29 Juli 2016

[Book Review] ELANTRIS - Brandon Sanderson

Buku Elantris koleksi pribadi. Lokasi foto di halaman kantor

Judul Asli : Elantris 
Pengarang : Brandon Sanderson 
Penerjemah : Nur Aini 
Penyunting : Esti Budihasbari 
Penerbit : Mizan Fantasy
Tebal : 544 halaman
Diterbitkan pertama kali Maret 2015 
ISBN 978-979-433-854-4 
Format, Bahasa: Paperback, Indonesia


*Blurb*


KARYA PENULIS YANG DIPERCAYA MELANJUTKAN SERI THE WHEEL OF TIME



Elantris, pusat dari Arelon, kota nan indah, bercahaya dan dihuni oleh makhluk abadi yang menggunakan kekuatan sihir mereka demi kemanusiaan. Penduduk Elantris berasal dari manusia biasa yang disentuh Shaod sehingga mereka dikaruniai kekuatan abadi. Sepuluh tahun lalu, tiba-tiba saja kekuatan Elantris musnah. Shaod mengubah penduduk Elantris menjadi penyakitan, berkeriput dan tak berdaya bagai penderita lepra. Kota yang dulu indah dan bercahaya kini kumuh, kotor, dan diambang kehancuran.
 
Putri Sarene dari Teod tiba di Arelon untuk menikahi pangeran Raoden demi kepentingan politik. Ternyata Raoden sudah meninggal dan Sarene harus hidup tanpa pelindung di bawah ancaman serangan kaum Fjordell yang fanatik. Tetapi, tak ada yang tahu bahwa sebenarnya Raoden telah disingkirkan sang Ayah ke kota Elantris yang terkutuk. Karena Raoden telah ternoda oleh Shaod yang menyerang penduduk Elantris. Sementara itu, Hrathren dan para pendukung fanatiknya dari Fjordell ingin menghancurkan Elantris yang mereka anggap sebagai bukti kebusukan dan kejahatan penghuni kota itu. Bisakah Arelon bertahan dari serbuan Fjordell? Raoden harus menguak rahasia terpendam di Elantris demi menyelamatkan negara dan tunangannya.

 
Sebuah kisah fantasi epik yang lengkap, kuat dan penuh kejutan. Sebuah debut menyegarkan di dunia high-fantasy.

**

Eh, seriusan ini karya debut perdana Brandon Sanderson?
Kok keren banget sih? Apalagi kalau untuk ukuran debut, Elantris ini memang luar biasa banget. Membaca buku ini rasanya asyik banget dan seperti ditulis oleh seorang penulis yang senior dan memiliki banyak pengalaman.

Sebelumnya aku mau cerita sedikit dulu deh.
Sebelumnya aku asing dengan nama Brandon Sanderson, bahkan ketika salah satu group penggemar novel fantasi pernah membahas tentang profil penulis satu ini aku tidak terlalu menaruh perhatian lebih. Sempat sih membaca profil Brandon Sanderson dan mencari tahu karya-karya lainnya, namun masih sebatas itu saja.

Hingga suatu hari di bulan Februari, salah seorang teman memberikan info salah seorang blogger membahas tentang Elantris dan mengadakan giveaway novel ini. Membaca ulasan yang ditulis oleh Ren Puspita dalam blog-nya membuatku penasaran ingin membaca novel Elantris ini. Aku memang cukup menyukai cara Ren Puspita mengulas sebuah buku dan ulasan tentang elantris ditulis dengan sangat menarik (ulasan Ren tentang Elantris bisa dibaca di sini).

Nah, tanpa basa basi dan tanpa pikir panjang, aku langsung mengikuti giveaway tersebut dan sangat bersyukur ketika terpilih menjadi pemenang. Namun aku tidak langsung membaca buku ini begitu mendapatkannya, malah beberapa kali aku tunda setelah membaca 3 halaman. Bukan karena rasa bosan makanya aku belum melanjutkan bacaanku, tapi karena aku merasa waktunya belum ‘klik’ untuk membaca Elantris yang sepertinya membutuhkan mood dan waktu yang pas.

Sampai setelah lebaran aku masih belum juga membaca Elantris, malah membaca Stellheart karya Brandon Sanderson lebih dahulu. Nah, aku langsung menyukai gaya penceritaan Brandon Sanderson di Steelheart, makanya setelah itu aku langsung bertekad untuk langsung membaca Elantris tanpa pikir panjang. Beberapa halaman awal sih memang masih belum terasa feel-nya, namun semakin membaca halaman demi halaman justru aku tidak bisa berhenti membacanya. Rasa capek dan mata mengantuklah yang membuatku istirahat dari membaca buku ini, bahkan di kantor kadang-kadang gelisah karena ingin segera melanjutkan membaca Elantris ini.

Hasilnya WOW...
Aku suka banget cerita high fantasy seperti ini. Dunia Elantris yang diciptakan Brandon Sanderson sangat keren.

Ringkasan di atas memang sudah cukup menggambarkan faris besar cerita Elantris, namun jangan pernah ragu untuk membacanya karena banyak hal luar biasa yang akan kamu temukan lembar tiap lembar.

Elantris diceritakan dari tiga sudut pandang karakternya. Masing-masing sudut pandang akan diceritakan per bab. Mereka adalah Raoden, pangeran Arelon yang terkena Shaod dan dibuang ke Elantris, yang kedua adalah tunangan Raoden, Sarene, putri negara tetangga Teod yang berusaha menyelamatkan Arelon dari cengkeraman musuh. Tokoh ketiga yang merupakan tokoh antagonis yaitu Hrathren, seorang gyorn (atau imam besar) agama Shu-Dereth yang mempunyai misi untuk menyebarkan agamanya dan juga membuat Arelon bergabung dengan kerajaan Fjordell.

Ketiga karakter ini menurutku keren dan luar biasa. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang membuat pembaca mudah menyukai mereka.

Raoden sang pangeran adalah sosok yang cerdik, pantang menyerah, penyayang, dan optimis. Dia meyakini bahwa ada alasan dia menjadi seorang Elantrian dan mungkin takdirnya adalah menyelamatkan Elantris.
Sarene, sang putri, tampil sebagai sosok perempuan cantik, kuat, pintar, mandiri, berpendirian teguh, dan jago politik. Sifatnya juga keras kepala dan merasa tidak banyak orang yang menyukainya karena sifatnya tersebut.
Hrathen, sang gyorn, adalah tokoh antagonis yang sangat mudah disukai akibat kecerdikan, strategi, dan pergolakan batinnya yang mebuatnya sebagai tokoh antagonis dengan alasan yang masuk akal dan bisa diterima.

Para tokoh pendukung lainnya pun digambarkan sangat bagus. Suka.
Beberapa di antaranya adalah teman Raoden di Elantris, Galladon yang (secara mengejutkan) sangat sering pesimis, Karata, dan Saolin. Ada pula bangsawan - bangsawan Arelon seperti Duke Roial, Count Elondel, Baron Shuden yang merupakan teman Raoden dan kini mendukung Sarene. Kemudian ada pamannya Sarene, Kiin, yang ternyata seorang koki handal istri dan anak-anak mereka yang memiliki keunikan sendiri. Dari pihak antagonis selain Hrathren ada juga Dilaf, yang sifatnya sangat bertolak belakang dengan Hrathen. Bahkan Seon Sarene, Ashe pun menyenangkan.

Cerita tentang kerajaan dan permainan politiknya salah satu tema yang aku sukai. Ada sensasi sendiri dalam membaca buku dengan unsur politik di dalamnya (walaupun dalam kehidupan nyata aku sama sekali gak tertarik akan politik).
Lebih dari 50% buku ini berkutat tentang politik, intrik, strategi, dan permainan di dalamnya. Bukannya bosan, justru cerita tentang politik inilah yang membuatku semakin menyukai Elantris.
Selain politik, ada pula sihir dan keajaiban Elantris yang sangat aku suka. Sihir Aon (AonDor) yang bekerja dengan menggunakan lambang (tulisan, seperti Rune) sangat menarik perhatianku. Bahkan semakin membaca tentang sihir Aon, semakin aku diliputi rasa penasaran dan ingin tahu lebih banyak lagi. Membayangkan cara kerja Aon sembari membacanya terasa menyenangkan.

Elantris ini memang bukan buku yang sempurna. Karena Elantris ini adalah high fantasi dengan dunia yang diciptakan sendiri, oleh karena itu banyak bahasa-bahasa khusus dalam novel ini. Akibat tidak adanya glossarium atau catatan kaki, maka cukup banyak kata dan istilah yang membuat bingung ketika membacanya. Namun jangan khawatir, kata dan istilah tersebut pada akhirnya bisa kita mengerti arti dan maksud penggunannya. Memang sih membutuhkan waktu dan itu pun dari hasil menerka-terka artinya, tapi hasilnya justru lebih menyenangkan sih.

Salah satu hal yang membuatku kurang puas akan buku ini adalah...
Buku ini KURANG TEBAL 
*lho, kok kurang puas?

Buku Elantris ini padahal tebal lho, 500an halaman lebih, ukuran buku yang besar dan font agak kecil, margin tulisan mepet pinggiran halaman juga, tapi kok rasanya masih saja kurang.
Aku masih penasaran dan ingin tau lebih banyak tentang sihir AonDor yang seperti sihir Rune, Ingin membaca lebih banyak lagi tentang tentang kisah Raoden dan Sarene, masih ingin baca kisah tentang Elantris beserta orang-orangnya, dan masih ingin tahu lebih banyak lagi.

Aku berharap buku ini lebih tebal lagi sekitar 200an halaman deh, biar makin puas. Banyak hal yang ingin aku tahu lagi. Rasanya nagih sih. Hahaha...

TOP BGT

Rating 5/5

 
Penampakan asli Elantris Mizan Fantasi
P.S.
Eh, pada akhirnya ulasanku ini malah lebih banyak membahas perasaanku yang bahagia setelah membaca buku ini bukannya membahas isi bukunya. Tapi, menurutku memang lebih baik begitu sih. Membaca Elantris ini merupakan pengalaman yang sangat mengasyikkan bagiku.

Saranku sih, segeralah baca buku ini. Kalau belum punya, langsung saja ke toko buku atau pesan buku ini. Jangan berpikir panjang lagi. Temukan keindahan, keajaiban, dan sensasi yang memuaskan sewaktu membaca buku ini. Jangan sampai menyesal lho ketika buku ini tiba-tiba menjadi langka (susah didapat).

Ayo...
Segera BACA ya!! :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar