Langsung ke konten utama

KISAH SEBATANG PENSIL (Seperti Sungai yang Mengalir – Paulo Coelho)

Rasanya tangan gatal sekali pengen menulis sesuatu, mencurahkan sesuatu, apapun itu.

Tumben, setelah sekian lama, aku ngerasa haus akan buku. Ditengah banyaknya kesibukan, kadang rasanya terlalu lelah untuk melihat rangkaian huruf-huruf dan kata-kata. Minat baca buku dikalahkan oleh rasa lelah. Tapi, entah kenapa, kali ini aku ingin menulis sesuatu. ingin membaca sesuatu. Makanya, aku butuh untuk posting sesuatu di blog dalam waktu yang singkat (*ada apa pula yang terjadi dengan diriku? Hehehe...)

Tulisan ini kutipan dari kisah-kisah inspiratif. buah pikiran dan renungan Paulo Coelho. Aku pernah membaca beberapa buku karangan beliau, tapi lupa judulnya. Judul yang paling aku ingat sih The Alchemist (tentu saja - populer banget). Di tengah hasrat ingin membaca buku, aku pinjam nih bukunya teman kantor "Seperti Sungai yang Mengalir - Paulo Coelho".
Baru baca sekitar 20-an halaman sih, tapi ada salah satu tulisan yang menurutku menarik.

Kenapa aku memposting tulisan ini?
Bagiku "Kisah Sebatang Pensil" ini menarik. Mungkin ada beberapa tulisan tentang kehidupan yang mirip dengan kisah sebatang pensil ini, tapi tetap saja (menurutku) kisah sebatang pensil ini menarik dan patut untuk direnungkan lebih dalam.

Kisah sebatang pensil ini menarik dan lengkap. Lengkap dalam artian bahwa tulisan ini mencakup 3 hal, Tuhan dan segala kuasa-Nya, diri sendiri, dan orang lain. Inilah yang menurutku salah satu alasan kisah sebatang pensil ini menarik.

Selain itu, aku suka analogi yang dipakai untuk bekal dalam bertindak dalam hidup, sebatang pensil. Menarik bukan? Kadang hal-hal kecil itu bisa menjadi luar biasa jika bisa dianalogikan dengan sesuatu yang tepat.

Halaaah... Sudahlah, daripada terlalu banyak basa-basi, berikut kutipan kisah sebatang pensil tersebut. Semoga siapa pun yang membaca tulisan ini mendapatkan sesuatu yang berharga dalam hidupnya. Amin..


Seperti Sungai yang Mengalir - Paulo Coelho
(image sumber google.com)


Kisah Sebatang Pensil - Paulo Coelho



Si anak lelaki memandangi neneknya yang sedang menulis surat, lalu bertanya,
“Apakah Nenek sedang menulis cerita tentang kegiatan kita? Apakah cerita ini tentang aku?”

Sang nenek berhenti menulis surat dan berkata kepada cucunya,
“Nenek memang sedang menulis tentang dirimu, sebenarnya, tetapi ada yang lebih penting daripada kata – kata yang sedang Nenek tulis, yakni pensil yang Nenek gunakan. Mudah – mudahan kau menjadi seperti pensil ini, kalau kau sudah dewasa nanti.”

Si anak lelaki merasa heran ; diamat – amatinya pensil itu, kelihatannya biasa saja.
“Tapi pensil itu sama saja dengan pensil – pensil lain yang pernah kulihat!”

“Itu tergantung bagaimana kau memandang segala sesuatunya. Ada lima pokok yang penting, dan kalau kau berhasil menerapkannya, kau akan senantiasa merasa damai dalam menjalani hidupmu.

Pertama, kau sanggup melakukan hal – hal yang besar, tetapi jangan pernah lupa bahwa ada tangan yang membimbing setiap langkahmu. Kita menyebutnya tangan Tuhan. Dia selalu membimbing kita sesuai dengan kehendak-Nya.

Kedua, sesekali Nenek mesti berhenti menulis dan meraut pensil ini. Pensil ini akan merasa sakit sedikit, tetapi sesudahnya dia menjadi jauh lebih tajam. Begitu pula denganmu, kau harus belajar menanggung beberapa penderitaan dan kesedihan, sebab penderitaan dan kesedihan akan menjadikanmu orang yang lebih baik.

Ketiga, pensil ini tidak keberatan kalau kita menggunakan penghapus untuk menghapus kesalahan – kesalahan yang kita buat. Ini berarti, tidak apa – apa kalau kita memperbaiki sesuatu yang pernah kita lakukan. Kita jadi tetap berada di jalan yang benar untuk menuju keadilan.

“Keempat, yang paling penting pada sebatang pensil bukanlah bagian luarnya yang dari kayu, melainkan bahan grafit di dalamnya. Jadi, perhatikan selalu apa yang sedang berlangsung di dalam dirimu.

“Dan akhirnya, yang kelima, pensil ini selalu meninggalkan bekas. Begitu pula apa yang kau lakukan. Kau harus tahu bahwa segala sesuatu yang kau lakukan dalam hidupmu akan meninggalkan bekas, maka berusahalah untuk menyadari hal tersebut dalam setiap tindakanmu.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#cumangomong Tips dan Trik Memperbesar Peluang Menang Kuis Buku (Giveaway)

#BerkahRamadhan#TipsDanTrikMenangKuisBuku


Alhamdulillah bulan ini dapat rezeki berupa menang kuis 4 kali dari penerbit buku dan toko buku. Bulan lalu aku memenangkan 5 kuis buku dari blog, twitter, dan instagram. 
Lama kelamaan aku merasa jadi kuis hunter, padahal nggak lho. Aku jarang sekali benar-benar berniat mencari kuis dan mengikutinya. Kebanyakan sih informasi tersbut berseliweran di timeline begitu buka medsos. Lihat ada info menarik, aku buka, lihat, baca, dan akhirnya tertarik, ya aku ikutan. Tapi, kalau tidak ya tentu aku lewatkan begitu saja. Hehehe...
Nah, ini nih kuis yang aku menangkan (kebetulan keempatnya kuis di Instagram):
a. Kuis #GaraGaraBuku oleh Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) - Hadiahnya pilih buku apapun yang kita inginkan. b. Kuis #TruAndNelleGiveaway oleh Penerbit Noura (Noura Books) - Hadiahnya dua buku Tru dan Nelle. c. Kuis #TadarusBuku oleh Penerbit Mizan - Hadiahnya paket buku dari Penerbit Mizan d. Kuis inspirasi #BacaBuku15Menit oleh TB Gramedia …

I Just Need You Now...

Perhelatan anugerah musik internasional yang bergengsi, Grammy Award 2011, baru saja dilaksanakan.
Akhirnya setelah penantian panjang yang disertai rasa penasaran yang sangat besar (sumpah, aku penasaran banget pemenang yang bawa pulang piala siapa aja) pemenangnya sudah diumumkan...

Tentu ada alasannya dong kenapa aku sampai penasaran banget sama pengumuman pemenang penghargaan ini. Alasan utamanya adalah karena aku punya jagoan yang sangat-sangat-sangat aku harapkan menang.
Tebak siapa?

Justin Bieber? - Tentu tidak dong. Saya bukan remaja lagi yang menyukai lagu bergenre kaya gitu.
Lady Gaga? - Aku akui lagu-lagunya aneh tapi bagus. Tapi orangnya tidak kalah aneh. Tapi sayang sekali bukan dia jagoanku.
Rihanna? - Juga bukan, walaupun talentanya tidak diragukan lagi.
Eminem? - Aku suka eminem. apalagi lagunya yang "Not Afraid" dan "Love The Way You Lie" tapi juga bukan dia.
Katy Perry? Bruno Mars? B.o.B? Jay Z? juga bukan..

Okelah, daripa main tebak-tebakan dan ak…

#cumangomong Membaca Buku Vs. Menulis Ulasan Buku (Review)

Hei... 
Aku mau curhat nih di blog mengenai semangat membaca buku dibandingkan dengan menulis ulasan buku yang sudah aku baca.
Hal yang patut aku syukuri saat ini adalah semangat membacaku yang mulai kembali lagi setelah beberapa tahun belakangan (kurang lebih 5-6 tahun). Sejak mulai bekerja sebagai pegawai kantoran, semangat membacaku menurun drastis yang (kemungkinan) besar disebabkan karena kelelahan. Dahulu, sewaktu masih sekolah dan kuliah, buku tebal seperti Harry Potter atau Dan Brown bisa aku habiskan dalam waktu sehari (dua hari deh kalau ditambah waktu istirahat). Namun, sejak bekerja, satu buku bisa sampai berbulan-bulan bahkan beberapa buku hanya teronggok di rak buku. Naah, sejak menjelang akhir tahun 2015, aku berniat untuk semakin semangat membaca buku dan (bisa dikatakan) memaksakan diri untuk menyempatkan membaca kapan saja dan di mana saja.
Selain membaca buku, aku pun berniat aktif nge-blog lagi dan lebih sering menulis ulasan buku yang aku baca (selain tulisan lai…