27 Desember 2015

[Book Review] Penjelajah Antariksa #3 : Kunin Bergolak - Djokolelono



 
Penjelajah Antariksa #3 : Kunin Bergolak
Penulis : Djokolelono
Penyunting : Pradhika Bestari
Desain Sampul dan Ilustrasi : Oki Dimas Mahendra
Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Cetakan Pertama November 2015
KPG 59 15 010 86
ISBN 978-979-91-0973
Tebal v + 172 halaman

Edisi pertama diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 1986

Buku ke-3 kita diperkenalkan pada planet Kunin, yaitu sebuah planet yang berfungsi sebagai penjara bagi para penjahat antariksa yang lokasinya dirahasiakan. Kunin planet penjara. Teknologi tidak diperbolehkan untuk digunakan dan dikembangkan, bahkan bahan logam pun dilarang. Oleh karena itu, para tahanan dan keturunannya hidup dengan cara tradisional.
Namun, di balik ketenangan yang mulai tercipta di Kunin, muncul benih-benih pemberontakan kepada Starx yang dipimpin oleh Omodu, anak Kerten dan Rahi yang merupakan penjahat terkuat di Kunin.

Sementara itu, Laksamana Agung Jelds masih misterius dan masih punya agenda sendiri. Entah apa maksud dia sebenarnya, tindak-tanduknya masih agak bertentangan sih dengan yang dia agendakan sebenarnya, yaitu berontak terhadap Starx.
Vied, Raz, Cette, dan robot Curtis akhirnya berhasil membuat Gardeya, yaitu pesawat AR-2 yang sudah diupgrade dengan material dan sumber daya dari asteroid aneh yang mereka temukan. Dalam perjalanan menuju Moran, mereka harus singgah ke sebuah planet es agar karena mereka tidak bisa menuju Moran secara langsung. Tanpa mereka sadari, seorang kolonel dari Moran – Kolonel Artap – menyadari keberadaan mereka dan menuju planet es tempat Vied berada.
Pertarungan tak terelakkan pun terjadi, Raz cedera oleh Koloner Artap. Vied tentu saja marah dan mencari Kolonel Artap untuk menuntut balas. Ternyata, pasukan yang dipimpin Kolonel Tente ditugaskan oleh Moran untuk menghadang siapapun yang hendak memberi kabar ke pusat Starx dan kini mengejar Kolonel Artap. Pertarungan pun terjadi lagi. Setelah kesepakatan antara Vied dan Kolonel Artap terjadi, yaitu Kolonel Artap mengetahui tempat untuk menyembuhkan Raz yang berada di Planet Tula, mereka pun berangkat menuju ke sana.

Kisah Veta dan Stri pun tak kalah seru. Veta menjadi orang penting di pesawat pimpinan Jenderal Roon. Veta menyusun siasat dan strategi untuk menyusup ke Planet Kunin. Bahkan, Veta pun membuat robot tempur dengan kekuatan luar biasa. Tentu saja semua itu dia lakukan dengan terpaksa demi menyelamatkan sisanya, Stri, yang menelan bom elektro T2GP setelah dikelabui Kolonel Verea.
Jenderal Roon, berkat siasat Veta, akhirnya berhasil menguasai Kunin II. Jenderal Roon pun berhasil mengajak para penghuni Kunin untuk melakukan perebutan kekuasaan dari penguasa Starx.
Veta dan Stri tentu saja tidak pasrah begitu saja dan bukan tanpa rencana sama sekali. Keinginan mereka untuk kembali ke Planet Poa begitu besar. Mereka pun mengetahui identitas Mesi, tentara Starx di Kunin, yang menyusup ke dalam kelompok pemberontak yang sedang terbentuk di Kunin. Sangat menarik untuk mengetahui interaksi antara Mesi dan Veta-Stri selanjutnya.

Secara keseluruhan, Kunin Bergolak seru dan aku jadi makin suka dengan seri Penjelajah Antariksa ini. Konflik makin terbangun. Karakternya semakin menarik. Ruang lingkup palnet-planet yang akan terlibat konflik tentu saja semakin luas.

Ada 2 tokoh baru yang mencuri perhatian dan langsung aku suka. Mereka adalah Mesi yang merupakan tentara Starx yang menysuup ke Kunin dan Kolonel Artap yang akhirnya menemani Vied ke Planet Tula. Semoga peran mereka nanti semakin banyak dan juga penting.

Lagi, lagi, dan lagi, semakin gak sabar untuk melahap buku ke-4 : Kudeta Putri Gradi

Nilai : 3,8/5

Btw, makin suka dengan cover Penjelajah Antariksa ini, apalagi cover buku ke-3.
Dengan warna dasar hitam, warna tulisan dan ilustrasi keemasan, jadi tampak elegan. Suka banget.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar