Langsung ke konten utama

The History of Love (Novel)
















Berawal dari suatu sore yang cerah (menurut dugaan ingatanku pada saat itu) aku dan seorang teman (sebut saja namanya Ana) jalan-jalan ke toko buku Gramedia Bintaro Plaza. Kebiasaanku kalau ke toko buku adalah keluar dari toko buku dengan membawa pulang apapun dari toko tersebut. Rasanya sia-sia ke toko buku hanya untuk melihat-lihat buku bagus tetapi tidak dibeli (rasanya menyakitkan, jadi lebih baik tidak usah ke toko buku kalau tidak berniat membeli). Bukan kebiasaanku juga ke toko buku hanya untuk numpang membaca buku sambil berdiri atau duduk di tempat duduk yang di sediakan di dalam toko tersebut. Menurutku itu bukan hal yang asyik untuk dilakukan. Aku cenderung pusing kalau hanya menumpang membaca buku, makanya hanya akan membaca ringkasan di sampul belakang buku yang menurutku menarik saja. Lebih enak itu, bukunya dibeli trus dibaca di kamar sambil tiduran, dengerin musik atau ngapain aja.

Ngomong-ngomong soal ini, aku jadi mengagumi orang yang betah membaca di toko buku sambil berdiri bahkan bisa menghabiskan satu buah novel tanpa membelinya sama sekali (walaupun kadang perlu ke toko buku beberapa kali untuk melanjutkan membaca-bukan maksud menyindir ya).

Ah, sepertinya aku ngelantur terlalu banyak. Singkat cerita, temanku ini menemukan sebuah buku yang terlihat menarik dengan judul yang menarik dan ringkasan yang menarik di sampul belakang novel tersebut. Buku itu berada di deretan rak yang memajang novel teenlit, ciklit (gimana tulisannya?) dan tentang cinta-cinta yang lain.

Buku itu berjudul The History of Love dan inilah penampakan bukunya 

The History of Love (Novel)

Dan berikut ini adalah sinopsis yang tertulis di sampul belakang novel ini.

“ The History of Love adalah cerita tentang buku yang berjudul The History of Love...
Si pemilik toko buku tidak berusaha menarik perhatian para pengunjung tokonya terhadap buku itu. Dia tahu di tangan yang salah buku itu akan disia-siakan, atau lebih parah lagi, tidak dibaca. Maka dibiarkannya buku itu di tempatnya, dengan harapan pembaca yang tepat akan menemukannya..


Dan tentang gadis bernama Alma...
Waktu aku lahir, oleh ibuku aku diberi nama menurut setiap gadis di buku pemberian ayahku padanya, judulnya The History of Love


Dan tentang seorang lelaki yang tidak bisa melupakan cintanya
Pada suatu masa ada seorang anak laki-laki. Dia tinggal di desa yang sudah tak ada lagi, di rumah yang sudah tak ada lagi, di pinggir padang yang sudah tak ada lagi, tempat segala sesuatu di temukan dan segala sesuatu mungkin terjadi. Tongkat bisa menjadi pedang. Kerikil bisa menjadi permata. Pohon bisa menjadi puri.


Ketiganya dipertemukan pada suatu Sabtu sore di Central Park. Alma, remaja yang mencoba mengobati kesedihan ibunya. Ia yakin kuncinya da pada The History of Love, buku lama yang diterjemahkan sang ibu dengan penuh cinta. Sementara itu, Leo Gursky, lelaki yang masih terus merindukan cintanya, tidak tahu bahwa buku yang ditulisnya enam puluh tahun silam ternyata masih bertahan, melintasi samudra dan mengubah banyak kehidupan.

Novel ini alur ceritanya bisa dibilang unik karena penceritaannya adalah per chapter.
Setiap chapter menceritakan kehidupan masing-masing tokoh, yaitu Leo Gursky, Alma Singer, Buku The History of Love, dan juga adik dari Alma Singer, yaitu Bird.

Aku dan novel ini

Tidak banyak yang ingin aku ceritakan tentang isi cerita novel ini. Biarlah bagi kalian yang belum membacanya dan kebetulan membaca tulisanku ini mendapatkan kepuasan dari novel ini. Semakin sedikit kalian mengetahui cerita ini, semakin puas yang kalian rasakan (menurut saya dan saya berharap seperti itu).

Membaca ringkasan di sampul belakang buku ini saja membuatku penasaran dengan isi buku ini. Diperkenalkan oleh seorang teman yang begitu bersemangat membaca buku ini di Gramedia dan menunjukkannya padaku. Dengan cara penceritaan yang unik dan kisah yang begitu mengaharukan menjadikan buku ini salah satu buku favoritku.

Pada awalnya sih aku meminjam. Tetapi semakin lama aku semakin menyukai buku ini sehingga mulailah pencarianku untuk mencari (yaiyalah pencarian untuk mencari, masa untuk menyembunyikan?) buku ini. Cukup susah untuk mendapatkannya, bahkan di Gramedia Bintaro Plaza sudah tidak ada lagi. Akhirnya pencarian berakhir di Toko Gunung Agung Margo City, Depok dan itupun hanya tinggal 1 buku yang akhirnya aku beli.

saya nampang deh sama bukunya
Ingin membaca suatu kisah cinta yang unik, romantis mengharukan, dan lucu dengan penceritaan yang berbeda?
Saya merekomendasikan buku ini untuk kamu...
Rating : 4/5 (tentu saja karena aku menyukai novel ini)







Detail Buku
Judul
: Sejarah Cinta - The History of Love  
No. ISBN
: 9792224688 
Penulis
: Nicole Krauss 
Penerbit
Genre
: Romance
Jumlah Halaman
: 335 
Harga
: Rp 40.000



























Komentar

  1. oh ya? saya lumayan kesindir. seneng banget baca buku di toko bukunya langsung. tapi juga ga pernah sampai habis sih (paling sa' bab dua bab). kayanya yang punya toko dah hapal wajah saya, ehhe.

    soal buku ii kayanya bagus juga.... pinjem dong...

    BalasHapus
  2. Hehehehe..
    silakan aja kapan mau dipinjam dan jangan merasa tersindir karena gak ada yang berniat menyindir.

    BalasHapus
  3. Hehehehe, iya lupa.
    aku sebut di sini dulu harganya ya.
    Harga Rp 40.000

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

#cumangomong Tips dan Trik Memperbesar Peluang Menang Kuis Buku (Giveaway)

#BerkahRamadhan#TipsDanTrikMenangKuisBuku


Alhamdulillah bulan ini dapat rezeki berupa menang kuis 4 kali dari penerbit buku dan toko buku. Bulan lalu aku memenangkan 5 kuis buku dari blog, twitter, dan instagram. 
Lama kelamaan aku merasa jadi kuis hunter, padahal nggak lho. Aku jarang sekali benar-benar berniat mencari kuis dan mengikutinya. Kebanyakan sih informasi tersbut berseliweran di timeline begitu buka medsos. Lihat ada info menarik, aku buka, lihat, baca, dan akhirnya tertarik, ya aku ikutan. Tapi, kalau tidak ya tentu aku lewatkan begitu saja. Hehehe...
Nah, ini nih kuis yang aku menangkan (kebetulan keempatnya kuis di Instagram):
a. Kuis #GaraGaraBuku oleh Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) - Hadiahnya pilih buku apapun yang kita inginkan. b. Kuis #TruAndNelleGiveaway oleh Penerbit Noura (Noura Books) - Hadiahnya dua buku Tru dan Nelle. c. Kuis #TadarusBuku oleh Penerbit Mizan - Hadiahnya paket buku dari Penerbit Mizan d. Kuis inspirasi #BacaBuku15Menit oleh TB Gramedia …

I Just Need You Now...

Perhelatan anugerah musik internasional yang bergengsi, Grammy Award 2011, baru saja dilaksanakan.
Akhirnya setelah penantian panjang yang disertai rasa penasaran yang sangat besar (sumpah, aku penasaran banget pemenang yang bawa pulang piala siapa aja) pemenangnya sudah diumumkan...

Tentu ada alasannya dong kenapa aku sampai penasaran banget sama pengumuman pemenang penghargaan ini. Alasan utamanya adalah karena aku punya jagoan yang sangat-sangat-sangat aku harapkan menang.
Tebak siapa?

Justin Bieber? - Tentu tidak dong. Saya bukan remaja lagi yang menyukai lagu bergenre kaya gitu.
Lady Gaga? - Aku akui lagu-lagunya aneh tapi bagus. Tapi orangnya tidak kalah aneh. Tapi sayang sekali bukan dia jagoanku.
Rihanna? - Juga bukan, walaupun talentanya tidak diragukan lagi.
Eminem? - Aku suka eminem. apalagi lagunya yang "Not Afraid" dan "Love The Way You Lie" tapi juga bukan dia.
Katy Perry? Bruno Mars? B.o.B? Jay Z? juga bukan..

Okelah, daripa main tebak-tebakan dan ak…

Harry Potter – Novel dan Film

Tulisan ini pun tercipta tentu saja karena akhirnya film terakhir Harry Potter – Harry Potter and The Deathly Hallows Part.2 ditayangkan juga di bioskop Indonesia. Alhamdulillah, karena terus terang aku pun turut senang (padahal pada saat tulisan ini dibikin, aku sendiri belum nonton). Penasaran bagaiman visualisasi terakhir dari Harry Potter ini. Lagian nonton di bioskop ada nilai lebih sendiri dalam menikmati sebuah film.

Aku gak akan meresensi atau menceritakan novel ataupun film Harry Potter di sini. Aku menganggap sebagian besar orang sudah tahu ceritanya. Sudah membaca dan menonton filmnya. Kalau belum tahu yaaaa....
Buku - novel = baca sendiri aja. Filmnya - tonton sendiri aja. Hehehee...



Aku dan Novel Harry Potter
Kalau mengingat masa lalu, pertama kali perkenalannku dengan novel Harpot (sebut saja seperti ini) adalah melalui majalah Bobo (Cuma lupa apakah majalah Bobo-ku sendiri atau Majalah Bobo Pinjaman), tapi Bobo memang teman bermain dan belajarku zaman itu. Pada saat it…