29 Januari 2011

si Phone Book, oh, si Buku Telepon..


Aku punya kebiasaan tidak pernah mengurusi catatan nomor telepon (phone book) yang ada di HP-ku. Sekali tercatat disitu, maka bisa jadi akan selamanya tersimpan di situ atau sampai HP-nya rusak atau memang aku yang menghapusnya.

Tapi aku katakan sekali lagi bahwa aku jarang mengurus phonebook di HP-ku sampai suatu hari adikku menginginkan HP-ku dan melihat isi phonebook di HP-ku. Kemudian dia berkomentar, mengapa banyak nomor yang udah gak aktif, banyak yang gak berguna dan banyak nomor dengan nama aneh di phonebook hape-ku.

Sebenarnya sih gini...
Hal yang paling malas untuk aku lakukan adalah memindahkan phonebook yang ada di memori HP jika ingin memakai HP yang baru, tentunya ini terjadi karena terbatasnya memori yang bisa disimpan di sim card dan dan kalau mencatat nomor tersimpannya pertama kali adalah ke dalam memori HP (malas untuk men-setting kembali). Ini adalah hal yang malas untukku berurusan.

Lalu apa yang aku temukan di phonebook-ku?
  1. Nomor keluargaku (Bapak dan saudara-saudaraku). Tentu saja keluarga adalah yang paling utama sehingga nomor mereka harus ada di phonebook. Tetapi masalahnya adalah bahwa kadang kala kalau mereka mengganti nomor, maka nomor yang lama tidak aku hapus. Hasilnya adalah satu orang bisa memiliki lebih dari satu nomor, bahkan bisa empat nomor yang tiga diantaranya tidak terpakai lagi. Kadang-kadang aku sendiri pun bingung ini yang masih aktif dipake yang mana?
  2. Nomor keluarga yang lain. Termasuk keluarga yang lain yang menghubungi saat butuh aku dahulu atau aku yang butuh.
  3. Rekan-rekan kantor dan atasan yang memang sering dihubungi (termasuk nomor telpon kantor).
  4. Guru-guru dan dosen sewaktu sekolah (termasuk nomor telpon sekolah)
  5. Teman-teman sekolah dan kuliah. Ada yang masih berhubungan, ada pula yang entah dimana dan kabarnya bagaimana dan aku tidak tahu apakah nomor itu masih aktif atau tidak. Mereka ganti nomor pun maka kadang lupa untuk menyimpannya, atau menyimpannya dengan nomor yang lama masih tersimpan juga
  6. Tetangga yang tidak pernah aku hubungi sama sekali.
  7. Nomor yang entah punya siapa karena tidak pernah aku kasi nama di phonebook (hanya berinisial titik atau nama yang lain).
  8. Nomor orang yang bahkan tidak pernah aku hubungi sama sekali hanya karena dulu aku pernah meminta nomor tersebut pada seorang teman atau keluarga dengan alasan mungkin akan butuh.
  9. Nomor orang yang dulu kenal tiba-tiba dan saling bertukar nomor hape, siapa tau berguna.
  10. Nomor orang yang bahkan aku lupa dia siapa
  11. Bahkan orang yang telah lama meninggal dunia (sampai bertahun-tahun) pun nomornya masih aku simpan sampai sekarang.
  12. Dan juga nomor-nomor lainnya yang penting dan juga (mungkin) tidak penting sekarang ini.
Bahkan nomor-nomor yang ada itu entah masih aktif atau tidak aku tak tahu. Sudah berganti atau masih kadang aku gak tahu, gak mencari tahu, dan kadang tidak mau tahu. Hahaha...

Kemudian saat aku melihat kembali isi phone book-ku, memang aku hanya menyia-nyiakan memori yang ada. Tetapi untuk menghapusnya entah mengapa aku tidak tega (kadang bukannya gak tega, aku lupa untuk menghapusnya jadi akan terabaikan begitu saja).

Menghapus nomor itu bagiku sama saja perlahan-lahan menghapus sesuatu tentang mereka.

Jadi biarlah nama dan nomor itu tetap ada terlepas apapun kondisi nomor itu, berguma atau tidak. Mungkin suatu hari saat aku membuka phonebook dan melihat nama dan nomor tersebut, aku mengingat mereka walaupun hanya sesaat. Hahahahahaa..

Begitulah kebiasaan saya.


4 komentar:

  1. 10.Nomor orang yang bahkan aku lupa dia siapa


    like diz

    BalasHapus
  2. Serius lho ini..
    Hehehe, gak ada ide dan gak inget nomor itu punya siapa. atau kalaupun ada namanya, bertanya-tanya ini siapa. Hehehe...

    BalasHapus
  3. haha.sama aku juga suka sayang banget mau hapus nomer2 di phonebook, takutnya ntar tiba2 butuh sih..
    hal yang sama juga berlaku untuk sms2, sampe sering diprotes, cz kalo di sms sering pending gara2 inbox penuh.maklum memory hp nya kecil.hehehe :D

    BalasHapus
  4. Kalau sms sih dulu rajin nge-delete-nya.
    tapi akhir-akhir ini jarang.
    dibiarin aja sampe ratusan, trus kalau lagi iget langsung deh delete semua. hehehee..

    BalasHapus