13 Juli 2011

A Little Happy Family



Tentang apa tulisan ini? Sebuah keluarga kecil bahagia?
Oh.. tentu saja ini adalah hasil pemikiran (khayalan) ku seorang.
Dan inilah cerita dari saya…

Suatu malam, seorang pemuda sedang dalam perjalan pulang dari kantor menuju tempat tinggalnya (dalam hal ini adalah kost). Sang pemuda ganteng (*ehm) ditengah perjalanan pulang, dia mampir ke sebuah toko roti (sebut saja Holen bekeri).
Sang pemuda memilih beberapa jenis roti dan puding. Setelah membayar di kasir, sang pemuda pun kembali melanjutkan perjalanan pulangnya dengan berjalan kaki. Kebetulan jarak toko roti dan tempat menetapnya tidaklah terlalu jauh.
Naah, dalam perjalanan pulang sambil menenteng roti itulah sang pemuda tampan (*ehm) tiba-tiba kepikiran sesuatu (*menghayal lebih tepatnya).
Sang pemuda membayangkan alangkah bahagianya seandainya makanan (roti dan puding dalam hal ini) yang dibawanya pulang bukan untuk dimakan sendiri, namun dibeli untuk istrinya yang sedang menunggu di rumah dan dimakan bersama. Memikirkan itu, sang pemuda pun tersenyum bahagia apalagi jika disambut dengan wajah ceria (ooooh….).

Lamunan sang pemuda-pun semakin meningkat. Jika pada khayalan sebelumnya hanya ada mereka berdua. Sang pemuda dan istri tercinta. Kali ini sang pemuda membayangkan dia di sambut oleh istri tercinta-nya dan seorang anak yang masih kecil berlari menyambut kepulangan sang ayah dengan wajah gembira. Makanan yang dibawakan sang pemuda pun mereka nikmati bersama dalam suasana kekeluargaan yang begitu indah…

Semakin dekat pemuda tampan (*ehm) itu dari tempat tinggalnya, semakin lebar pula senyumannya memikirkan seandainya khayalan itu menjadi kenyataan.
Sang pemuda pun berharap semoga keinginannya itu dapat terwujud dengan segera. Aamiin…

---

Yaah, ini memang kisah nyata sih.
Pemuda itu adalah saya sendiri dan memang benar bahwa ini terjadi semalam sewaktu dalam perjalanan pulang menuju kost. Aku emang membeli roti, kue, dan puding. Dan pada saat perjalanan pulang itulah tiba-tiba aku kepikiran hal tersebut.
Sebagai pemuda yang memang sudah pantas untuk menikah, tiba-tiba saya menginginkan dan memimpikan hal tersebut.

Sebenarnya hal ini mau aku tulis semalam saja. Namun, karena udah merasa lelah, terpaksa ditunda sampai hari ini. Mengingat lamunanku semalampun sampa sekarang aku kadang-kadang tersenyum sendiri. Sungguh bahagianya jika memilki keluarga kecil yang bahagia. Hahaha…

7 komentar:

  1. wwaaahh..pemuda yang tampan (*ehm) itu kamu..wkwkwk..amiiin..aku ikut doain juga deh biar doanya sampeyan cepet terwujud.. ^^

    BalasHapus
  2. Rabest - iya. itu aku. wkwkwk *jadi malu
    amiin.. terima kasih doanya.

    BalasHapus
  3. hmm...sudah waktunya kayanya...ayo bergerak mencari...hehehe...:)

    BalasHapus
  4. Fairysha - hehehe, semoga secepatnya (aku juga berharap sih). aamiin...

    BalasHapus
  5. amiiin.... ditunggu undangannya.. ^^


    >>kalau saya mau jadi seniman aja deh. ga usah merid. heheheh (padahal ga ada yang nanya)

    BalasHapus
  6. Huda - emang seniman gak merid? wkwkwk.. ntar nyesel lho.

    Doakan aja secepatnya. hehhe

    BalasHapus
  7. ya ga harus sih. cuma ga mau aja, ahaahahah

    BalasHapus