30 Mei 2011

Our Town (The Town That You Live In - Sebuah nostalgia tentang kampung halaman)

Our Town - James Taylor (Cars OST)

Long ago, but not so very long ago
The world was different, oh yes it was
You settled down and you built a town and made it live
And you watched it grow
It was your town

Time goes by, time brings changes, you change, too
Nothing comes that you can't handle, so on you go
Never see it coming, the world caves in on you
On your town
Nothing you can do.

Main street isn't main street anymore
Lights don't shine as brightly as they shone before
Tell the truth, lights don't shine at all
In our town

Sun comes up each morning
Just like it's always done
Get up, go to work, start the day,
Open up for business that's never gonna come
As the world rolls by a million miles away

Main street isn't main street anymore
No one seems to need us like they did before
It's hard to find a reason left to stay
But it's our town
Love it anyway
Come what may, it's our town.

***

Saya foto 22/7/2009 setelah tidak pulang 2 tahun
Lagu ini aku dengarkan cukup lama, sejak beberapa tahun yang lalu. Memang lagu ini adalah soundtrack film animasi Pixar - Cars, namun aku tidak memperhatikannya pada waktu menonton animasi tersebut.
Walaupun sudah lama mendengarkannya juga, terus terang aku benar-benar memperhatikan dan mencari tau lirik sebenarnya dari lagu ini beberapa minggu yang lalu.
Aku akui lagu ini terdengar begitu menyentuh, terdengar agak sedih dan aku senang mendengarnya.
Dan begitu membaca liriknya, apakah yang aku temukan?

Wow...
Makna dari lagu ini begitu dalam dan aku semakin menyukainya (*haduh, terbawa emosi)

Cobalah baca lirik di atas, sontak mengingatkanku akan daerah tempatku berasal. Desa/kota/kampung halaman atau apapun istilahnya.
Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat adalah suatu tempat di mana aku dilahirkan, tumbuh dan berkembang hingga menginjak remaja, dan mulai meninggalkannya sewaktu berumur 18 tahun. Itu pun karena aku melanjutkan kuliah di Jakarta dan akhirnya menetap sampai sekarang ini.
Tak terasa sekitar 6 tahun aku meninggalkan daerahku dan hanya pulang sesekali saja. Satu sekali setahun, atau bahkan pernah tidak pulang selama 2 tahun. Begitulah yang memang dialami oleh seorang perantauan.

Semenjak lahir, tumbuh dewasa dan meninggalkannya, Pancor (nama daerah tempat tinggalku) telah banyak mengalami perubahan. Tumbuh berkembang seiring berjalannya waktu.
Ada yang berubah menjadi lebih baik, semakin maju, namun ada pula yang benar-benar berubah dan hanya meninggalkan kenangan.

Kadang-kadang (iya, kadang-kadang karena tidak terjadi setiap waktu) aku begitu merindukan kampung halamanku. Pancor akan tetap menjadi kampung halamanku sampai kapan pun meskipun kadang aku merasa tidak mengenal dan kadang merasa asing begitu pulang ke sana.
Walaupun berubah, walaupun aku yang berubah, namun aku membutuhkan tempat untuk pulang, tempat di mana keluargaku berada, suatu tempat yang bisa aku sebut rumah dan itulah kotaku. Pancor.

Lagu ini selalu membawaku akan kenangan kotaku berasal...


Mengenai lagu ini - Our Town by James Taylor

Lagu ini adalah karya dari Randy Newman yang dinyanyikan oleh James Taylor.
Randy Newman itu sendiri adalah seorang pencipta lagu, musisi, dan penyanyi, pianis yang beraliran pop classic dan sering mengisi soundtrack sebuah film. Aku sih tau paling banyak dari lagu soundtrack PIXAR.
Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai Randy Newman, bisa dilihat di sini saja untuk lengkapnya

Lagu Our Town - James Taylor sendiri adalah lagu soundtrack animasi Pixar - Cars.
Lagu ini keren, tentu saja, oleh karena itu tidak salah jika menyabet beberapa penghargaan. Beberapa penghargaan untuk lagu ini adalah :

- Academy Award - 2007          :  Nominee – Best Original Song – "Our Town" – Cars.
- Grammy Award - 2007           :  Winner – Best Song Written for a Motion Picture, Television or Other Visual Media – "Our Town" – Cars.
- Annie Award - 2007                :  Winner – Music in an Animated Feature Production – Cars.

Rumah saya 22/7/2009, masih jelek tapi sekarang udah lebih bagus. Hehehe

Gedung Wanita - dari balik pohon setelah hujan (Teringan perpisahan SMA)


Cukup sekian deh. Silakan bagi yang mau mendengarkan lagu ini... 
Selamat menikmati...


---

Note :
1. Our Town - James Taylor
2. The Town That You Live In - Sherwood

6 Mei 2011

Untitle - Tanpa Judul

Aku putuskan memberi judul tulisan ini "Untitle - Tanpa Judul" saja.
Akhir-akhir ini entah kenapa aku suka memberi judul tulisan-tulisanku (apapun isi tulisan itu) dengan judul sebuah lagu.
Mengapa? Kalau ditanya seperti itu, mau gak mau saya harus menjawabnya biar kalian tau, tentu saja.

Memberi judul tulisan dengan "Judul lagu" terasa mengasyikkan aja. Kadang-kadang aku malah harus mencari judul lagu yang pas untuk tulisanku, atau sebaliknya. Kira-kira judul sebuah lagu mau diceritakan seperti apa.

Memang untuk saat ini kebanyakan judul yang aku pakai adalah lagu-lagu mancanegara (lagu barat deh).
Kalau ditanya mengapa lagi, maka saya akan menjawab, karena itu terasa menyenagkan saja dan terkesan 'agak' keren. Bukan berarti lagu Indonesia kalah keren. Hanya saja saya akhir-akhir ini jarang mendengarkan lagu-lagu dalam negeri. Kalau pengen nostalgia atau lagi pengen dengerin aja sih. Heheheh...
Judul lagu Indonesia mungkin akan saya jadikan judul tulisan saya.

Kalau mau membuktikan, coba saja baca tulisan saya yang terbaru 2 bulan terakhir. Sebagian besar judulnya adalah judul lagu =)

Melakukan hal yang kita senangi menyenangkan bukan?

5 Mei 2011

So Long and... Goodbye

Perpisahan itu bisa menjadi sebuah kata atau peristiwa yang begitu menyakitkan.
Bila perlu, perpisahan itu tidak pernah terjadi dalam hidup kita. Apalagi hal ini menyangkut hal yang begitu kita sukai, sayangi, dan begitu berharga dalam hidup kita.

Namun, yang namanya hidup, semua orang juga tahu, bahwa pertemuan dan perpisahan itu pasti akan terjadi dalam hidup kita.

Perpisahan itu bisa terjadi begitu cepat, terutama saat kita tengah menikmati suatu kebahagiaan.

Perpisahan itu mungkin akan saya alami sebentar lagi.
Saya tahu bahwa perpisahan ini pasti akan terjadi cepat atau lambat. Hanya saja bukan saat ini waktunya.
Saya masih ingin menikmati kebersamaan ini sebentar lagi sampai saya merasa benar-benar siap.

Saya juga paham bahwa dalam hidup ini, seperti kata pepatah "ada banyak orang yang lalu lalang dalam kehidupan kita. Sebagian pergi begitu saja. Sebagian yang lain meninggalkan jejak yang dalam di hati kita, membuat kita tak pernah sama seperti sebelumnya."

Saya sadar bahwa waktu-lah nanti yang akan membuatnya terasa mudah, dan terasa ringan.
Cuma ketakutan dan kesedihan itu pasti akan terasa ketika hal itu terjadi. Entah akan membuatmu semakin kuat atau semakin melemahkan diri sendiri.

Yeah, saya hanya ingin mengungkapkan kegelisahan saya saja.
Perpisahan yang mungkin sebentar lagi saya alami. Hahahaaa... dan mau gak mau saya harus menghadapinya dan saya harus kuat *hadeeeeh...

-

2 Mei 2011

Marchin On

Marchin On - OneRepublic

For those days we felt like a mistake,
Those times when love's what you hate,
Somehow, We keep marching on.

For those nights when I couldn't be there,
I've made it harder to know that you know,
That somehow, We'll keep moving on.

There's so many wars we fought,
There's so many things we're not,
But with what we have,
I promise you that,
We're marching on,
(We're marching on)
(We're marching on).

For all of the plans we've made,
There isn't a flag I'd wave,
Don't care if we bend,
I'd sink us to swim,
We're marching on,
(We're marching on)
(We're marching on).

For those doubts that swirl all around us,
For those lives that tear at the seams,
We know, We're not what we've seen,

For this dance we'll move with each other.
There ain't no other step than one foot,
Right in front of the other.

There's so many wars we fought,
There's so many things we're not,
But with what we have,
I promise you that,
We're marching on,
(We're marching on)
(We're marching on).

For all of the plans we've made,
There isn't a flag I'd wave,

Don't care if we bend,
I'd sink us to swim,
We're marching on,
(We're marching on)
(We're marching on).

Right, right, right, right left right,
Right, right, right, right left right,
Right, right,
We're marching on.

We'll have the days we break,
And we'll have the scars to prove it,
We'll have the bonds that we save,
But we'll have the heart not to lose it.

For all of the times we've stopped,
For all of the things I'm not.

We put one foot in front of the other,
We move like we ain't got no other,
We go when we go,
We're marching on.

There's so many wars we fought,
There's so many things we're not,
But with what we have,
I promise you that,
We're marching on,
(We're marching on)
(We're marching on).

Right, right, right, right left right,
Right, right, right, left, right,
Right, right,
We're marching on.

----

Pertama-tama aku ingin mengatakan bahwa "i really like this song"
Ya, aku sangat menyukai lagu ini sejak pertama kali mendengarnya. Aku ulangi berkali-kali pun tak pernah bosan mendengarnya.

Mengapa? Jika tanya seperti itu, maka aku akan menjawab karena lagu ini sangat asyik untuk didengar. Bagiku yang mendengarkan lagu ini, terdapat suatu power yang mengajak untuk bersemangat lagi.
Aku merasakan dan mendengar semangat di dalam suatu problema hidup dalam lagu ini *halah, bahasanyaa..

Setidaknya, itu yang aku rasakan. Kalau sedang gundah dan ada sesuatu yang mengganggu pikiran, lagu ini bisa memberikan semangat. Bangkit, majulah.. Bangkit, majulah... Seolah diteriakkan seperti itu di telingaku *lebay

Interpretasiku terhadap lagu ini adalah seperti ini...

Ada suatu masa (waktu) dalam hidup kita yang kita sesali, seolah-olah itu adalah suatu kesalahan. Ada suatu waktu dalam hidupmu yang kau benci dan cintai. Semula benci menjadi cinta atau sebaliknya..
Apapun itu.. majulah, tetaplah melangkah maju. Karena hidupmu masih belum berakhir. Hidupmu terus berjalan..

Ada suatu waktu kita tidak bisa menepati suatu janji atau kita tidak bisa melakukan apa-apa.
Entah kemudian kamu sesali atau tidak.
Ada suatu masa juga dalam hidup ini yang kita perjuangkan mati-matian, namun ada pula bagian dari hidup yang mungkin kita terima apa adanya, tanpa pernah kita keluhkan atau perjuangkan.
Ada masa di mana kita berhenti berjuang entah karena putus asa atau tidak mampu lagi.
Ada kalanya kita membuat rencana yang tidak semuanya berhasil. Ada kalanya juga perjuangan kita jatuh bangun, penuh dengan penyesalan dan air mata.
Ada suatu masa juga di mana perjuangan kita tidak pernah diakui.
Ada banyak luka yang harus kita sembuhkan...

Intinya dalam hidup ini banyak permasalahan yang akan kita hadapi.
Namun kita masih punya pikiran, hati, dan tenaga untuk memperjuangkan hal tersebut,
Jangan pernah berhenti, terus berjuang..
Terus berjuang.. Hidup memang seperti itu..
Terus maju melangkah...

Hidup ini kadang laksana permainan.
Apapun yang terjadi, jangan sampai berhenti karena hidup masih akan terus berjalan walaupun kita berhenti.

---


Hahahaa...
Itulah yang aku rasakan dalam lagu ini. Mungkin interpretasiku berlebihan, tapi yang pasti aku tetap menyukai lagu ini...
we're marchin on..
we're marchin on..


All The People in The World

Banyak manusia di dunia ini dengan karakter-nya masing-masing.
Tidak ada yang sama persis, padahal telah berapa manusia yang ada di dunia ini dan yang sudah tidak ada di dunia lagi. Tentunya ini adalah bukti kebesaran Sang Maha Pencipta...

Weiss.. apa sih yang ingin aku bahas kali ini? Sepertinya serius banget.
Sebenarnya aku menulis hal ini hanya untuk mengingatkan diri sendiri dan sedang berusaha untuk menghibur diri sendiri. Menghibur diri sendiri akan rasa mengerti dan tidak mengerti akan sifat dan sikap orang-orang di sekitarku, terutama orang-orang terdekatku. *hayah, gak ingin bersedih-sedihan sebenarnya.

Beragam sifat manusia ada di sekitarku (kita). Ada yang begitu menyenangkan, namun adapula yang begitu menyebalkan. Ada yang bisa aku maklumi, namun tak sedikit pula yang tidak bisa aku maklumi..
Ada juga sifat yang baik, adapula yang jahat.
Ada yang bisa diterima oleh akalku dan ada pula yang tidak masuk di akal sama sekali.
Banyak. Beraneka ragam. Tidak ada yang sama persis, namun kadang hanya ada kemiripan.

Hei.. tentu saja aku tidak akan menuntut untuk bisa mengerti semua orang.
Itu sesuatu yang mustahil. Lagipula aku membayangkan akan sangat melelahkan jika harus mengerti semua orang. Capek di pikiran dan hati.

Sudahlah..
Gak penting. Hahahaa...
Tulisan ini tidak ada intinya. Lagipula ini bukan curahan hati.
Cuma lagi bingung aja sih, lagi ada hal yang kepikiran. Hahaha..
Malah ngelantur ngomongin hal ini.