16 Agustus 2014

[Book Review] The Cuckoo's Calling (Dekut Burung Kukuk) - Robert Galbraith

The Cuckoo's Calling - Gramedia


Pengarang : Robert Galbraith
Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama 2014
520 halaman
ISBN 978-602-03-0062-7

The Cuckoo’s Calling atau Dekut Burung Kukuk adalah sebuah novel yang berkisah tentang dunia kriminal dan detektif karya Robert Galbraith alias J.K. Rowling. Siapa sih yang tidak kenal dengan J.K. Rowling dengan karya Harry Potter-nya yang sangat terkenal dan mendunia, baik buku maupun filmnya?

Aku, tentu saja, juga menyukai kisah Harry Potter dan dunianya yang sungguh ajaib dan luar biasa. Selain suka dan takjub akan dunia sihir Harry Potter, cara penceritaan dan kejeniusan J.K. Rowling dalam mengolah dan mempergunakan kata-kata (contoh : Felix Felicis, Sectumsempra, Dementor, Erised Mirror – alias cermin Tarsah #kebalikan desire dan hasrat dll) membuatku semakin mengagumi J.K. Rowling. J.K Rowling adalah pencerita yang handal. Jadi, begitu mengetahui ada novel terbaru karyanya, siapa sih yang tidak penasaran akan kisah yang ditulis dalam buku barunya tersebut?

Ada 2 buku terbaru J.K Rowling selain dunia Harpot, yaitu The Casual Vacancy (ah, yang ini belum baca #pengen tapi belum sempet dan gak ada pinjaman *belum ada niat beli) dan The Cuckoo’s Calling yang akan aku coba ulas dalam tulisan ini.

The Cuckoo’s Calling atau Dekut Burung Kukuk berkisah tentang seorang Detektif partikelir (detektif swasta) mantan tentara bernama Cormoran Strike. Kisah awal novel ini dibuka oleh kematian seorang model ternama Lula Landry (kadang aku salah baca Landry menjadi *Laundry* - emang usaha binatu cuci-cuci pakaian? :P) yang dikabarkan bunuh diri dengan melompat dari gedung apartemennya. Sang kakak, John Bristow, yang tidak mempercayai bahwa Lula bunuh diri menemui sang detektif – Cormoran untuk menyelidiki kasus tersebut karena sang kakak percaya bahwa Lula dibunuh oleh seseorang.

Seorang detektif biasanya tidak bekerja sendiri, selalu ada yang membantu. Jika Sherlock Holmes ada John Watson, maka Cormoran Strike akan di bantu oleh Robin. Robin adalah seorang pegawai Temporary Solutions, sebuah perusahaan yang menyediakan pegawai paruh waktu untuk mengisi kekosongan sebuah posisi. Berbicara mengenai Robin, Robin adalah seorang tokoh yang menarik dan aku sempat tergelitik membaca lelucon mengenai Robin ketika pertama kali memperkenalkan diri kepada Cormoran :)

JK. Rowling sangat lihai dalam menciptakan seorang karakter. Dalam novel ini.  JKR juga lihai memainkan kasus misteri kematian sang supermodel Lula Landry.  Pembaca akan dibuat menerka bagaiamana sebenarnya si supermodel tewas. Apakah memang bunuh diri atau dibunuh? Kalaupun dibunuh, oleh siapa? 

Karakter yang ada cukup banyak dan merupakan saksi-saksi yang memberikan keterangan masing-masing kepada Cormoran mengenai apa yang mereka tahu, rasa, dan juga apapun yang kira-kira berhubungan dengan kasus. Deksripsi yang dipaparkan pun sangat bagus sehingga kita sangat mudah berimajinasi mengapa mereka bertindak seperti itu?  Penyerlidikan Cormoran fokus terhadap pengakuan para saksi dan kerabat terdekat korban. Ada keluarga angkat sang supermodel, yaitu kakak, ibu, dan paman angkatnya, supir pribadi, penjaga apartemen, sahabat, rekan kerja, tetangga dan beberapa orang lainnya. Sangat menarik mengetahui kesaksian orang-orang tersebut.

Novel ini sungguh menyenangkan dibaca. Selain bercerita tentang kriminal dan detektif, cara J.K. Rowling menuturkan kisahnya sungguh menarik. Rangkaian kalimat-kalimatnya mengalir bercerita. Bahkan kalau kau menyukai cara J.K. Rowling menceritakan Harry Potter, maka kau juga pasti akan menyukai cara bercerita dalam novel ini.

Selain penuturan kisah yang menarik, walaupun novel ini juga berceita tentang dunia kriminal, namun jangan mengira bahwa kisahnya akan kelam dan serius, justru beberapa adegan secara spontan membuatku tertawa (bahkan beberapa tertawa keras tanpa sadar) karena J.K. Rowling lagi-lagi menyelipkan humor secara spontan dan lugas dalam kisah buku ini.

Buku yang bagus, menarik, dan menyenangkan dari J.K Rowling. Oia, denger-denger sih dalam novel ini J.K Rowling kembali menunjukkan kelihaiannya dalam memilih nama-nama tokoh dan kata-kata dalam novelnya. Selalu ada makna dibalik nama ataupun kata tersebut. Namun, aku belum terlalu mendalami hal tersebut, tapi sangat menarik untuk dicari tahu :)

Catatan Pribadi (Opini) :

Novel Cuckoo’s Calling yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama memiliki kualitas kertas yang bagus, baik cover maupun kertas isinya. Aku suka. Namun mungkin ukuran yang agak besar dibandingkan novel lainnya membuat sebagian besar orang merasa novelnya berat untuk dibaca sambil tiduran atau dengan cara diangkat (bagiku sih gak masalah).

Mengenai cerita The Cuckoo’s Calling, seperti yang telah aku jelasakan di atas, aku pribadi sih suka. Suka dengan cara penceritaan yang beruntun dengan mewawancarai satu per satu tokoh (saksi) dalam peristiwa jatuhnya seorang model dari apartemennya. Jadi penasaran dan menduga-duga kira-kira apakah benar sang model dibunuh atau memang bunuh diri? Siapa pelakunya? Apa motifnya? Tapi, bagi orang yang mengharapkan cerita detektif yang seru atau menegangkan, mungkin akan sedikit kecewa dengan novel ini karena tidak akan menemukan keseruan perkelahian, adu kepintaran, ataupun baku tembak.

Btw, sore tanggal 6 Agustus di bandara, sembari menunggu pesawat aku biasanya melihat-lihat buku (*gak beli) di Periplus. Dan apa yang aku temukan? W O W... ternyata kisah kedua Cormoran Strike sudah ada. Judulnya THE SILKWORM. Aiiih... mupeng. Semoga saja edisi terjemahan bahasa Indonesia-nya segera diterbitkan :)

Nilai : 4 dari 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar