28 Juni 2016

#cumangomong Tips dan Trik Memperbesar Peluang Menang Kuis Buku (Giveaway)


#BerkahRamadhan #TipsDanTrikMenangKuisBuku



Alhamdulillah bulan ini dapat rezeki berupa menang kuis 4 kali dari penerbit buku dan toko buku. Bulan lalu aku memenangkan 5 kuis buku dari blog, twitter, dan instagram. 
Lama kelamaan aku merasa jadi kuis hunter, padahal nggak lho. Aku jarang sekali benar-benar berniat mencari kuis dan mengikutinya. Kebanyakan sih informasi tersbut berseliweran di timeline begitu buka medsos. Lihat ada info menarik, aku buka, lihat, baca, dan akhirnya tertarik, ya aku ikutan. Tapi, kalau tidak ya tentu aku lewatkan begitu saja. Hehehe...

Nah, ini nih kuis yang aku menangkan (kebetulan keempatnya kuis di Instagram):

a. Kuis #GaraGaraBuku oleh Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) - Hadiahnya pilih buku apapun yang kita inginkan.
b. Kuis #TruAndNelleGiveaway oleh Penerbit Noura (Noura Books) - Hadiahnya dua buku Tru dan Nelle.
c. Kuis #TadarusBuku oleh Penerbit Mizan - Hadiahnya paket buku dari Penerbit Mizan
d. Kuis inspirasi #BacaBuku15Menit oleh TB Gramedia (@GramediaBooks) - Hadiahnya voucher Gramedia sebesar 500 ribu.

Sebagai pecinta buku dan membaca, apalagi beberapa bulan ini kesenangan membaca semakin menjadi-jadi, beberapa kali aku berpartisipasi kuis buku (giveaway) dari blogger atau yang diselenggarakan langsung oleh penerbit buku.

Kembalinya semangat membaca ini mungkin disebabkan karena pikiranku perlu dialihkan dan diasup dengan hal-hal yang membangkitkan imajinasi dan hal yang menyenangkan. Maklum, keadaan yang aku hadapi sekarang lebih menguras pikiran dan tenaga sehingga butuh penyegaran dan pelarian pikiran biar lebih fresh :)

Karena alasan tersebut maka di sela-sela waktu luang, aku menyempatkan diri mengikuti kuis tersebut (yang kebanyakan sih ikutnya mepet menjelang batas waktu berakhir).
Oh, iya! Kebanyakan kuis tersebut berupa foto kreasi sendiri.

Oleh karena itu, aku ingin berbagi tips (ala Habibi) jika ingin mengikuti kuis-kuis buku atau kuis apapun. Tips atau kiat-kiat ini aku terapkan untuk memperbesar peluang untuk menang. Sebagian besar sih tentu saja berasal dari pengalaman yang pernah aku lakukan (dan berhasil!)

Berikut tips dan triknya:

a. Jika ingin ikut kuis, maka niatkanlah untuk menang.
Jangan berniat hanya sekadar ikut dan meramaikan. Kalau kamu berniat seperti itu, lebih baik tidak usah ikut karena hanya membuang waktu dan tenaga. Dengan niat untuk menang, maka kamu pun akan semakin serius untuk mengeluarkan ide-ide kreatifmu sehingga kesempatan untuk bersaing dan menang semakin besar.

b. Cari ide yang unik dan lain daripada yang lain.
Aku mengakui bahwa hasil karya yang aku kirimkan bukanlah yang terbaik dengan kualitas yang paling bagus serta teknik yang memukau (terutama untuk foto). Selama ini aku mengandalkan keunikan yang bebeda dari peserta lain.
Aku mencari dan menampilkan sesuatu yang unik, lain daripada yang lain, disertai caption yang juga unik serta menarik yang membuat orang merasakan suatu ketertarikan akan karya kita.
Jangan takut akan karya yang sederhana, karena justru kesederhanaan itulah nilai lebihnya.

Aku pernah mengikuti lomba "Ayo Bawa Bekal" yang diadakan oleh Gramedia Pustaka Utama dan Tupperware id dengan tantangan mengirimkan foto bekal dengan wadah tupperware.
Aku memang berniat ikut dan maunya sih menang. Aku melihat hasil karya peserta lain. Sungguh pada saat itu aku merasa kecil hati karena aku belum ada ide sama sekali (ada sih sebenarnya, yaitu mie goreng dengan telur rebus dicampur abon dan lauk kering dari rumah).
Hasil karya peserta lain begitu luar biasa. Makanan yang mereka sajikan enak-enak, foto-nya keren-keren layaknya melihat makanan di buku resep. Pokoknya sudah pasrah deh.
Akhirnya, di hari terakhir aku mengirimkan foto hasil karyaku berupa menu ide di atas (mie goreng) di dalam wadah tupperware kecil berwarna merah, ditambah botol minum merah, dan buku GPU bersampul merah.
Aku berpikir, hei ini adalah lomba yang di adakan GPU, maka aku akan mengambil hati juri dengan menambahkan latar buku GPU dalam foto bekalku dan ditambah caption menarik.

Hasilnya??
Tadaaaa... Aku menang. Sunguh gak percaya banget aku bisa menang. Ternyata yang menang adalah yang bekalnya sederhana. Hahaha...
Jadi, sederhana bukanlah sesuatu yang buruk. Yang penting ingat... UNIK.

c. Carilah inspirasi dari mana pun, termasuk karya peserta lainnya.
Jika kamu tidak punya ide atau sedang buntu, maka tidak ada salahnya melihat hasil karya peserta lain yang sudah ikutan. Jangan tergesa-gesa untuk langsung ikut pada hari pertama atau kedua, kecuali kamu sudah punya ide yang unik dan keren. Dengan membaca atau melihat karya peserta lain, bisa memberikan inspirasi bagimu, juga bisa melihat hal-hal unik yang belum diikutkan oleh peserta lain.
Jangan takut idemu habis atau ide itu tidak ada. Banyak kok ide-ide yang tersebar di manapun dan siap kamu temukan kapanpun. Jangan menyerah untuk mencari ide tersebut, karena bisa saja ide itu datang tiba-tiba.

Nah, karena alasan inilah terkadang aku mengirimkan karya menjelang batas akhir pengiriman karya/jawaban. Tapiii, jangan lupa tenggat waktunya ya, kalau sampai terlewat kan sia-sia walaupun kamu punya ide terunik atau terhebat sekalipun :)

d. Seringlah latihan dan mengikuti kuis lainnya. Jangan menyerah walaupun sering gagal. begitu menang sekali, maka biasanya diikuti oleh kemenangan lainnya. Aku juga sering kok gagal :P

e. Berdoa tentu saja jangan sampai dilupakan.


Oh iya, sebagai tambahan kamu juga bisa menggunakan trik mengenal penyelenggara kompetisi. Cari tahu karya-karya atau jawaban yang disukai penyelenggara dan kalau bisa kirimkan karya/jawaban yang dimaui oleh mereka.
Hal ini bisa kamu lihat dari jawaban/karya sebelumnya yang terpilih sebagai pemenang.
Masih idealis ingin karya/jawaban sendiri? Boleh sih. Tapi, kamu ingin memperbesar peluang menang kan?
Tinggal sesuaikan saja dengan jawaban atau karya yang ingin kamu buat.
Nah, demikianlah tips singkat dariku jika ingin memperbesar peluangmu untuk menang kuis buku/foto. Jangan pernah menyerah ya...
Semoga bermanfaat :)

----

Regards,
M. Sulhan Habibi

*tumben ketik status panjang begini
*lagi semangat soalnya

*Lain kali aku mau cari kuis berhadiah rumah, mobil, atau uang tunai deh. Siapa tau rezeki. Rezeki itu ada juga yang harus dijemput sendiri. Hahaha...

26 Juni 2016

#cumangomong Membaca Buku Vs. Menulis Ulasan Buku (Review)


Hei... 

Aku mau curhat nih di blog mengenai semangat membaca buku dibandingkan dengan menulis ulasan buku yang sudah aku baca.

Hal yang patut aku syukuri saat ini adalah semangat membacaku yang mulai kembali lagi setelah beberapa tahun belakangan (kurang lebih 5-6 tahun). Sejak mulai bekerja sebagai pegawai kantoran, semangat membacaku menurun drastis yang (kemungkinan) besar disebabkan karena kelelahan. Dahulu, sewaktu masih sekolah dan kuliah, buku tebal seperti Harry Potter atau Dan Brown bisa aku habiskan dalam waktu sehari (dua hari deh kalau ditambah waktu istirahat). Namun, sejak bekerja, satu buku bisa sampai berbulan-bulan bahkan beberapa buku hanya teronggok di rak buku.
Naah, sejak menjelang akhir tahun 2015, aku berniat untuk semakin semangat membaca buku dan (bisa dikatakan) memaksakan diri untuk menyempatkan membaca kapan saja dan di mana saja.

Selain membaca buku, aku pun berniat aktif nge-blog lagi dan lebih sering menulis ulasan buku yang aku baca (selain tulisan lainnya). Sekitar beberapa bulan pertama, semangatku sangat menggebu-gebu. Setelah selesai membaca buku aku pun langsung menulis ulasan dan pendapatku sebelum lupa. Namun, lagi-lagi semangat untuk menulis ulasan semakin lama semakin menurun. Hal ini mengakibatkan buku-buku yang sudah selesai aku baca sejak bulan Januari 2016 sampai sekarang banyak yang menumpuk dan mengantri untuk aku ulas.

Hal ini tentu saja mengakibatkan dampak selanjutnya yang (sebenarnya) tidak aku inginkan, yaitu ingatan akan cerita keseluruhan, bagian-bagian yang penting dan seru, penokohan dan lain sebagainya tidak lagi utuh. Ketika keinginan untuk menulis ulasan itu 'muncul', jadinya aku harus berpikir keras untuk mengingat ceritanya dan bahkan butuh untuk membuka lembar demi lembar buku tersebut. Nah, hai ini yang bikin semakin malas. Hahaha...

Jadi, dalam rangka menumbuhkan semangatku maka aku pun curhat dulu di sini #eh
Maksudnya adalah, aku sedang menumbuhkan semangat biar segera menulis ulasan buku-buku tersebut yang semakin hari semakin bertambah #duh #tolong

Selama tahun 2016, inilah buku-buku yang sudah aku baca namun belum aku ulas di blog ini..


Ada beberapa buku yang gak ada di sana sih, soalnya bukunya lagi gak di rak buku. Ada yang sedang dipinjam oleh teman, adapula yang sudah dibawa pulang ke rumah namun belum diulas :)

Berikut daftar buku dan rating menurut pendapatku:

1. Beyonders trilogi - Brandon Mull (Noura - Mizan Fantasi) : Rating 5/5
2. Legend trilogi - Marie Lu (Mizan Fantasi) : Rating 4/5
3. Red Queen - Victoria Aveyard (Noura - Mizan Fantasi) ; Rating 3,5/5
4. Mengunyah Rindu - Budi Maryono (Gramedia Pustaka utama) ; Rating 4/5
5. Fangirl - Rainbow Rowell (Penerbit Spring) ; Rating 3,75/5

6. Attachments - Rainbow Rowell (Penerbit Spring) ; Rating 4/5
7. Career of Evil - Robert Galbraith (Gramedia Pustaka Utama) ; Rating 4,5/5
8. Serpihan Inspirasi - Salim Darmadi (Elex Media Komputindo) ; 4/5
9. The Eye of Minds - Jmaes Dashner (Gramedia Pustaka Utama) ; 3/5
10. Rumah Tangga Surga - Ikhsanun Kamil dan Foezi Citra Cuaca (Mizania) ; Rating 4/5

11. Eleanor & Park - Rainbow Rowell (Fantasious) ; Rating 4/5
12. Bella : Sekolah Tak perlu Air Mata - Munif Chatib (Kaifa) ; Rating 4/5
13. The Jungle Book - Rudyard Kipling (Gramedia Pustaka Utama) ; Rating 3,25/5
14. Malam-Malam Terang - Tasniem Fauzia Rais dan Ridho Rahmadi (Gramedia Pustaka Utama) ; Rating 3,75/5
15. Dijual Keajaiban - Penulis Besar Asia dan Afrika (Penerbit Diva Press) ; Rating 3,75/5

16. Surabaya Punya Cerita - Dhahana Adi (Indie Book Corner) ; Rating 3/5
17. Girls in The Dark - Akiyoshi Rikako (Penerbit Haru) ; Rating 4/5
18. Scarlet (The Lunar Chronicles #2)  - Marissa Meyer (Penerbit Spring) ; Rating 4/5

Daftar yang sudah aku baca namun tidak ada di foto:

19. Double Spin Round - Yukiya Shoji (Penerbit Haru) ; Rating 3,25/5
20. Cinder (The Lunar Chronicles #1) - Marissa Meyer (Penerbit Spring) ; Rating 3,5/5
21. We Were Liars - E. Lockhart (Gramedia Pustaka Utama) ; Rating 3,5/5
22. Welcome to 305 - Wanan (Penerbit Haru) ; Rating 3/5
23. Ender's Game - Orson Scott Card (Mizan Fantasi) ; Rating 4/5

Wow, ternyata jumlah totalnya ada 23 buku. Ternyata sudah sebanyak ini, sedangkan masih ada buku yang sedang dibaca. Hahaha... #kagetsendiri

Yah, sabar aja deh.
Semoga segera bisa aku selesaikan walaupun mungkin buku yang niat aku ulas sekitar setengah dari daftar ini.
Semangat...mana semangat...!!

Semangat ya buatku :P


[Book Review] Penjelajah Antariksa #6 : Kunin Bergolak (Lagi) - Djokolelono

Penjelajah Antariksa #6 : Kunin Bergolak (Lagi)
Penulis : Djokolelono
Penyunting : Yessi Sinubulan
Desain Sampul dan Ilustrasi : Oki Dimas Mahendra
Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Cetakan Pertama Juni 2016
KPG 59 16 01202
ISBN 978-602-424-063-9
Tebal v + 180 halaman

Setelah akhir yang cukup membuat penasaran, akhirnya petualangan para penjelajah antariksa berlanjut lagi di buku keenam ini yang berjudul "Kunin Bergolak (Lagi)".

Di antara semua seri Penjelajah Antariksa, buku ketiga "Kunin Bergolak" menurutku yang paling bagus dan cerita serta karakternya terbangun dengan sangat baik. Oleh karen itu aku berharap buku keenam dengan judul yang sama bisa melampaui kerennya buku ketiga.

Dalam hitungan 24 bulan Starx, Kunin II sebagai pusat kekuatan Jenderal Roon akan diserang oleh Skuadron X, skuadron penghancur sama sekali bukan lawan seimbang. Veta dipaksa untuk membuat peralatan perang tandingan, kalau tidak sisanya akan dimusnahkan.
Mesi melanjutkan aksinya pada akhir buku kelima yang membuat pandangan Veta terhadapnya berubah namun tetap mempercayakan keselamatan sisa Stri kepadanya.

Di Kunin sendiri tanda-tanda pembangkangan makin terasa. Kerten dan Rahi, penjahat dan ahli racun nomor satu di Kunin sedang mempengaruhi semua penduduk untuk memberontak dan keluar dari planet penjara itu.

Omodu, yang meninggalkan rombongan Veta dan Mesi setelah mengalami kecelakan pesawat, harus bertarung melawan Viravir dan membuatnya terdampar di pulai lain yang dikuasai penduduk Namnam.
 
Dan Raz yang kini sudah berdamai dengan Vied masih belum juga sembuh dari penyakitnya. Ia sering sedih mengingat broa dan sisanya, kapan mereka bisa bertemu lagi. Namun, sebuah peristiwa membuat penyakitnya 'sembuh' walaupun ada hal yang harus dikorbankan.

Kolonel Artap menemani Puteri Hon Gradi yang masih dikuasai dendam akibat kematian kakaknya. Mereka pun mengejar para anak buah kapten Raz dan harus bertempur melawan mereka.

Secara keseluruhan, buku keenam ini bagus namun belum melampaui buku ketiga. Masih sedikit di bawah kesolidan buku ketiga. Pertempuran yang terjadi cukup seru.

Ada hal yang agak berbeda di buku keenam ini dibandingkan buku-buku sebelumnya. Eyang Djokolelono melakukan perubahan gaya penceritaan. Dalam buku keenam ini, sering terjadi pergantian adegan dalam satu bab. Ketika ada adegan yang sedang seru, maka fokus cerita akan berganti ke tokoh dan peristiwa yang lain. Sangat berbeda dengan buku-buku sebelumnya.

Lagi-lagi banyak tokoh baru yang muncul yang menyebabkan agak kesulitan mengingat nama dan peran mereka. Namun hal tersebut bukan masalah karena ceritanya makin seru.

Oia, aku semakin menyukai istilah untuk salam, umpatan, luapan kekesalan, atau ungkapan perasaan lainnya di buku ini. Unik dan kalau coba diucapkan terasa seru juga. Contohnya...

"Jet panas!"
"Matahari Basah!"
"Semoga Starxz Cemerlang! Starx Gelap"
"Langit jernih, biru." 

Lagi dan lagi, gak sabar menantikan buku selanjutnya :0

Nilai : 3,7/5

20 Juni 2016

[Book Review] Penjelajah Antariksa #5 : Kapten Raz - Djokolelono


Penjelajah Antariksa #5 : Kapten Raz
Penulis : Djokolelono
Penyunting : Yessi Sinubulan
Desain Sampul dan Ilustrasi : Oki Dimas Mahendra
Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Cetakan Pertama Juni 2016
KPG 59 15 01201
ISBN 978-602-424-061-5
Tebal v + 189 halaman


Buku ke-5 seri Penjelajah Antariksa dari Djokolelono berjudul Kapten Raz akhirnya terbit juga setelah menunggu sekitar setengah tahun. Buku ke- ini pun masih menceritakan petualangan empat bersaudara Vied, Veta, Stri, dan Raz. Lebih tepatnya melanjutkan kisah buku ke-4 secara langsung di mana akhir buku keempat yang 'nanggung' banget.

Setelah kecelakan pesawat yang mereka naiki, Veta, Stri, Mesi, Omodu, dan Kolonel Verea harus terdampar di suatu tempat tanpa ada alat komunikasi apapun.
Bab pertama buku kelima ini menyuguhkan pergulatan hati Mesi yang cenderung berubah-ubah terutama sikap dan pandangannya terhadap Veta.

Selain itu pula, badai Radiasi Rho-M mengancam keberadaan Starx sebagai penguasa antariksa. Bukan hanya karena badai ini akan menerjang semua benda alam di seluruh tata bintang, tetapi ada akibat lain yang lebih mencemaskan. Gelombang radiasi ini akan mengubah tingkah laku manusia yang semula berpikir dengan 'otak' kini mulai berpikir dengan 'hati'.

Karena 'hati' pula Vied nekat untuk melakukan apa saja untuk menolong Raz, sisanya yang masih sakit, dan bertemu dengan Veta dan Stri, termasuk dengan memasuki Naz-5.
Namun, apa yang didapatkannya sungguh mengejutkan, Raz sudah menjadi kapten dan menguasai Naz-5. Vied, Kolonel Artap, Hon Gradi, dan Cette pun menjadi tawanannya.

Selama beberapa bulan, Naz-5 menutup diri dan mematikan alat komunikasi dengan alasan sedang karantina. Ternyata telah terjadi kudeta oleh Raz dan pasukannya.
Vied, dibantu Cette juga Kolonel Artap dan Hon Gradi pun berusaha untuk menyelamatkan diri dan menyadarkan kembali Raz.

Buku kelima ini lagi-lagi diakhiri dengan cara yang sangat membuat penasaran.
Ah, demi Jet Panas! Aku sungguh tidak sabar menantikan buku keenam yang terbit sebentar lagi.
Buku ke-6 berjudul "Kunin Bergolak (lagi)".
Wow! Membaca judulnya saja membuatku semakin penasaran karena menurut pendapatku, kisah buku ketiga "Kunin Bergolak" adalah yang paling bagus di antar semua buku seri Penjelajah Antariksa yang sudah terbit.

Well done, Om Djokolelono #jempol 

NB : Makin suka sama Mesi. Hehehe...

Nilai : 3,6/5