31 Maret 2011

Aku Kira Aku Gila

UNWELL
Artist (Band) : Matchbox 20


All day staring at the ceiling
Making friends with shadows on my wall
All night hearing voices telling me
That I should get some sleep
Because tomorrow might be good for something

Hold on
Feeling like I'm heading for a breakdown
And I don't know why

But I'm not crazy, I'm just a little unwell
I know, right now you can't tell
But stay awhile and maybe then you'll see
A different side of me
I'm not crazy, I'm just a little impaired
I know, right now you don't care
But soon enough you're gonna think of me
And how I used to be...me

I'm talking to myself in public
Dodging glances on the train
And I know, I know they've all been talking 'bout me
I can hear them whisper
And it makes me think there must be something wrong with me
Out of all the hours thinking
Somehow I've lost my mind

But I'm not crazy, I'm just a little unwell
I know, right now you can't tell
But stay awhile and maybe then you'll see
A different side of me
I'm not crazy, I'm just a little impaired
I know, right now you don't care
But soon enough you're gonna think of me
And how I used to be

I've been talking in my sleep
Pretty soon they'll come to get me
Yeah, they're taking me away

I'm not crazy, I'm just a little unwell
I know, right now you can't tell
But stay awhile and maybe then you'll see
A different side of me
I'm not crazy, I'm just a little impaired
I know, right now you don't care
But soon enough you're gonna think of me
And how I used to be

Yeah, how I used to be
How I used to be
Well, I'm just a little unwell
How I used to be
How I used to be


--


Tentunya familiar dong sama lagu itu? Kebetulan 2 hari terakhir ini aku mendengarkan kembali lagu ini.
Dan begitu mendengarnya... o ow, mungkin saja lagu ini mewakili perasaanku saat ini.
Bukan bermaksud curhat (Kadang aku berpikir, kalau nge-blog itu jangan terlalu sering curhatlah. Hahahaa) namun cuma ingin cerita aja *sama aja ya? tapi emang sebenarnya bukan sih...

Sebenarnya ini adalah masalah sifat pribadi atau bisa juga kebiasaan setiap orang. Terutama masalah BOSAN. Okelah, masalah ini memang sering melanda orang dan sering diceritakan oleh para bloger lainnya.
Ada yang tahan dengan kebosanan ada pula yang tidak tahan (dan mungkin bisa membuatnya hampir gila).

Okelah, bosan itu muncul dengan berbagai alasan. Alasannya juga bermacam-macam tergantung orangnnya kalau mau lebih dikhususkan lagi.
Cara menghilangkan kebosanan pun untuk masing-masing orang berbeda. Oleh karena itu aku tidak akan memberikan tips atau ide bagaimana cara menghilangkan kebosanan itu. Karena kadang-kadang aku pun tidak bisa menghilangkan kebosanan itu dan malahan membuat diri sendiri semakin bosan.
Sedang malas juga sih sok kasi nasihat kepada orang lain *dan aku mengakui bahwa aku ini kadang-kadang malasnya gak ketulungan.

Oke lagi. Curhat deh.
Aku itu gampang bosan. Dalam hitungan detik bosan langsung bisa menghampiriku dan bergelanyut di hati dan pikiranku (bahasa apaan ini?)
Sebenarnya begitu aku mulai bosan, aku langsung membenci situasi tersebut dan langsung berusaha membuat diri sendiri tidak bosan. Naaaah... justru yang aku lakukan adalah mengganggu orang lain, terutama teman-temanku. Sampai kadang-kadang aku dianggap sedang tidak waras. Haaahaaaahaaaa..

Ya, aku akui aku sering berbuat konyol dan hal gila. Itulah caraku untuk merubah suasana hati yang sedang berantakan. Mungkin tipe orang abstrak seperti aku memang begitu caranya.
Atau kadang-kadang yang aku lakukan adalah berjalan kaki sepanjang dan sejauh yang aku mampu.
Aku pernah berjalan kaki dan mondar-mandir selama setengah hari hanya untuk membuat diri sendiri merasa nyaman. *kebablasan curhat

Ada lagi hal yang kadang-kadang membuatku sangat terganggu.
Aku orang yang tidak banyak bicara namun bisa sangat banyak bicara jika mau. Bukan juga orang bisa langsung akrab dengan orang lain. Namun bukan berarti aku betah di tengah kesunyian padahal sedang berada di antara orang-orang yang aku kenal.
Heiiii... berbicaralah. Kadang hatiku berkata seperti itu. Ya emang salahku juga sih kadang tidak bisa memancing pembicaraan itu untuk pertama kali. But, the silence is slowly killing me... oh yeaaah (kata lagunya Maroon 5).

Aia, berbicara mengenai ketidakwarasan *apaan ini?
Ketidakwarasan itu memang kadang aku butuhkan. Seperti kata lagunya Sheila On 7.

Ketidakwarasan Padaku..
Membuat hidupku kebih tenang..

Aku mulai nyaman berbicara pada dinding kamar
Aku takkan tenang saat sehatku datang...

Hehehehee... 
Yasudahlah. Tulisan ini tercipta karena tiba-tiba saja saya merasa TIDAK PERLU CURHAT namun malah curhat. Mungkin ketidakwarasan sedang melanda saya. Eh, i'm just a little unwell kok.

**Berjanji akan meng-edit tulisan ini karena pada dasarnya banyak hal yang ingin saya bicarakan. Bukan curhatan saya, namun mengenai bosan-kegilaan-dan semacamnya.
Kapan itu? someday-lah. Ahahahaaaa....

30 Maret 2011

The Brain is Wider than The Sky


Menyambut berakhirnya bulan Maret (gak ada yang spesial sih dengan bulan ini), kita rayakan dengan segelas es teh manis dan sepiring ubi rebus.
Ah, sebenarnya saya bahagia karena sebentar lagi gajian (senang banget rasanya dapat duit). Akhir-akhir ini sedang sibuk lagi makanya jarang posting *alasan lagi

Selagi saya lupa waktu itu sedang ngapain, tiba-tiba aku menemukan sebuah dokumen yang berisi sebuah puisi yang sudah cukup lama aku simpan. Kurang lebih aku membacanya 5 tahun yang lalu.

Sebuah puisi yang begitu bagus (menurutku) namun terus terang aku gak begitu mengerti maknanya (kan puisi bagus itu gak harus dimengerti yak. Yang penting menurutku keren, makanya jadi bagus. Hehehehe..)

Penasaran sama puisinya? berikut aku copy paste-kan

The Brain is Wider than the Sky

The Brain is wider than the sky,
For, put them side by side,
The one the other will include
With ease, and you beside.


The brain is deeper than the sea,
For, hold them, blue to blue,
The one the other will absorb,
As sponges, buckets do.


The brain is just the weight of God,
For, lift them, pound for pound,
And they will differ, if they do,
As syllable from sound.


Naah, jujur nih ya.
Aku cuma mengerti maksud dari kalimat pertama setiap bait puisi tersebut (kecuali yang kalimat di bait ketiga). Secara gampangnya ya, Otak manusia itu emang spesial, berharga, bernilai dan memang tiada dua-nya.

Otak manusia itu (terutama bagi mereka yang mau berpikir) akan lebih luas dari langit dan akan lebih dalam daripada lautan. nah, karena yang ketiga aku gak ngerti makanya kira-kira apa ya?

Otak manusia itu, jika dipergunakan untuk berpikir maka akan bisa melakukan apa saja, bisa memikirkan apa saja sehingga bisa menaklukkan langit dan bumi.
Lihat, dengar dan rasakan saja apa yang telah dilakukan, ditemukan, dan diciptakan oleh manusia selama beribu tahun ini.
Mau disebutkan? Aku rasa tidak perlu karena kalian bisa mencari sendiri dan tentunya sudah tau walaupun tidak semua kan ya? Hehehee...

Ah, iya. Karena kau gak mau banyak bicara, aku cuma mengatakan jangan pernah lupa kepada Sang Maha Pencipta kita dan ingat selalu untuk bersyukur. Cukup segitu aja deh.

Sebagai penutup, mungkin ada yang mau mengartikan atau menginterpretasikan makna puisi tersebut kepadaku? Aku tunggu dengan senang hati.
Hehehehe =)

20 Maret 2011

Samuel Mulia dalam Parodi-nya (Kompas)

Seminggu yang lalu saya sempat sakit dan oleh teman yang baik hati menawarkan diri untuk mengantarku berobat. Aku menolak untuk dibawa ke dokter yang memberikan "obat demam" seharga 1 juta.
Bukannya tidak percaya sama dokter itu dan obatnya (karena kata temanku obatnya sangat manjur), namun, karena aku belum sekaya itu untuk berobat semahal itu *bisa sakit yang lain dan puasa Daud ntar.

Sembari menunggu di periksa (akhirnya ke klinik langganan) dokter, aku membaca koran KOMPAS edisi Minggu, 13 Maret 2011. Saat itulah aku membaca suatu kolom yang bernama "PARODI" yang ditulis oleh Samuel Muia.
Langsung tanpa basa-basi aku membacanya karena aku ingat bahwa dulu sewaktu kuliah, kolom inilah bacaan wajibku.
Waktu itu tulisannya bejudul "Hope".

Ternyata aku lupa bahwa dulu, sewaktu kuliah terutama semester 3 dan 4, kebiasaanku adalah membeli koran Kompas setiap hari Minggu di samping Gereja dekat kampus.
Setiap Minggu pagi sembari menikamti sarapan yang lebih sering bubur kacang ijo, aku duduk di dalam kamar sembari membaca koran ditemani secangkir teh hangat *hayaaaa..terdengar seperti begitu tenang dan damainya hidup saya setiap Minggu pagi (sekarang tidak lagi T.T)

Aku sewaktu itu membeli koran dengan alasan (klise) agar tidak ketinggalan informasi (maklum gak punya tipi waktu itu, jadi gak tau kabar apa-apa. Takut jadi kolot) dan tentu saja alasan lainnya adalah membaca cerpen Kompas yang menarik untukku baca setiap Minggu.
Namun, setelah menemukan kolom "Parodi" oleh Samuel Mulia ini, maka kolom ini menjadi bacaan wajibku juga setiap hari Minggu (karena tulisan ini hanya ada di Kompas Cetak hari Minggu, maunya setiap hari ada. hehehehe..)

Parodi ini kalau aku katakan adalah sebuah tulisan yang mencerminkan kehidupan, namun ditulis dengan selentingan lelucon dan perumpamaan hidup yang seolah-olah dibuat lucu (yaa... seperti diparodikan-lah).
Aku suka tulisan tersebut karena ditulis dan disampaikan dengan lugas, ada semacam olokan dan sindiran, namun bagiku ngena di hati (kadang-kadang). Tulisan ini membuat kita untuk mengingat kembali diri kita sebagai manusia dan apa hakikat kita hidup di dunia ini, hubungannya dengan sesama manusia, Tuhan, dan alam ini *begitu sih menurutku.

Aku juga ingat bahwa saking sukanya aku dengan tulisan "parodi" oleh Samuel Mulia ini, aku menginginkan menjadi penulis seperti dia. Aku ingin bisa menulis sesuatu tentang hidup namun dengan cara yang menyenangkan. Enak untuk dibaca. Bisa saja terkesan lucu atau menyndir, namun tidak terkesan sok tahu dan menggurui.

Tulisan ini aku post untuk mengingatkanku akan kebiasaan itu lagi.
Mulai Minggu ini, sepertinya aku akan terus membaca tulisan Samuel Mulia tersebut.
Tentu saja karena aku suka dan ada banyak hal yang bisa aku dapatkan di tulisan tersebut, yaitu :tentang hidup"

Sekadar informasi singkat saja, Samuel Mulia adalah seorang penulis mengenai gaya hidup di surat kabar atau majalah. Masih banyak juga sih tentang Samuel Mulia. Tapi cari sendiri ya..

Kalau mau membaca tulisan Samuel Mulia, coba saja baca harian Kompas Cetak setiap hari Minggu, atau bisa juga coba baca tulisan berikut ini yang berjudul  Bernilaikah Saya? atau Anjing

.

14 Maret 2011

Oh na na.. What’s My Name

Pembukaan yang ngawurnya kebangetan

Sebelum membaca lebih jauh tulisan ini mungkin perlu kiranya saya memberikan “Peringatan Konten” bahwa isi tulisan ini bisa menjadi sangat tidak penting bagi Anda yang membacanya. Bahkan mungkin bisa juga membuat Anda mengernyitkan dahi sambil bergumam, “apaan sih?” 

Tulisan ini murni pemikiran saya yang sedang jayus kalau gak mau dikatakan error. Padahal sejatinya bukan hal ini yang ingin aku tulis, tapi apa daya tangan tak sampai menulisakan hal yang mau ditulisa dan terciptalah buah pena karyaku ini *hayyah, bahasa apaan pula ini yang aku pakai.

Sudahlah, kita mulai saja pembicaraan yang “aneh” menurut saya ini... 

Kita mulai dengan kalimat “Apalah arti sebuah nama”

Tentu pernah mendengar kata-kata tersebut kan? Terus terang aku gak tau apakah kalimat itu diakhiri tanda titik (.), tanda seru (!) atau tanda tanya (?). Sebenarnya bisa saja aku mencari tau, tapi berhubung lagi malas gak usah sampe googling segala.

Kalau diakhiri tanda titik, berarti itu sebuah kalimat *yaiyalah. Sebuah pernyataan deh kalau mau lebih tepatnya. Sebuah pernyataan yang menyatakan “apalah arti sebuah nama” *lho? Ini mah sama aja. Maksudnya menyatakan bahwa nama itu tidaklah begitu penting, atau esensi/makna nya tidak begitu penting. Bukan masalah yang penting (pentingnya banyak banget yak? Bingung milih kata sih).

Apapun nama seseorang atau sesuatu, itu bukanlah hal yang penting (terus terang aku bingung milih kata lain selain kata “penting”), bukan hal yang utama, bukan hal yang prioritas, atau maknanya tidak penting (ya ampun, aku benar-benar gak tau harus pakai kata apa).

Kalau diakhiri tanda seru (!), itu artinya lebih menegaskan pernjelasan yang diakhiri tanda titik (.).

Kalau diakhiri tanda tanya (?) maka berarti nama itu dipertanyakan maknanya. Seberapa penting dan berperan dalam kehidupan ini. Fungsi dan maksud dari sebuah nama itu sebenarnya apa. Kira-kira begitulah. Eh, sebenarnya aku nyadar sih kalau lebih tepatnya mungkin penjelasanku ini untuk kata tanya “apakah arti sebuah nama?”.

Halah, biarin ajalah. Suka-suka saya aja yang mau berteori. Suka-suka saya juga yang mau sok-sokan berpikir *membela diri sendiri.

Isi yang mulai serius

Pembicaraan mulai ke arah yang lebih serius namun aku bahas dengan bahsa yang ringan saja *gak ringan banget sampe bisa ketiup angin dan hilang begitu saja. Tetap saja walaupun tulisan ini ngelantur, setidaknya aku ingin ada kesan yang ditinggalkan kepada pembaca (minimal betapa aku sedang tidak waras ketika menulis tulisan ini).

Selain karena aku gak tau banyak istilah-istilah ilmiah yang saking kerennya aku gak ngerti, juga untuk mengantisipasi tulisan ini bisa dibaca oleh siapa saja dan kapan saja. Lagipula aku belum bisa nulis yang berat-berat. Kecuali tulisanku aku beri pemberat (bau gitu) *halah. Hehehe..

Nama itu paling gampangnya adalah sebuah identitas yang melekat dalam diri seorang individu (selain jenis kelamin, ciri-ciri lain dan lain-lain *males mikir yang lain).

Nama bisa membedakan seorang yang lain dengan yang orang yang lainnya. Dari nama saja kamu bisa mengetahui siapa atau dari nama saja bisa mengetahui jenis kelaminnya *tanpa harus melihat orangnya (bukan kelaminnya *uupss Hahahaha…) walaupun bukan jaminan 100% sih.

Bayangkan jika semua manusia di dunia ini tanpa nama atau memiliki nama yang sama. Ribetnya minta ampun.
Suatu produk itu bisa terkenal juga karena namanya. Misal saja merk (nama) jam tangan G-Shock. G-Shock itu hamper semua orang tau dan bagaimana kualitasnya.

Suatu temuan aja sampai repot-repot diberi nama agar bisa dikenal (kadang-kadang diselipin nama penemunya juga agar bisa dikenal. Hehehe)

Makanya siapa yang bilang nama itu gak penting?

Orang tua pun memberikan nama anaknya tidak sembarangan. Dalam nama seorang nama tercermin doa dan harapan orang tuanya (ada yang bilang begitu sih). Lagipula nama itu menjadi sesuatu yang disukai atau tidak. Kalau aku ditanya apakah aku menyukai namaku sendiri, aku akan menjawab “tentu saja aku suka”.

Makanya aku bertanya-tanya sekarang apa yang ada di dalam pikiran si Shakespeare hingga mengatakan “What’s in a name?” atau kalau diterjemahkan “Apalah arti sebuah nama?” Sedang mikir apa dia, sedang ada masalah atau ada kejadian apa dia sehinga mengatakan hal tersebut dll. (Sok-sokan bertanya-tanya, eh tapi beneran dia kan ya yang mengatakan itu? Aku takut salah trus dikira fitnah orang lagi. Hahaha…

Eh.. setelah aku googling sebentar (Ya ampuun.. padahal sebelumnya gak niat, malah jadi pake mbah gugel segala. Tapi dapet ilmu tambahan sih), ada nih kutipan dari jawaban pertanyaan yang menanyakan perkataan ari Shakespeare tersebut (aku kopi paste aja, males ngetik) 

Kutipan itu sebenarnya bukan hanya terdiri dari sekitar empat kata. Kalau terdiri hanya dari empat kata itu, maka kesan yang didapat dari kutipan itu bahwa arti dari sebuah nama itu tak penting.

What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.
(Apalah arti sebuah nama? Meskipun kita menyebut mawar dengan nama lain, wanginya akan tetap harum.)

pembicaraan di atas, latar belakangnya adalah dialog Romeo dengan Juliet saat membahas kisah cinta mereka. Dan Romeo mempertanyakan, Apa sih arti nama Capulet (nama keluarganya) yang justru membuat perselisihan.

dalam nama sendiri terkandung do'a dan harapan orang tua kepada anaknya. Akan tetapi kalau nama itu hanya membuat perselisihan saja, maka nama itu tidak akan berarti apa2.

materi referensi:
janganlah mengutip sepotong-sepotong dari sebuah pesan, karena makna yang dimuat bisa hilang atau justru berubah.

Naah.. begitu katanya. Dan dikasi pelajaran pula. Hahahaha..
Aku juga baru ngeh kalau ternyata banyak sekali orang (termasuk aku yang mendengar) yang hanya mengutip sebagian dari kalimatnya saja. Pantas saja terdengar aneh diucapkan oleh seorang sastrawan (dia sastrawan kan si Shakespeare?) sebesar dan seterkenal dia.

Mencoba Sok Filosofis Lagi...

Hohohoho...
Kita mulai dengan ketawa aneh lagi dulu aja. Btw, busway on the way behind bajay lebay, ada sebuah kutipan dari sebuah buku yang berjudul “YOUR LEADERSHIP LEGACY” yang kalau diterjemahkan terikat ke bahasa Indonesia akan berjudul “WARISAN KEPEMIMPINAN” (iya, aku baca buku ini kok). Iya ada kutipan di salah satu dari 3 poin tentang warisan kepemimpinan itu mengenai pasal “Berani Menjalin Hubungan dengan Orang-orang”  di ayat  “Ingat dan gunakan nama orang-orang secara konsisten”.

Pengarang buku itu siapa aku lupa. Males bongkar rak buku hanya buat ngintip nama pengarangnya. Lagipula kalian ingin tahu gak sih nama pengarangnya? (aku sih menyimpulkan kalian gak mau tau).

Apa maksudnya?

Maksudnya adalah kalau ingin menjadi seorang pribadi yang menyenangkan, apalagi untuk menjadi seorang pemimpin, ingatlah nama-nama orang di sekeliling Anda dan gunakan secara konsisten. Maksudnya jika Anda memanggilnya dengan sebutan atau nama AAA sejak awal, secara konsisten gunakanlah nama AAA itu untuk memanggilnya.

Masalah mengingat nama itu adalah perkara yang sepele (mungkin bagi Anda) namaun memilki dampak yang besar. Tentunya tau kan gimana perasaan nama kita dilupakan atau tidak diingat oleh seseorang? Oke, mungkin saja Anda marah atau sedih. Dan tentunya begitu bahagian dan merasa tersanjung dan dihargai seseorang bila namanya selalu diingat.

Masalah nama juga tentunya bukan hal sembarangan. Kamu atau aku atau kita tentu saja tidak bisa memanggil seseorang dengan nama seenak jidat kita mau kepentok pitu yang mana *halah.

Panggillah seseorang dengan nama yang bagus. Dengan nama yang mereka sukai. Dengan nama yang membua mereka bangga menggunakan nama itu. Kalaupun ada julukan, jangan sampai nama itu merendahkan harkat, martabat, derajat orang yang kita panggil tersebut *Ya Tuhan bahasaku kenapa jadi berat begini?

Jangan memanggil dengan julukan atau nama yang mereka benci. Kamu pun tidak menyukainya bukan? Begitu pula orana lain. Makanya kalau kamu sendiri gak suka, jangan coba-coba lakukan terhadap orang lain deh. Kecuali kamu emang pengen cari musuh, gak ada kerjaa, pengen digebuk orang dan lagi iseng aja.
Kalau mau ngejek, liat-liat dulu juga dong orang yang diejek seperti apa. Kalau kira-kira kamu bisa melawannya dan bisa menang, sok atuh dilanjutin. Kalau kalah tapi bisa melarikan diri dengan selamat juga gak apa-apa diterusin. *Hahaha, panas-panas.. ada kompor di sini.

Pokoknya kekuatan mengingat nama orang itu kuat sekali.

Lagipula dalam agama kita (islam) juga ada sunnah untuk memanggil orang dengan nama yang bagus dan indah dan mereka sukai (begitu kan ya? Cmiiw). Hayooo... siapa juga yang mau dipanggil dengan nama penghuni bonbin?

Malah kadang di Jakarta sini sering tuh kedengeran orang manggil temennya “NYET” (mungkin nama aslinya PENYET kali ya. Tapi aku tau orang itu namanya bukan penyet. Hahaha...) atau ada pula yang manggil dengan panggilan sok deket, yaitu “SAY” maksudnya sih SAYUR atau SAYTON gitu. Hahahaa..
**makin ngawur dah saya...

Tulisan yang isinya pengungkapan diri a.ka Curhat colongan

Judul tulisan ini bisa juga dikatakan terinspirasi dari lagunya Rihanna feat Drake yang berjudul “What’s My Name”. Judulnya iya, tapi isinya tidak. Karena tentu saja tulisan ini tidak akan berisi lirik lagunya Rihanna.*baru dibahas sekarang setelah ngelantur panjang x lebar (=luas)

*NB : Lagunya bagus

Cuma mau mengungkapkan salah satu kebiasaanku saja dalam memberi nama barang-barang kepunyaanku.
Aku suka memberi nama kepada barang-barang kepunyaanku. Apalagi kalau barang itu barang kesayangan atau punya arti dan kenangan khusus. Suka aja kasi nama.

Alasan lain aku kasi nama selain karena suka, yaitu aku merasa arti mereka untukku itu lebih dibandingkan yang lain. Sebagai tanda juga aku menyukai dan menyayangi mereka (barang-barangku itu).
Berikut beberapa nama barang-barangku (ada juga yang dikasi nama mendadak). Sebenarnya sih niatan mau potret satu-satu tapi kok ya males gitu bawaannya. Jadi gak jadi deh *tuh kan geje.

1. Topi Eiger – Si Pione
2. Topi Quiksilver – Dudul
Guarda Nusantara
3. Boneka anjing (pemberian) – Guarda Nusantara
4. Laptop Compaq HP – si CeQi
5. Tas main (merk lupa) – Tas Merantau
6. Handphone LG (si Kace) dan Handphone Nokia (Xipur)
7. Botol minum – bodi
8. Payung – Pangupi
9. dan lain-lain
Masih banyak lagi yang lainnya. Cuma ngapain juga ya disebut semua di sini. Cuma ada satu barang kesayanganku yang paling berkesan, paling dikenal, paling memorable Cuma sayang HILANG DI MALING...

si Obit in memorian
Sepeda lipatku – Si OBIT (Sepeda lipat merk FOLDX Slider 20”)
Oh Obit.. aku kangen sama kamu. Sudah 6 bulan kamu menghilang dari hidupku...


Udah deh..
Ada gak sih yang sudi membaca tulisan panjang gak jelas gini? Hahahaha..

*Serasa membuka aib sendiri (gak apa deh, gak jelek gini juga =)

11 Maret 2011

Perhatian.. Perhatian...

Hmm..
Aku punya hobi tuh yang di antaranya disebut nonton film, dengerin musik, dan membaca.
Oleh karena aku gak mau isi blog ini tercampur dengan review tentang ketiga hal tersebut, akhirnya aku memutuskan untuk membuat satu blog lagi tentang review-pendapat-opini ku tentang film, musik, dan buku.
Mungkin juga review hal lainnya yang aku anggap menarik.

Agar sejalan dengan blog ini, maka blog yang satunya lagi aku beri nama "Just My Opinion"
Kurang kreatif sih, tapi bingung nyari judul yang enak, pas dan sejuk dibaca *halah, apaan sih maksudnya?

Silakan dikunjungi yak.
Di-follow juga deh kalau berkenan.

Kalau mau baca-baca blog itu, KLIK DI SINI SAJA

-

6 Maret 2011

Lupa Untuk Mengingat

Sebenarnya bulan ini bisa saja Blog ini terlantarkan.
Namun, setelah memaksakan diri mem-posting tulisan baru, akhirnya blog ini tidak jadi terbengkalai.
Berbicara mengenai tulisan, sebenarnya banyak hal yang sedang dan akan aku tulis. Tapii.. ya bisa tebak sendirilah bagaimana kelanjutannya. Ada beberapa tulisan yang cuma beberapa paragraf dan tidak dilanjutkan lagi. Sisanya cuma ide yang masih melekat di kepala, gak tau kapan akan terkikis dan terlupakan.

Kalau mau mencari alasan, aku cuma bilang karena CAPEK.
Akhir-akhir ini memang terasa lebih melelahkan dibandingkan bulan Januari-Februari kemarin. Apalagi setelah pulang kerja biasanya tidak langsung pulang, makanya begitu nyampe kamar bawaannya pengen langsung tidur atau istirahat (malas-malasan).
Tapi, janganlah menyalahkan hal itu dan jangan pula hal ini dibahas panjang lebar.

Hmmm..
Untuk sementara aku ingin menulis puisi saja.
Berbicara mengenai puisi, aku mengakui bahwa aku bukanlah orang yang begitu pandainya merangkai kata, memilih-milih kata untuk dijadikan kumpulan kata dan barisan kalimat yang indah untuk dijadikan puisi.
Aku juga tidak pintar menganalogikan atau mengumpamakan atau apalah itu istilahnya sehingga kata-kataku layak disebut tulisan yang indah, sastra, atau apalah itu.

Aku gak terlalu mengerti puisi.
Aku cenderung memakai kalimat yang simpel, mudah dimengerti dan maknanya langsung tersurat.
Karena kadang kala, aku tidak memahami isi suatu puisi karena kecanggihannya dan karena keindahan-kepintaran pemilihan katanya dan dengan makna yang tersirat.

Mungkin karena aku orang yang blak-blakkan dan juga langsung ke inti masalah.
Oleh karena itulah puisi yang aku buat ini mungkin bagi sebagian besar orang tidaklah istimewa dan cenderung biasa.
Tapi, tak apalah. Namanya juga puisi buatanku. Aku masih belajar dan terus belajar...

Silakan dinikmati saja...
Tidak perlu memutar otak untuk dimengerti, karena sekali baca aku yakin kalian akan mengerti apa maksud dari puisiku berikut ini...


LUPA UNTUK MENGINGAT

Saat pertama kali kunyatakan perasaanku padamu
Yang ada di pikiranku hanya kamu
Sejak saat itulah aku merasa perlu melakukan hal yang dilakukan oleh seorang pecinta
Aku akan terus mengingat namamu.
Aku akan mengingat hari ulang tahunmu.
mengingat wajahmu.
mengingat perasaan ini.
mengingat perjumpaan pertama kita.
 
Aku juga akan mengingat caramu merasakan.
mengingat caramu menatapku.
mengingat senyum yang selalu kau berikan.
mengingat setiap desahan nafasmu.
mengingat kata pertama yang kau ucapkan kepadaku.

Aku akan mengingat semuanya…

Tapi, hari ini
Aku menjumpainya.
Hatiku tertawan.
Aku lupa untuk mengingat semua itu.

***
Yaudah, puisinya gitu aja. Hahahaa...
Tidak ada inspirasi yang melatar belakangi terciptanya puisi ini.
Hanya karena aku sedang mendengarkan lagu MUDVAYNE - FORGET TO REMEMBER aja..