Tau kan yang namanya ‘memberi dan menerima’ eh, dibalik deh ‘menerima dan kemudian memberi’. Kalau diberi kado sama teman, apa gak malu tuh kalau besok-besok dia ulang tahun terus kagak kasih apa-apa? Hahaha... traktir gitu atau apalah itu sebagai balas jasamu.

Tapi, kalau ngado buat diri sendiri kan tanggung jawab moral itu gak ada. Bukan berarti aku pelit dan aku mengajarkan untuk pelit sih. Tapi, pada kenyataanya seperti itu kan?

Kalau kau punya keinginan atau ada sesuatu yang ingin kamu punya dan beli. Usahakanlah untuk diri sendiri, jangan mengharapkan orang lain mulu. Mandiri lah.. mandiri..

Oia, bagian yang menyenangkan dari ulang tahun itu adalah berbagi makanan bersama kerabat di sekitar kita. Istilahnya bisa aja traktir atau makan-makan. Bagi aku pribadi, berbagi makanan untuk orang lain adalah suatu moment yang membahagiakan. Aku bahagia melihat mereka bahagia *halah..

-
Hmmm.. berbicara mengenai ulang tahun ni ya.

Orang-orang cenderung bahagia di hari ulang tahunnya karena usianya makin bertambah dan makin ‘dewasa’ (katanya). Padahal umur kita itu makin berkurang ya di dunia ini. Jadi harus berbahsgia atau bersedih sih?

Naaah.. begini aja gimana?

Kan umur makin berkurang tuh. Makanya jangan terlena dunia oleh usia yang makin tua dan sikap dan pembawaab yang makin dewasa dan matang (pemikiran orang begini kan ya?). Makin ingat lah sama hakikat kita hidup di dunia ini. Selalu ingatlah sama Allah. Perbanyak ibadah. Lakukan yang terbaik bagi hidup. Kesempatan makin berkurang (Bijak banget nasihatnya)

Ah, aku jadi inget perkataan seorang temanku yang mengatakan bahwa ‘makin dewasa akunya, padahal dulu dosa gak sebanyak sekarang’ ya.. aku jawab aja dengan mengatakan bahwa ‘pahala ku kan juga tidak sebanyak yang sekarang dahulu itu’ Hahahaha.. pembicaraan yang aneh.

Tapi ingat. Kalau berpikir itu jangan cuma dari satu sisi. banyak tuh sisi yang lain. jadi pikiranmu bisa luas, gak sempit. Jika otakmu lagi segitiga, lihatlah dari 3 sisi. karena segitiga itu punya 3 sisi. Kalau mau bujur sangkar, sisinya ada 4. Hahahaha...

Emang sih, makin lama hidup di dunia, dosa makin bertambah. Tapi, ingat, pahala juga nambah. Tapi, lebih baik nambahin pahalanya lebih banayk dibandingin dosanya (sok nasihat lagi)..

Hmmm.. (lagi, kebanyakan bergumam)

Hari ulang tahun itu banyak didoain sama orang lain ya. Enak. Hehehehe..

Hari ulang tahun itu sering dipakai oleh orang lain (saya juga termasuk) sebagai tonggak untuk memulai sesuatu, atau kalau tidak awal untuk melakukan sesuatu atau mengharapkan sesuatu. Atau melanjutkan sesuatu. Pokoknya sering dipakai sebagai patokan deh.

Sama juga halnya selain hari ulang tahun, yang sering dipakai itu ‘awal tahun’ trus apa lagi ya?
Kenapa ya harus pada hari itu mulainya? Atau kenapa hari itu harus dipertegas? Kenapa gak hari lain aja? Atau setiap hari gitu? Kan lebih bagus.

Mungkin pada dasarnya manusia itu memang butuh patokan kali ya. Patokan yang menurut dia penting dan memiliki nilai khusus dan spesial. Sah-sah aja. Terserah masing-masing pribadi juga si ya menentukan hidupnya. Tapi kenapa gak tiapa hari? Heh, udah dibilang juga terserah mereka. Hahahaha.. (terus terang aku makin bingung dengan apa yang aku tulis ini)

-

Huaduuuh.. kenapa tulisan ini jadi panjang ya?
Isinya curhatanku lagi. Padahal kan sebenarnya bukan ini yang pengen aku tulis. Emang sih berhubungan sama hari ulang tahun dan hari spesial gitu. Tapi, apa daya jari saya menekan huruf-huruf yang ada di atas sehingga ter-ketik curhatan ini (bener gak sih itu penulisannya ‘ter-ketik’?).

Gak apa-apa deh isinya curhatan. Aku memaafkan diri sendiri karena sedang berulang tahun, lapar dan tidak juga mengantuk *halah, makin geje

Itu rasa kantuk tersesat apa ya? Makanya tidak juga menghampiri saya? Padahal tulisan ini sudah hampir selesai dan tiba-tiba saya merasa lapar..

Udah ah.. cuapek..

8 Februari 2011

Selingan - Bingung Kasi Judul

Huaaah...
Tarik nafas panjang dulu kemudian keluarkan perlahan-lahan (terserah mau dikeluarkan dari mana).
Sebenarnya aku mau menulis review tentang sebuah novel dan film tapi tiba-tiba buntu.
Aku merasa belum bisa menulis review dengan bagus. Apa sih yang mau aku tulis? masa harus menyontek ulasan (ringkasan) yang ada di sampul belakang buku tersebut? Tentunya aku gak mau melakukan itu..

Aku ingin mengulas sesuatu dengan bahasa yang menarik dan enak untuk dibaca. Tanpa harus terkesan alamiah (ilmiah kaleee..-malas ngedit) banget atau terkesan terlalu serius (kalau boleh jujur, aku mengetik kata-kata ini dengan tidak yakin bahasanya bener atau gak).

Nah, untuk mencari pencerahan (malam sih ya? makanya gak ada matahari), aku search aja beberapa review tentang novel dan film yang ingin aku bahas. Eeeehh.... gak taunya yang terjadi adalah...
..
..
Aku menemukan sebuah blog milik Reino Ezra di ajirenji.blogspot.com dan membaca review-nya tentang film dan musik.
Blog-nya sungguh menarik, oke, diperjelas lagi, yang menarik adalah cara dan bahasa yang digunakan untuk mengulas suatu lagu atau film. Bagiku pribadi sungguh menarik yang berakibat 2 jam lebih membaca review yang lainnya di blog tersebut. Ketagihan dan entah kenapa aku tidak merasa capek membaca tulisannya. Terasa mengalir begitu saja..

Hufft.. (menarik nafas lagi)
Akhirnya ada referensi dan semangat untuk melanjutkan menulis review novel dan film.
Inginnya sih dibahas dengan cara yang menarik. Semoga aja hasilnya begitu. Hehehe..

Ditunggu ya ulasanku mengenai THE GHOST WRITER (novel dan film-nya). Agak telat si mungkin.
Tapi, tak apalah...

7 Februari 2011

Quote 9


Kau tidak akan bisa bersikap sama kepada setiap orang dan tidak bisa memperlakukannya dengan cara yang sama. Sebab setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda dan tentu saja kau tidak akan pernah menjadi pribadi yang sama setiap waktu..

6 Februari 2011

Dalam Cerita Aku Menjadi Siapa pun yang Dia Inginkan

Setahun yang lalu dia belajar menulis cerita.
Tokohnya aku. Menceritakan kisahku sewaktu masih kecil. Sebuah cerita anak-anak. 
Tentang seorang anak manja yang selalu ingin menang sendiri. Dijauhi semua temannya dan akhirnya disadar kan oleh seorang yang baik hati dan meminta maaf pada semua orang yang telah disakitinya.
-
Tak lama kemudian cerita kedua dia tulis.
Bercerita tentangku yang memerankan tokoh anak baik yang berprestasi dan mempunyai banyak teman. Tak pernah mengecewakan orang lain dan membantu menyadarkan temanku yang jahat.
-
Dia menulis cerita kembali.
Lagi dan lagi aku menjadi tokohnya. Kali ini peran ku adalah sebagai anak SMA yang pintar tapi mempunyai masalah pribadi yang cukup sulit untuk diselesaikan hingga seorang tokoh wanita (teman sekolahku) membantu dan merubah hidupku.
Kisah cinta. Kisah yang romantis. Berakhir bahagia.
-
Kemarin dulu dia kembali menulis cerita tentangku untuk kesekian kalinya.
Sebagai orang baik. Terlalu baik dan membantu semua orang hingga tidak menemukan kebahagian untuk dirinya sendiri sampai akhir hayat.
-
Kemarin dia menulis cerita juga.
Tokohnya masih aku. Menjadi penguasa yang dihormati oleh semua rakyatku. Menjadi penguasa paling berpengaruh dan disegani sepanjang berdirinya negara tersebut.
-
Hari ini dia menulis cerita pendek lagi.
Tokohnya tentu saja aku. Kali ini peranku sebagai penyiar televisi yang ambisius mengejar karir. Berusaha mati-matian demi pekerjaan.
-
Mungkin esok dan esoknya lagi dia akan membuat cerita lagi tentangku.
Apa lagi peranku dalam cerita yang akan dia tulis?
Aku capek jika haru selalu berganti peran.
Aku lelah dengan semua kepura-puraan karena harus menyesuaikan kepribadianku sesuai kehendakmu.
Aku muak jika harus berganti peran tanpa pernah menjadi diriku sendiri.

-


Ceritakanlah aku dengan karakterku yang sebenarnya. Hanya yang sebenarnya.
Kemudian selesaikanlah cerita itu. Jangan lagi membuat cerita lain dengan aku sebagai tokoh utamanya. Hanya satu cerita tentangku yang aku inginkan!!!

***
Hmmm...
sebuah tulisan yang absurd ya?
Intinya saya hanya ingin mengatakan bahwa jadilah diri sendiri dalam segala kesempatan.
Jadilah pribadi yang membuat dirimu sendiri merasa nyaman untuk bersikap, untuk bergaul, dan tentu saja merasa nyaman untuk hidup.